Tren belanja online kini semakin populer di Indonesia. Tidak cuma di kota-kota besar saja, tapi juga di daerah pedesaan. Alasannya sangat sederhana, sekarang ada banyak metode pembayaran yang bisa dipilih oleh pelanggan. Selain bayar via transfer dan e-wallet, mereka juga bisa melakukan pesanan COD.
Survei membuktikan bahwa COD adalah salah satu cara pembayaran yang paling populer. Setidaknya, 62% pengguna memilih layanan ini.[1] Kalau kamu belum tahu apa itu pesanan COD, COD adalah singkatan dari Cash on Delivery, artinya “bayar di tempat” jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Tapi, ada beberapa masalah bagi pemilik usaha yang sering dirasakan saat pembeli memilih layanan ini, salah satunya kalau pesanan COD dibatalkan. Nah, untuk mencegahnya, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.
Penyebab Umum Pembatalan Pesanan COD
Apakah pesanan COD bisa ditolak? Jawabannya adalah iya. Pembeli bisa menolak dan membatalkan pesanan karena beberapa alasan.
Beberapa alasan tersebut adalah:
- Pembeli Berubah pikiran saat paket datang.
- Informasi produk tidak sesuai ekspektasi.
- Penjual tidak responsif atau lambat memproses pesanan.
- Ketidaksiapan pembeli saat paket tiba, entah tidak ada uang atau tidak ada di tempat.
Lalu, bagaimana jika pesanan COD tidak diambil atau pembeli menolak membayarnya? Bila kasus seperti ini terjadi, maka pesanan tersebut akan dikembalikan ke penjual. Artinya, kamu tidak bisa mendapatkan uang dari penjualan karena pesanan dibatalkan.
Baca juga: 10 Tips Jualan COD di Facebook Marketplace yang Aman dan Bebas Penipuan
Tips Menghindari Pembatalan Pesanan COD oleh Pembeli
Ada banyak kerugian yang kamu rasakan jika pembeli membatalkan pesanan COD, entah itu rugi waktu maupun rugi finansial. Karena itu, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat pendapatan pesanan COD untuk mencegah pembatalan, yaitu:
1. Berikan Deskripsi Produk yang Jelas dan Lengkap
Kebanyakan pembeli membatalkan pesanan karena tidak sesuai ekspektasi. Biasanya karena produk pada gambar berbeda dari produk asli, baik itu dalam segi ukuran, warna, atau fungsi.
Karena itu, pastikan kamu menyertakan foto asli produk. Lalu, tambahkan informasi detail soal ukuran, warna, dan fungsi pada deskripsi produk. Jangan sampai ada miskomunikasi antara kamu dan pembeli. Pastikan mereka tahu tahu apa yang akan mereka terima untuk cegah pembatalan.
Baca juga: Cara Menghitung Harga Jual Produk yang Tepat untuk Bisnis, Pasti Cuan!
2. Konfirmasi Kembali sebelum Kirim
Jika foto dan deskripsi produk sudah lengkap, langkah selanjutnya adalah menghubungi pembeli terkait paket yang mereka pesan.
Pastikan alamat dan pesanan sudah sesuai sebelum kamu mengirimnya. Tujuannya untuk mencegah pembatalan pesanan COD karena pembeli salah pesan.
3. Tawarkan COD Hanya untuk Pelanggan Tertentu
Perlu diakui jika sistem pesanan COD untuk penjual agak riskan karena rentan dibatalkan. Tapi, kamu bisa mencegah hal ini jika pilih-pilih pembeli. Kamu bisa gunakan sistem reward atau hanya aktifkan COD untuk pelanggan dengan riwayat pembelian baik.
Biasanya, pihak e-commerce juga tegas mengenai hal ini. Pembeli bisa dapat sanksi menolak pesanan COD jika melakukannya 2 kali dalam 60 hari. Biasanya, pembeli yang kena sanksi tidak bisa memakai metode bayar COD untuk sementara. Hal ini bisa membantu penjual untuk menghindari mereka.
Kamu juga bisa membuat blacklist atau daftar hitam sendiri. Jika ada pembeli yang membatalkan pesanan tanpa sebab, khususnya untuk COD, kamu bisa memasukkan mereka ke daftar hitam. Jadi, kamu tidak akan melayani pembeli yang sama untuk metode pembayaran ini.
4. Simpan Bukti Komunikasi dan Pengemasan
Ada alasan mengapa kamu perlu melakukan konfirmasi pembelian pada pembeli. Jika pembeli sudah konfirmasi kalau mereka benar-benar mau produk tersebut, maka kamu bisa menggunakan screenshot pesan itu jika pesanan dibatalkan. Jadi, jangan lupa buat menyimpannya sebagai bukti.
Selain itu, pastikan kamu memotret atau mengambil video saat proses pengemasan sebagai bukti barang apa yang dikirimkan.
