Di zaman yang sudah serba canggih seperti saat ini, pelanggan menghadapi ribuan iklan dan pesan promosi. Persaingan semakin kompetitif dan banyak perusahaan sudah saling berinovasi mengeluarkan yang terbaik, mulai dari produk hingga harga yang kompetitif.
Dibutuhkan strategi yang membuat brand semakin dekat dan bermakna di mata calon pelanggan. Salah satunya adalah dengan menggunakan pemasaran emosional atau emotional marketing.
Pemasaran emosional tidak hanya berfokus pada produk, namun juga bagaimana bisa menyentuh perasaan pelanggan hingga menciptakan ikatan jangka panjang. Lalu, apa sebenarnya pemasaran emosional itu, bagaimana cara kerjanya, dan apa manfaatnya bagi bisnis? Mari kita bahas lebih dalam.
Apa Itu Pemasaran Emosional?
Pemasaran emosional adalah salah satu strategi marketing yang menggunakan emosi sebagai pendekatan utama untuk mempengaruhi keputusan pembelian. Konteks emosi ini beragam, bisa berupa kebahagiaan, nostalgia, rasa aman, kebanggaan, bahkan rasa takut akan kehilangan.
Dengan emotional marketing, brand tidak hanya dipandang menjual produk saja. Tetapi juga ikut menjadi bagian dari cerita hidup pelanggan, misalnya seperti iklan-iklan bulan ramadhan yang memberikan gambaran kehangatan keluarga.
Mengapa Emosi Penting dalam Pemasaran?
Ada beberapa alasan kenapa melibatkan emosi sangat penting untuk menjadi buying decision pelanggan. Simak selengkapnya di bawah ini.
1. Keputusan Pembelian
Banyak penelitian menunjukkan bahwa keputusan membeli sering kali lebih dipengaruhi oleh emosi dibanding logika. Konsumen bisa memilih produk tertentu karena merasa dekat walaupun harga yang ditawarkan lebih mahal.
2. Menciptakan Brand Loyalty
Hubungan emosional membuat konsumen bertahan lebih lama. Mereka tidak hanya membeli produk, tetapi juga merasa menjadi bagian dari komunitas brand tersebut.
3. Meningkatkan Daya Ingat
Iklan atau kampanye yang menyentuh perasaan lebih mudah diingat ketimbang sekadar menampilkan fitur produk, jadi pastikan kampanye kamu memiliki sudut pandang dan cerita yang baik.
4. Mendorong Word of Mouth
Konsumen cenderung membagikan pengalaman emosional mereka dengan orang lain, baik secara langsung maupun lewat media sosial. Hal ini biasanya sangat berpengaruh saat memutuskan untuk membeli sesuatu.
Jenis Emosi yang Sering Digunakan dalam Pemasaran
Berikut ini beberapa jenis emosi yang ditampilkan dalam melakukan kampanye pemasaran oleh beberapa brand.
1. Kebahagiaan
Iklan dengan nuansa ceria, penuh senyum, dan optimisme biasanya lebih sering dibagikan orang. Contoh: iklan saat bulan ramadhan yang menampilkan kebahagiaan keluarga saat merayakan lebaran.
2. Nostalgia
Brand sering menggunakan kenangan masa lalu untuk membangkitkan perasaan hangat, misalnya seperti suasana saat tahun 90-an atau saat masa sekolah.
3. Kebanggaan dan Inspirasi
Digunakan untuk membuat konsumen merasa lebih percaya diri atau termotivasi. Contoh: Nike dengan slogan Just Do It.
4. Rasa Aman
Banyak produk asuransi, makanan bayi, atau produk kesehatan menekankan emosi ini.
5. Fear of Missing Out (FOMO)
Strategi ini membuat konsumen merasa tidak ingin ketinggalan tren atau kesempatan, contoh: promo “terbatas” di marketplace.
Baca Juga:
- 3 Jenis Kampanye Marketing yang Bisa Bisnismu Manfaatkan Dari Isu #KaburAjaDulu
- 3 Trik Marketing yang Membuat Bisnismu Dikira Menerapkan "S3 Marketing"
- Jenis-jenis Offline Marketing yang Harus Mitra POS Ketahui
Strategi Penerapan Pemasaran Emosional
Setelah mengetahui tentang pemasaran emosional, berikut ini strategi yang mungkin kamu dan brand kamu bisa terapkan untuk memaksimalkan kampanye selanjutnya. Beberapa di antaranya sebagai berikut:
1. Kenali Audiens dengan Baik
Apa yang membuat mereka senang, takut, bangga, atau termotivasi? Data riset pasar sangat penting untuk memahami kebutuhan emosional audiens.
