Apa itu Eksportir: Jenis, Tugas dan Cara Melakukannya
Kegiatan jual beli lintas negara sekarang bukan lagi sesuatu yang rumit atau hanya bisa dilakukan perusahaan besar. Banyak pelaku usaha lokal, termasuk UMKM yang mulai berani memperluas pasarnya hingga ke luar negeri. Karena itulah, peran eksportir pun jadi krusial dalam rantai perdagangan global.
Jadi, jika sedang berencana menjalankan bisnis yang cakupannya luas, kamu bisa mempertimbangkan bisnis ekspor ini.
Nah, melalui artikel ini, kamu akan memahami apa itu eksportir, peran pentingnya dalam perdagangan internasional, jenis-jenisnya, sampai langkah strategis dan realistis untuk memulai bisnis ini di Indonesia.
Apa yang Dimaksud dengan Eksportir?
Secara sederhana, eksportir adalah individu, badan usaha, atau perusahaan yang menjual sekaligus mengirimkan barang atau jasa dari dalam negeri ke negara lain untuk tujuan perdagangan. Dengan kata lain, eksportir adalah pihak yang mengatur proses pengeluaran barang dari wilayah pabean Indonesia ke pasar global.
Eksportir sering kali disamakan dengan produsen, padahal keduanya tidak selalu sama. Produsen adalah pihak yang membuat barang, sedangkan eksportir adalah pihak yang bertanggung jawab menjual dan mengirimkannya ke luar negeri. Tapi, dalam praktiknya, satu perusahaan bisa saja merangkap dua peran ini sekaligus.
Contoh eksportir dalam kehidupan sehari-hari bisa kamu temui pada pelaku usaha kerajinan tangan yang mengirim produknya ke Jepang, penjual kopi lokal yang memasok biji kopi ke Eropa, atau pebisnis fashion yang rutin melakukan pengiriman produknya untuk memenuhi pesanan pembeli internasional.
Dalam perdagangan internasional, peran eksportir juga sangat strategis, yaitu:
- Penyedia devisa negara, dengan mendatangkan mata uang asing dari hasil penjualan ke luar negeri.
- Pendorong pertumbuhan ekonomi, berkat aktivitas ekspor yang meningkatkan produksi, memperluas industri, dan menciptakan lapangan kerja.
- Jembatan pasar global, karena menghubungkan produsen lokal dengan konsumen internasional.
- Pendukung stabilitas perdagangan, berkat devisa hasil ekspor yang membantu negara memenuhi kebutuhan impor barang strategis yang tidak diproduksi di dalam negeri.
Baca Juga:
- Strategi Kirim Paket ke Luar Negeri yang Murah, Tidak Ribet, dan Tetap Aman
- Pick Up Gratis Lion Parcel, Andalan Seller Online Kirim Paket Tanpa Ribet
- Mengenal Surat-Surat Penting dalam Proses Ekspor dan Impor
Jenis-jenis Eksportir
Saat ini, setidaknya ada empat jenis eksportir yang beredar, yaitu:
1. Eksportir Produsen
Merupakan pihak yang memproduksi barangnya sendiri, lalu menjual dan mengirimkannya ke luar negeri. Karena itulah, eksportir ini punya kendali penuh atas kualitas, kapasitas produksi, dan standar produk yang mereka kirimkan.
2. Eksportir Non-Produsen (Pedagang/Trader)
Eksportir non-produsen tidak membuat barang sendiri, tapi hanya sebagai perantara antara produsen lokal dan pembeli luar negeri. Pihak ini jugalah yang akan membantu produsen mengurus pemasaran dan dokumen ekspor.
3. Eksportir Skala Besar
Jenis ini biasanya dijalankan oleh perusahaan besar dengan volume ekspor tinggi dan jaringan distribusi internasional luas. Komoditas yang mereka ekspor biasanya datang dari sektor manufaktur dan komoditas.
4. Eksportir UKM atau Perorangan
Eksportir UKM dan perorangan umumnya hanya fokus pada produk ceruk seperti kerajinan, produk pertanian, tanaman hias, hingga perikanan. Meskipun terkesan kecil, tapi banyak eksportir Indonesia dari kategori ini yang sukses menembus pasar global.
Tugas dan Tanggung Jawab Eksportir
Menjadi eksportir bukan hanya soal menjual barang ke luar negeri, karena mereka harus mengemban beberapa tugas ini:
- Menjual dan memasarkan produk ke pembeli atau perusahaan asing.
- Menjalin komunikasi dan negosiasi dengan mitra internasional.
- Menjaga kualitas produk agar sesuai standar negara tujuan.
- Menyiapkan dan mengelola dokumen ekspor seperti invoice, packing list, dan dokumen pengiriman.