Tujuannya untuk berjaga-jaga jika ada pembeli yang komplain atau melakukan pembatalan pesanan. Buktikan pada pihak e-commerce kalau barangnya sudah benar.
Baca juga: 3 Cara Branding Produk yang Bikin Bisnismu Cepat Dikenal
5. Berikan Syarat dan Ketentuan Khusus untuk Pesanan COD
Sebagai penjual, kamu juga perlu tegas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah memberikan syarat dan ketentuan khusus untuk pesanan COD, misalnya ketentuan no retur tanpa alasan yang jelas. Khususnya, jika tidak ada masalah pada barang yang kamu jual.
Kamu juga bisa hanya menerima pesanan COD untuk barang tertentu. Hindari barang yang perlu proses pengemasan rumit dan mahal, karena bisa menambah kerugian. Batasi juga berat pesanan yang bisa dibayar via COD. Alasannya karena jika pembeli membatalkannya, kamu yang harus bayar ongkos kirimnya.
Lihat postingan ini di Instagram
6. Gunakan Jasa Pengiriman yang Menyediakan Fitur COD Profesional
Terakhir, pastikan kamu memilih jasa ekspedisi yang punya prosedur aman untuk penjual. Contohnya seperti Lion Parcel, yang punya sistem aman dan profesional.
Kalau memilih Lion Parcel, kamu tidak perlu repot bayar ongkir karena akan dibebankan pada penerima paket. Penarikan dana pun bisa dilakukan secara real-time.
Selain itu, ada juga asuransi yang melindungi barang dari kerusakan, kehilangan, dan keterlambatan untuk layanan COD tertentu (COD Ongkir & Barang). Karena paket datang dengan aman dan tepat waktu, pembeli pun pasti puas dan tidak membatalkan pesanan itu. Kamu jelas bisa untung banyak.
Lalu, bagaimana jika pembeli membatalkan pesanan COD? Kamu memang akan menanggung biaya ongkos kirimnya, tapi ada potongan khusus paket retur sebesar 50%. Jadi, kamu cuma perlu bayar ongkir setengahnya.
Baca juga: 5 Bisnis yang Makin Cuan jika Menggunakan COD (Bayar di Tempat)
Kirim Pesanan COD Aman dengan Jasa Pengiriman Lion Parcel
Jadi, bagaimana? Apakah kamu sudah siap untuk menggunakan layanan COD Lion Parcel? Lion Parcel menyediakan layanan COD (Bayar di Tempat) yang aman dan terpercaya, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi soal pembatalan pesanan.
Ada banyak alasan kenapa kamu perlu memilih Lion Parcel sebagai jasa ekspedisi andalan, yaitu karena:
1. Sistem yang Jelas dan Transparan untuk Penjual
Bukan hanya bayar ongkir, pembeli juga bisa langsung bayar harga barang saat menerima pesanan. Proses pencairan dananya pun cepat dan transparan untuk penjual. Kamu bisa menarik dana secara real-time tepat setelah pesanan selesai.
Ada dashboard yang memungkinan kamu mengelola banyak paket dan menganalisa data pengiriman. Ada juga dukungan tracking paket dan notifikasi agar pembeli dan penjual tetap aware. Jadi, mereka bisa menyiapkan uangnya saat kurir Lion Parcel mengantarkan paket mereka.
Baca juga: Cara Mudah Cek Resi Pengiriman Paket di Website Lion Parcel
2. Kemudahan Pembayaran untuk Pembeli
Salah satu masalah yang sering dialami pembeli saat COD adalah tidak ada uang cash. Tapi, hal itu bukan masalah buat Lion Parcel.
Sebab, selain pembayaran dengan uang tunai, kurir Lion Parcel juga menyediakan pembayaran QRIS saat paket sampai. Tidak perlu ribet ke ATM lagi.
Karena itu, yuk gunakan layanan pesanan COD Lion Parcel sekarang juga! Layanan ini berlaku untuk beberapa jenis layanan pengiriman Lion Parcel, bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan pembeli. Metode pembayaran COD sudah berlaku di seluruh Indonesia.
COD Ongkir & Barang Lion Parcel
Dengan menggunakan layanan ini, kamu bisa membayar biaya ongkos kirim (ongkir) & harga barang secara tunai langsung saat paket sampai di tujuan. Kamu tidak perlu memikirkan resiko yang akan terjadi karena kamu bisa memastikan paketmu sampai terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran.
COD Ongkir Lion Parcel
COD (Cash on Delivery) ongkir merupakan layanan pembayaran terbaru dari Lion Parcel. Sekarang, kamu bisa membayar ongkos kirim saja secara tunai lho! Cocok banget nih untuk para seller sehingga ongkir bisa ditanggung pembeli dan terpisah dengan harga barang.
Selain itu, COD ongkir Lion Parcel bisa dibayar dengan QRIS. COD Ongkir berlaku untuk jenis pengiriman BOSSPACK, REGPACK, JAGOPACK, dan BIGPACK.