2. Gunakan Storytelling
Cerita yang menyentuh hati lebih kuat dibanding sekadar menjelaskan fitur produk. Buatlah narasi yang membuat konsumen merasa terhubung. Bawa mereka dalam cerita kemudian beri sentuhan promosi.
3. Visual dan Musik yang Tepat
Warna, desain, bahkan musik dalam kampanye sangat berpengaruh pada emosi konsumen. Misalnya, warna cerah cenderung memicu kebahagiaan, sedangkan warna gelap memberi kesan elegan.
4. Libatkan Konsumen
Kampanye yang mendorong interaksi, seperti user-generated content, bisa membangkitkan rasa bangga pada konsumen yang merasa ikut berkontribusi.
5. Konsistensi Brand Voice
Konsistensi adalah kunci, mungkin kamu tidak asing dengan frasa tersebut karena memang betul. Jika ingin tampil hangat dan ramah, pastikan semua kanal komunikasi melakukannya secara kompak.
View this post on Instagram
Tantangan dalam Pemasaran Emosional
Walaupun tampak mudah, ternyata pemasaran emosional ini punya tantangannya tersendiri. Salah satunya adalah harus autentik, ingin tau selengkapnya? Simak daftarnya di bawah ini.
1. Harus Autentik
Zaman sekarang serba canggih dan banyak informasi yang bertebaran di dunia maya, jadi sangat mungkin audiens mengetahui apakah kampanye yang dilakukan benar adanya atau tidak.
2. Tidak Boleh Berlebihan
Jika terlalu dramatis atau tidak sesuai kenyataan, kampanye justru bisa menimbulkan backlash.
3. Sulit Diukur
Dampak emosional tidak selalu bisa diukur secara kuantitatif. Dibutuhkan kombinasi metrik seperti engagement, sentiment analysis, dan penjualan untuk menilai keberhasilannya.
Tips Agar Pemasaran Emosional Sukses
- Gunakan testimoni nyata dari konsumen.
- Tampilkan sisi humanis brand, misalnya dengan memperlihatkan behind the scenes atau cerita karyawan.
- Ikut serta dalam isu sosial yang relevan, asalkan selaras dengan nilai brand.
- Jangan hanya fokus pada emosi positif; kadang rasa kehilangan atau keprihatinan juga bisa membangun koneksi yang kuat.
Kombinasikan Pemasaran Emosional dengan Solusi Jasa Ekspedisi Lion Parcel
Strategi pemasaran emosional akan terasa momentum apabila didukung dengan partner jasa pengiriman barang yang tepat seperti Lion Parcel. Jangan sampai jalinan emosional yang sudah terbangun dengan pelanggan kembali sirna dikarenakan barang atau paket yang dikirimkan telat datang ya!
Jasa pengiriman Lion Parcel menyediakan fitur canggih seperti sistem pelacakan real-time agar para pelanggan bisa mengecek keberadaan barangnya, selain itu juga didukung oleh ekosistem dari Lion Group membuat paket bisa aman begitu sampai.
Tak cuma itu, Lion Parcel juga menyediakan program PASTI (Paket Telat Sehari, Ongkir Diganti). Dimana jika paket yang dikirimkan oleh Lion Parcel lewat dari estimasi pengiriman, akan diganti ongkirnya.
Program PASTI berlaku untuk metode pembayaran dan layanan pengiriman:
-
- Non COD Ongkir: BOSSPACK
- COD Ongkir: BOSSPACK, REGPACK, JAGOPACK, dan BIGPACK
Program ini berlaku untuk transaksi pada layanan pengiriman melalui Agen dan Aplikasi Lion Parcel, tanpa ada biaya tambahan. Jadi, kirim paket tidak khawatir terlambat ya! Selengkapnya klik di sini.
Yuk, kirim paket sekarang di Lion Parcel.
Untuk penjemputan atau pick up paket kamu bisa klik di sini.
Untuk drop off paket ke agen terdekat bisa klik di sini.