Secara teori, metode pembayaran COD itu sebenarnya simpel. Pertama, ada pelanggan yang membeli barang. Lalu, penjual mengirim barang tersebut melalui kurir. Setelah itu, kurir akan mengantarkan paket ke pelanggan dan menagih pembayaran sebelum menyelesaikan pesanan.
COD merupakan singkatan dari Cash on Delivery atau metode “bayar di tempat”. Pembeli tidak langsung membayar barang saat memesan, tapi baru bayar saat barang ketika sampai di tangan mereka. Sistem ini sangat berguna buat yang belum percaya belanja online alias bagus untuk menarik pelanggan baru.
Tapi faktanya, di lapangan ada banyak tantangan yang harus dihadapi kurir saat mengantarkan pesanan COD. Karena itu, kamu perlu tahu bagaimana peran kurir di metode pembayaran ini, tantangan yang harus mereka hadapi, dan solusinya.
Baca juga: Arti dari On Delivery di Layanan Cash On Delivery Lion Parcel
Peran Kurir dalam Sistem COD
Sadar atau tidak, kurir punya peran kunci di sistem pengiriman barang. Misalnya, buat pemilik bisnis online, kurir adalah penghubung langsung antara mereka dan pelanggan. Tugas utama kurir adalah mengantarkan barang dari penjual ke pembeli dengan cepat dan aman.
Selain mengantarkan barang, kurir juga punya tugas lain yang tidak kalah penting. Misalnya, saat ada pembeli yang memilih metode pembayaran COD, maka kurir juga bertanggung jawab dalam proses pembayaran barang di tempat.
Buat kamu yang masih bingung ongkir COD siapa yang bayar, biasanya ongkosnya dibebankan kepada pembeli. Jadi, selain harga barang, kurir juga akan menagih biaya ongkir pada pembeli. Sekilas, tugas ini memang terlihat mudah. Tapi, ada sisi lain dari COD yang menjadi tantangan bagi kurir.
Baca juga: 10 Tips Jualan COD di Facebook Marketplace yang Aman dan Bebas Penipuan
Tantangan yang Dihadapi Kurir saat Pengiriman COD
Ketika melakukan pengiriman COD barang, kurir seringkali mengalami kesulitan dan tantangan.
Beberapa di antaranya adalah:
1. Pembatalan Sepihak oleh Pembeli
Kasus pertama yang paling sering terjadi adalah pesanan COD dibatalkan oleh pembeli. Pembeli bisa tiba-tiba menolak paket dengan berbagai alasan: berubah pikiran, merasa tidak pesan, pesanan tidak sesuai dan berbagai alasan lainnya.
Bila kasus seperti ini terjadi, bukan hanya pihak penjual saja yang merugi. Kurir juga bisa merasakan kerugian yang sama. Sebab, saat pesanan COD ditolak, kurir harus mengembalikan pesanan tersebut pada penjual.
Hal ini membuat kurir rugi waktu dan operasional. Terlebih jika pihak penjual tidak setuju dengan pembatalan sepihak. Masalahnya bisa semakin besar.
Baca juga: Cara Meningkatkan Penjualan Saat Tanggal Kembar, Simpel tapi Nendang!
2. Ketidaksiapan Uang Tunai
Saat mengantarkan paket dengan metode pembayaran bayar di tempat, seharusnya pihak pembeli sudah menyiapkan uang tunai. Tapi, tidak jarang pembeli lupa melakukannya.
Sebagai kurir, kamu sudah sampai di alamat tujuan. Tapi, uang tunai yang harus dibayarkan belum ada. Kamu pun harus menunggu lebih lama.
Kasus-kasus seperti ini bisa memperlambat proses pengantaran lainnya. Kamu harus menunggu pembeli membawa uang tunai dari ATM, mencari pinjaman ke keluarga atau tetangga, atau hal-hal lain yang sejenisnya.
3. Penolakan karena Barang Tidak Sesuai Ekspektasi
Pada beberapa kasus, pembeli akan membuka paket terlebih dulu sebelum mereka membayar pesanan tersebut. Padahal, paket bisa dibuka setelah dibayarkan terlebih dahulu.
Tapi, terkadang barang tidak sesuai dengan ekspektasi saat memesan. Meskipun deskripsinya sudah benar, ekspektasi pembeli bisa berbeda. Jika begitu, paket yang tidak sesuai harus dikembalikan kepada penjual namun perlu diketahui juga syarat dan ketentuannya.
