Bagi pebisnis yang bergerak di sektor retail, manufaktur, atau e-commerce, manajemen stok adalah hal krusial yang wajib dilakukan agar bisnis bisa maju dan berkelanjutan. Kenapa bisa begitu? Hal ini dilakukan untuk menghindari kehabisan stok barang oleh karena itu kamu membutuhkan safety stock.
Penting sekali bagi bisnis untuk menyimpan persediaan cadangan agar kepuasan pelanggan tidak turun. Safety stock sendiri memiliki rumus untuk memaksimalkan operasional bisnis, selain itu juga safety stock merupakan turunan dari manajemen supply chain.
Penasaran dengan rumus dari safety stock? Nah tenang saja, berikut ini pembahasan lengkap tentang safety stock agar bisnis kamu bisa maju terus!
Pengertian Safety Stock
Safety stock adalah suatu persediaan yang disiapkan oleh sebuah perusahaan dagang agar tidak terjadi kekurangan persediaan pada saat permintaan pasar dalam kondisi yang tidak stabil atau mengalami kenaikan.
Biasanya, saat kondisi pasar sedang tidak stabil dapat menimbulkan dampak terhadap persediaan yang membutuhkan waktu tertentu sebelum persediaan kembali siap digunakan.
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk banyak pemilik bisnis untuk memiliki safety stock.
Safety stock bukan bagian dari stok reguler yang digunakan untuk memenuhi pesanan harian, melainkan disiapkan sebagai “payung sebelum hujan”.
Contohnya, sebuah toko biasanya menjual 200 unit barang per minggu. Namun, tiba-tiba permintaan meningkat jadi 300 unit barang, atau sedang terjadi keterlambatan dari pemasok. Nah, dalam kondisi seperti ini safety stock menjadi jawaban agar bisnis bisa tetap melayani dan memenuhi kebutuhan pelanggan.
Baca juga: Mengenal Delivery Order dalam Pengiriman, Ternyata Beda dengan Resi!
Kenapa Safety Stock Penting?
Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa safety stock penting? Bagaimana dampaknya terhadap bisnis? Nah berikut ini beberapa penjelasan mengenai pentingnya safety stock. Simak penjelasannya di bawah ini!
1. Menghindari Stock Out
Kehabisan stok adalah mimpi buruk bagi banyak bisnis. Bukan hanya membuat pelanggan kecewa, tapi juga bisa menurunkan loyalitas dan merusak reputasi. Dengan safety stock, risiko ini bisa ditekan.
Baca juga: Apa Itu Order Management System? Pebisnis Wajib Tahu!
2. Menjaga Kelancaran Produksi dan Penjualan
Untuk bisnis manufaktur, kekurangan stok bahan baku bisa menghentikan proses produksi. Dengan adanya stok pengaman, kegiatan produksi bisa tetap berjalan meski pasokan belum tiba.
3. Mengantisipasi Ketidakpastian Permintaan
Permintaan konsumen bisa naik-turun karena berbagai faktor, mulai dari tren musiman hingga promosi mendadak. Safety stock memberi ruang fleksibilitas agar bisnis tidak kelabakan saat permintaan melonjak.
4. Mengatasi Gangguan Supply Chain
Cuaca buruk, keterlambatan kapal, atau kendala logistik lainnya bisa membuat barang terlambat datang. Dengan safety stock, kamu punya waktu tambahan untuk menunggu pasokan berikutnya.
5. Memberikan Fleksibilitas
Safety stock memberikan kebebasan bagi perusahaan yang menerapkannya dalam manajemen stok. Di mana metode ini memberikan kesempatan sebagai mitigasi ketika memesan produk dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan perkiraan yang sudah ditetapkan dalam permintaan.
6. Meningkatkan Pelanggan
Tidak banyak orang yang mengetahui hal ini, metode safety stock ternyata dapat meningkatkan jumlah pelanggan. Bagaimana caranya? Nah, ini dapat terjadi apabila pelanggan merasa permintaannya terpenuhi.
Singkatnya dengan ada safety stock, pelanggan akan terpenuhi permintaannya dan akan senang serta kita sebagai penjual dapat menjaga persentase konversi yang bisa saja hilang karena kehabisan stok barang tersebut.
