Dalam industri logistik dan jasa ekspedisi, istilah transhipment sering muncul terutama jika membicarakan tentang pengiriman internasional, antar pulau, atau pertambangan. Meski terdengar sangat teknis, istilah dan konsep dari transhipment sebenarnya cukup sederhana dan memiliki peran yang cukup vital dalam kelancaran distribusi barang dari satu titik ke titik lainnya.
Pada dasarnya, transhipment merupakan proses memindahkan muatan kapal ke kapal lainnya. Pada proses ini dapat memudahkan pemindahan muatan kapal dan juga memastikan keamanan selama pemindahan.
Pengertian Transhipment
Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas, transhipment termasuk salah satu tahap middle mile delivery. Dan transhipment adalah proses pemindahan barang dalam container dari kapal ke kapal di tengah laut. Transhipment sendiri dilakukan karena ada beberapa faktor, bisa karena cuaca atau fasilitas di pelabuhan yang tidak memenuhi standar.
Kapal yang sudah terisi dengan barang akan dikirimkan ke titik tertentu untuk melakukan proses transhipment yang nantinya muatan tersebut akan dibongkar dan dipindahkan ke kapal lainnya. Nantinya kapal yang sudah menerima muatan akan membawanya ke pelabuhan.
Sebagai contoh, sebuah produk dikirim dari Jepang ke kota di Indonesia. Barang tersebut akan melakukan persinggahan terlebih dahulu di pelabuhan besar di Singapura atau Jakarta, untuk nantinya barang dan muatannya akan dipindahkan ke kapal yang lebih kecil atau moda transportasi lainnya untuk menuju ke destinasi akhir.
Baca juga: Apa Itu Logistik? Ini Penjelasan Lengkap Mulai dari Fungsi hingga Jenis-jenisnya
Perbedaan Transhipment dan Transit
Banyak orang kerap kali menyamakan istilah transhipment dengan transit. Meskipun mirip, keduanya memiliki perbedaan signifikan.
- Transit merujuk pada keadaan di mana barang hanya singgah sementara di suatu tempat tanpa perlu dipindahkan ke kendaraan lain.
- Transhipment melibatkan perpindahan barang dari satu alat angkut ke alat angkut lainnya.
Jadi, setiap transhipment adalah transit, tetapi tidak semua transit adalah transhipment.
Lihat postingan ini di Instagram
Apa Tujuan Transhipment dalam Logistik atau Pengiriman Barang
Transhipment ternyata memiliki tujuan tersendiri yang penting untuk mendukung bisnis lewat efisiensi dan efektivitas dalam supply chain global. Berikut ini tujuannya:
1. Meningkatkan Efisiensi Supply Chain
Proses transhipment memiliki peranan penting dalam mengoptimalkan proses supply chain dengan membiarkan penggunaan berbagai moda transportasi untuk memindahkan barang.
Salah satu contohnya mungkin seperti ini, barang yang harus dikirim menggunakan dua moda transportasi yang berbeda seperti laut dan darat. Nah di situ transhipment memfasilitasi perpindahan barang dari satu moda ke moda transportasi lainnya dengan lancar dan efisien.
Dengan adanya transhipment, kamu dapat memaksimalkan penggunaan infrastruktur transportasi yang ada dan juga dapat memastikan barang atau paket sampai ke tujuan akhir dengan aman dan tepat waktu.
Baca juga: Fulfillment: Proses di Balik Layar yang Menentukan Kepuasan Pelanggan
2. Efisiensi Biaya Pengiriman
Selanjutnya, transhipment juga berguna untuk mengurangi biaya pengiriman. Walaupun kekurangannya adalah proses menjadi sedikit lebih lama, dikarenakan proses pemindahan muatan ke kapal yang lebih kecil memakan waktu namun dapat menggunakan rute pengiriman yang lebih murah.
3. Pengiriman Barang yang Fleksibel
Transhipment membiarkan pengiriman barang atau paket untuk memiliki fleksibilitas yang dalam pengaturannya. Dimana pihak jasa ekspedisi dapat menyesuaikan rute dan jadwal pengiriman sesuai dengan kebutuhan pasar dan perubahan kondisi operasional perusahaan klien atau pelanggan.