Lihat postingan ini di Instagram
4. Risiko Keamanan Membawa Uang Tunai
Meski pembeli sudah bayar paket COD tanpa drama apapun, kurir masih harus menghadapi beberapa tantangan lain. Tantangan yang paling menakutkan adalah risiko keamanan membawa uang tunai hasil transaksi. Uang tersebut bisa jadi hilang, dicuri, atau salah hitung.
Kurir harus menanggung semua kerugian jika hal-hal tersebut terjadi. Hal ini bisa membuat kurir merugi secara finansial, bukan hanya rugi waktu dan tenaga saja. Karena itu, wajar jika kurir merasa khawatir saat harus membawa uang hasil COD pembeli.
5. Keterlambatan Penerimaan Pembayaran ke Penjual
Saat kurir sudah berhasil membawa uang tunai pun, masih ada tantangan yang harus mereka hadapi. Salah satunya adalah keterlambatan penerimaan pembayaran ke pihak penjual. Biasanya, kasus ini terjadi bila ada sistem pengelolaan dana yang kurang rapi. Pencairan dana ke penjual bisa tertunda.
Masalah ini tidak hanya akan merugikan kurir, tapi merugikan perusahaan jasa ekspedisi tersebut secara keseluruhan. Reputasi jasa ekspedisi bisa rusak di mata para penjual. Akibatnya, tidak ada lagi penjual yang mau menggunakan jasa mereka.
Baca juga:
-
Cara Kirim Paket ke Malaysia dengan Aman: Persiapan & Tips Pilih Jasa Ekspedisi
-
Label Pengiriman: Komponen Kecil, Peran Besar dalam Proses Logistik
-
Kirim Barang ke Australia Berapa Lama? Ini Estimasinya dan Tips Pengirimannya
Solusi COD Aman dan Efisien Bersama Lion Parcel
Setelah tahu tantangan apa saja yang harus dihadapi kurir, kamu harus paham bagaimana solusi agar masalah-masalah tersebut tidak terjadi. Semua masalah tersebut bisa kamu minimalkan dengan layanan aman dan profesional dari logistik Lion Parcel.
Lion Parcel menyediakan metode pembayaran COD yang terintegrasi dan aman untuk pelanggan dan penjual. Ada beberapa kelebihan yang bisa kamu dapatkan, seperti:
1. Sistem Pembayaran yang Aman dan Transparan
Sebagai brand besar yang punya integritas, sistem pembayaran COD di Lion Parcel sudah tertata dengan baik. Proses pembayaran dilakukan secara transparan dan terdata di sistem yang andal. Penjual dan pembeli bisa melihat data real-time tracking sejak kurir menjemput paket hingga kurir mengantar paket.
Jumlah biaya yang harus dibayarkan pembeli pun sudah tercantum dengan jelas dan transparan. Tidak ada kurir nakal yang sengaja menambah biaya ongkir dan barang. Sebagai penjual, kamu juga bisa langsung mencairkan harga barang tepat setelah proses pengantaran selesai.
2. Pelatihan Kurir secara Rutin
Selain punya sistem logistik dan pencatatan yang baik, Lion Parcel juga sering memberikan pelatihan pada kurir. Tujuannya acara transaksi lancar dan minim risiko. Terutama risiko salah hitung dan kehilangan uang hasil transaksi yang bisa merugikan semua pihak.
Berkaitan dengan masalah uang tunai, biasanya kurir Lion Parcel juga menyediakan metode pembayaran dengan QRIS. Jadi, pembeli yang tidak punya uang tunai bisa membayar dengan QRIS tanpa harus pergi ke ATM atau mencari pinjaman terlebih dulu.
3. Mencakup Ongkir dan Harga Barang Sekaligus
Bila kamu memakai COD Lion Parcel, kamu tidak hanya bisa membayar ongkir saja pada COD Ongkir. Tapi, kamu juga bisa membayar harga barang di tempat dengan COD ongkir & barang. Hal ini tentu saja akan memudahkan pembeli dan penjual. Terutama jika kamu melakukan transaksi pembelian online di luar aplikasi e-commerce.
4. Punya Jangkauan Luas
Terakhir, Lion Parcel juga sudah punya jangkauan luas ke seluruh Indonesia. Jadi, kamu bisa mengirim paket ke mana saja, tidak hanya di kota-kota besar. Layanannya juga sudah tersedia di berbagai aplikasi marketplace dan e-commerce.
Jadi, yuk segera gunakan layanan COD dari Lion Parcel! Layanan ini sudah ada jasa pengiriman Lion Parcel khusus REGPACK buat layanan ongkir + barang. Tapi, buat layanan COD ongkir, sudah ada di BOSSPACK, REGPACK, JAGOPACK, dan BIGPACK. Jadi, bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan pelanggan!