Baca juga: Siap-siap Cuan, Berikut ini Strategi Menghadapi Tanggal Kembar
Cara Menghitung Safety Stock
Setelah membahas mengenai manfaat dari safety stock, berikut ini cara menghitungnya dengan baik dan benar.
Berikut caranya:
Safety Stock = (Permintaan Maksimum per Hari × Lead Time Maksimum) – (Rata-rata Permintaan Harian × Rata-rata Lead Time)
Penjelasan Komponennya:
- Permintaan Maksimum per Hari: Permintaan tertinggi yang pernah terjadi dalam satu hari.
- Lead Time Maksimum: Waktu terlama pengiriman barang dari supplier sampai ke tempatmu.
Rata-rata Permintaan Harian: Permintaan rata-rata per hari berdasarkan data penjualan sebelumnya. - Rata-rata Lead Time: Waktu pengiriman rata-rata dari supplier ke tempatmu.
Contoh Perhitungannya:
Misalnya kamu jual produk yang permintaannya:
- Maksimum: 20 unit/hari
- Rata-rata: 10 unit/hari
Dan waktu pengiriman dari supplier:
- Lead time maksimum: 7 hari
- Lead time rata-rata: 5 hari
Maka:
Safety Stock = (20 × 7) – (10 × 5) = 140 – 50 = 90 unit
Artinya, kamu perlu menyimpan 90 unit sebagai stok pengaman agar tetap aman saat terjadi lonjakan permintaan atau keterlambatan pengiriman.
Lihat postingan ini di Instagram
Tantangan dalam Mengelola Safety Stock
Meskipun bermanfaat, mengelola safety stock juga punya tantangan tersendiri:
- Biaya Penyimpanan
Semakin banyak stok yang disimpan, semakin besar pula biaya gudang, asuransi, dan risiko kerusakan barang. - Barang Kadaluarsa atau Obsolete
Untuk produk seperti makanan, kosmetik, atau elektronik, menyimpan terlalu banyak stok bisa berisiko karena masa simpan terbatas. - Kesalahan Perhitungan
Jika perhitungan tidak akurat, bisa berujung pada kelebihan stok (overstock) atau malah tetap kehabisan barang.
Baca juga:
Tips Praktis Mengelola Safety Stock
Untuk kamu yang sedang menjalankan UMKM atau bisnis skala menengah, berikut beberapa tips agar pengelolaan safety stock lebih efisien:
- Gunakan Software Inventory
Banyak software inventory saat ini sudah dilengkapi fitur prediksi permintaan dan perhitungan safety stock otomatis. Ini bisa mengurangi human error dan membuat manajemen stok lebih mudah. - Lakukan Audit Stok Rutin
Selalu periksa apakah jumlah stok sesuai dengan catatan. Audit rutin membantu mendeteksi masalah lebih awal. - Pantau Tren Musiman
Misalnya menjelang Lebaran atau Natal, permintaan produk bisa melonjak. Menyesuaikan safety stock menjelang momen-momen ini penting agar tidak kehabisan stok. - Jalin Hubungan Baik dengan Supplier
Komunikasi yang lancar dengan pemasok bisa membantumu memperkirakan lead time lebih tepat, atau mendapat prioritas pengiriman saat stok menipis.
Baca juga: 5 Tips Sebelum Jadi Seller E-Commerce yang Sukses!
Percayakan Alur Bisnis Kamu dengan Partner Logistik yang Tepat
Selain memiliki supplier yang tepat, kamu juga perlu berkolaborasi dengan penyedia jasa ekspedisi yang selain cepat juga terpercaya. Salah satu contohnya adalah Lion Parcel, kamu bisa memilih beberapa jenis pelayanan dari Lion Parcel seperti VIPPACK (same day), BOSSPACK, hingga OTOPACK150 dan OTOPACK250 untuk melakukan pengiriman motor.
Kamu juga bisa menikmati metode pembayaran fleksibel dari Lion Parcel yaitu COD Ongkir dan COD Ongkir + Barang, pelajari selanjutnya di sini untuk memanfaatkannya.