4. Menjangkau Lokasi yang Terpencil
Tidak semua wilayah memiliki akses langsung terhadap rute pengiriman tertentu. Transhipment menjadi solusi agar barang tetap dapat dikirim ke lokasi terpencil dengan mengandalkan moda transportasi lanjutan.
5. Memaksimalkan Jaringan Distribusi
Dengan adanya pelabuhan atau pusat transhipment, perusahaan logistik dapat merancang jalur distribusi yang lebih fleksibel dan luas.
Baca juga:
-
Apa Itu Kurir? Mengenal Peran Penting di Balik Layanan Pengiriman
-
Waspada! Ini Dia Cara Mengangkat Barang Berat yang Benar dan Aman
Pelabuhan Transhipment di Indonesia
Saat ini di Indonesia ada beberapa pelabuhan transhipment di Indonesia, berikut ini beberapa di antaranya:
- Pelabuhan Tanjung Priok
- Pelabuhan Kuala Tanjung
- Pelabuhan Belawan
- Pelabuhan Patimban
- Pelabuhan Kijing
- Pelabuhan Tanjung Perak
- Pelabuhan Soekarno-Hatta
Risiko dan Tantangan dalam Proses Transhipment
Meski penting, proses transhipment juga memiliki tantangan tersendiri yang perlu dikelola secara baik agar tidak mengganggu rantai pasok. Beberapa di antaranya:
1. Potensi Keterlambatan
Setiap kali barang berpindah dari satu moda ke moda lain, risiko keterlambatan meningkat. Hal ini bisa terjadi karena penjadwalan yang tidak sinkron, penumpukan di pelabuhan, atau cuaca buruk.
2. Risiko Kerusakan atau Kehilangan
Setiap pemindahan meningkatkan risiko kerusakan fisik pada barang, terutama jika tidak ditangani dengan hati-hati. Selain itu, barang juga bisa tertukar atau hilang dalam proses.
3. Biaya Tambahan
Meski transhipment bisa menekan biaya dalam skala besar, tetap ada biaya tambahan yang dikenakan untuk pemindahan, penanganan, dan penyimpanan sementara.
4. Masalah Dokumentasi dan Kepabeanan
Proses administrasi, terutama dalam pengiriman lintas negara, bisa menjadi rumit. Dokumen harus lengkap dan sesuai agar tidak menimbulkan hambatan di pelabuhan transhipment.
Tips Menjalankan Transhipment yang Efisien
Bagi pelaku usaha atau individu yang berkecimpung dalam pengiriman barang, berikut beberapa tips agar proses transhipment berjalan lancar:
-
Pilih Mitra Logistik yang Berpengalaman
Gunakan jasa ekspedisi atau freight forwarder yang memiliki jaringan luas dan pengalaman menangani transhipment.
-
Pastikan Kemasan Aman dan Tahan Banting
Barang yang melalui proses transhipment akan ditangani berkali-kali. Gunakan kemasan yang kokoh dan protektif.
-
Pantau Tracking Paket Secara Aktif
Gunakan sistem pelacakan atau aplikasi logistik untuk memastikan posisi barang tetap terkontrol selama proses berlangsung.
-
Lengkapi Dokumen dan Izin
Jika barang dikirim lintas negara, pastikan dokumen ekspor-impor, izin bea cukai, dan surat jalan sudah lengkap sejak awal.
Berbicara tentang jasa pengiriman barang, saat ini jasa ekspedisi Lion Parcel menawarkan berbagai macam pengiriman yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu. Ingin mengirim kendaraan motor? Bisa menggunakan OTOPACK150 dan OTOPACK250, ingin mengirim barang cepat? Bisa menggunakan VIPPACK, ingin mengirim barang ke luar negeri? Bisa menggunakan INTERPACK.
Semua kebutuhan pengiriman barang kamu bisa dipenuhi oleh Lion Parcel pastinya, karena Lion Parcel #BeraniDiandelin.