- Berkoordinasi dengan mitra logistik agar pengiriman berjalan aman dan tepat waktu.
- Memastikan kepatuhan terhadap regulasi ekspor-impor dan ketentuan bea cukai.
Cara Menjadi Eksportir di Indonesia
Jalan menjadi eksportir di Indonesia kini semakin terbuka untuk siapa saja, asalkan syarat dan prosedur yang kamu tempuh sesuai standar. Jika tertarik, beberapa hal yang wajib kamu persiapkan adalah:
Persyaratan
Agar dapat menjalankan kegiatan ekspor secara resmi, eksportir harus memenuhi beberapa persyaratan:
- Merupakan usaha atau perorangan resmi, entah dalam bentuk PT, CV, firma, maupun usaha perorangan yang sesuai dengan ketentuan.
- Punya NPWP sebagai identitas wajib pajak.
- Izin usaha yang sah, seperti SIUP atau izin industri sesuai bidang usaha.
- Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem OSS.
- Kepatuhan terhadap regulasi ekspor, termasuk perizinan khusus untuk produk tertentu dan ketentuan negara tujuan.
Cara Memulai Menjadi Eksportir
Jika persyaratan di atas sudah kamu penuhi, maka ikutilah beberapa langkah di bawah:
1. Menentukan Produk yang Akan Diekspor
Tentukan dulu produk apa yang ingin kamu jual ke luar negeri. Idealnya, pilih produk yang memang sudah kamu kuasai atau mudah kamu dapatkan secara konsisten. Pastikan produknya memiliki kualitas stabil, aman dikirim jarak jauh, dan tidak melanggar aturan ekspor.
2. Melakukan Riset Pasar dan Negara Tujuan
Setelah menentukan produknya, lakukan dulu riset pasar untuk tahu negara mana yang cocok, selera konsumen, standar kualitas, hingga regulasi impor di negara tujuan. Riset ini penting agar barang yang kamu kirim tidak tertahan atau bahkan ditolak saat masuk ke negara tujuan.
3. Menyiapkan Dokumen Ekspor
Dokumen ekspor adalah bagian krusial dalam proses pengiriman barang ke luar negeri, misalnya invoice, packing list, dan dokumen pengiriman.
Untuk produk tertentu, kamu mungkin juga harus menyediakan sertifikat tambahan sesuai ketentuan negara tujuan. Pastikan dokumennya lengkap agar proses bea cukai lancar dan mengurangi risiko kendala saat pengiriman.
4. Menentukan Metode Pengiriman dan Logistik
Pemilihan metode pengiriman harus kamu sesuaikan dengan jenis barang, berat, dan tujuan negara. Jika memulai usaha dari skala kecil hingga menengah, kamu bisa memilih jasa pengiriman internasional yang sudah berpengalaman agar proses lebih praktis.
Pastikan mitranya tepat, agar barang kirimanmu sampai dengan aman dan tepat waktu di negara tujuan.
5. Mencari Pembeli atau Mitra di Luar Negeri
Pembeli internasional bisa kamu temukan melalui berbagai cara, mulai dari marketplace global, media sosial, pameran dagang, hingga jaringan relasi bisnis.
Saat berkomunikasi dengan calon pembeli, pastikan informasi produk tersampaikan dengan jelas, termasuk harga, spesifikasi, dan sistem pengiriman, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
6. Menentukan Sistem Pembayaran yang Aman
Terakhir, tentukan sistem pembayaran yang aman dan sudah kamu sepakati bersama pembeli. Kejelasan sistem pembayaran ini akan membuat kerja sama bisnis kamu berjalan lebih lancar dan profesional.
Gunakan metode pembayaran internasional yang terpercaya untuk menghindari risiko penipuan atau keterlambatan pembayaran.
Solusi Pengiriman Ekspor Praktis dengan INTERPACK Lion Parcel
Seperti yang kamu baca sebelumnya, pengiriman adalah salah satu faktor krusial dalam ekspor. Untuk mendukung kebutuhan ini, Lion Parcel menghadirkan layanan INTERPACK sebagai solusi pengiriman internasional yang lebih praktis.
Layanan INTERPACK Lion Parcel ini mendukung pengiriman ke puluhan negara dengan proses yang lebih simpel, sehingga cocok untuk eksportir pemula maupun bisnis yang sudah berjalan.
Dengan prosedur yang jelas dan dukungan logistik yang terintegrasi, eksportir dapat lebih fokus mengembangkan pasar tanpa terbebani urusan teknis kirim paket ke luar negeri.
Karena itulah, INTERPACK Lion Parcel adalah partner yang tepat untuk memperlancar tujuanmu menjadi eksportir tepercaya. Jadi, segera siapkan persyaratannya, ikuti semua langkah di atas, dan gandeng INTERPACK untuk pengiriman paket ke pasar internasional!