Kamu awalnya mungkin tidak sadar, tapi setiap berkirim paket, ternyata bisa berdampak pada lingkungan. Melihat kondisi bumi sekarang, kamu tentu tidak mau turut terlibat memperparahnya, bukan? Nah, untungnya green logistic hadir sebagai solusi untuk mengurangi masalah ini selama pengiriman barang.
Sama seperti konsumen atau pengusaha, dunia logistik pun mulai sadar akan hal ini dan perlahan mengikuti sistem ini. Oleh karena itu, kamu sebaiknya mulai mempelajari soal hal ini dan beralih ke jasa ekspedisi barang yang juga menganut green logistic.
Di bawah kita akan kupas tuntas soal sistem logistik berkelanjutan ini hingga rekomendasi ekspedisi yang bisa jadi partner pengirimanmu. Yuk, intip detailnya!
Apa Itu Green Logistic?
Green logistic adalah konsep pengaturan aktivitas logistik dengan memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan.
Fokusnya tidak cuma soal cepat atau murah, tapi juga mengurangi jejak karbon, penggunaan energi, serta limbah selama proses pengiriman.
Contoh penerapannya antara lain penggunaan kendaraan listrik, menerapkan kemasan paket yang ramah lingkungan, hingga digitalisasi proses kirim barang.
Mengapa Green Logistic Penting?
Kamu mungkin penasaran, kenapa sih harus repot-repot pakai konsep logistik ramah lingkungan ini, toh yang penting barang sampai ke penerima dengan aman.
Nah, ini dia alasan kenapa konsep ini penting:
- Meningkatnya kesadaran lingkungan di kalangan konsumen dan pelaku bisnis.
- Dampak transportasi logistik terhadap emisi karbon dan pemanasan global. Sebab, ternyata sektor logistik termasuk penyumbang polusi terbesar, terutama dari aspek transportasinya.
- Tuntutan regulasi dan standar internasional, karena banyak negara yang mulai menerapkan aturan ketat soal emisi dan lingkungan, yang mau tidak mau harus diikuti pelaku logistik.
- Memberikan nilai tambah untuk brand dan loyalitas konsumen.
Lihat postingan ini di Instagram
Manfaat Penerapan Green Logistic
Jika semakin banyak bisnis jasa ekspedisi yang mulai menerapkan green logistic di Indonesia, maka akan banyak manfaat yang bisa didapat oleh berbagai pihak yaitu:
- Mengurangi jejak karbon dan pencemaran lingkungan, karena polusi udara dan limbah bisa ditekan secara signifikan.
- Efisiensi biaya operasional jangka panjang, karena pemakaian BBM, listrik, dan kemasan bisa lebih hemat.
- Mendorong inovasi dan teknologi ramah lingkungan, seperti pemanfaatan kendaraan listrik atau sistem digital untuk efisiensi.
- Membuka peluang kerja dan bisnis baru, karena membutuhkan
SDM (Sumber Daya Manusia) dan usaha-usaha yang lebih kreatif.
Tantangan Penerapan Green Logistic
Meski terdengar menarik dan punya banyak manfaat, penerapan green logistic pastinya tetap punya tantangan yang harus dihadapi, seperti:
1. Biaya Awal Investasi yang Cukup Besar
Kendaraan listrik, sistem digital, dan peralatan hemat energi butuh dana besar di awal penerapan sistem ini.
Investasi dalam aspek ini seringkali jadi penghambat, khususnya bagi pemilik UMKM. Perlu diingat, bukan hanya harga unitnya yang mahal, biaya maintenance kendaraan listrik atau peralatan hemat lingkungan juga lebih tinggi.
Kamu harus bersabar hingga jangka panjang apabila ingin merasakan efek hemat dari pergerakan ini.
2. Keterbatasan Infrastruktur
Stasiun pengisian kendaraan listrik, fasilitas daur ulang, dan jalur distribusi ramah lingkungan masih belum merata di Indonesia.
Jika hanya melihat area kota besar, memang sudah mulai tersedia. Tapi, untuk wilayah luar kota atau pedalaman, fasilitas ini sangat minim.
Jadi, meskipun perusahaan ekspedisi sudah menerapkan konsep ini di pusat, tapi akan ada hambatan untuk distribusi ke daerah terpencil.
3. Kurangnya Edukasi atau Kesadaran Pelaku Usaha dan Konsumen
Banyak pelaku logistik yang belum memahami pentingnya sustainability dalam bisnisnya. Mereka masih fokus di kecepatan dan harga murah, sehingga green logistic tidak terlalu jadi perhatian.
Dan harus diakui, masih banyak konsumen yang jarang mempertimbangkan aspek ramah lingkungan ketika memilih ekspedisi.
4. Adaptasi Teknologi dan Perubahan Proses Operasional
Penerapan teknologi baru seperti kendaraan listrik, sistem digitalisasi, atau manajemen limbah butuh pelatihan dari sisi pihak logistik.
Selain itu, proses kerja yang selama ini manual harus mulai beralih ke sistem otomatis. Tantangan ini juga sering menimbulkan resistensi dari karyawan atau mitra, karena perubahan budaya kerja dan pola pikir.
Cara Menerapkan Green Logistic dalam Bisnis Ekspedisi
Untuk mulai beralih ke dalam solusi ramah lingkungan ini, beberapa aspek yang perlu dilakukan adalah:
1. Menggunakan Kendaraan Listrik atau Biofuel
Memakai kendaraan listrik atau biofuel bisa bantu kurangi emisi gas rumah kaca dan polusi suara. Selain itu, biaya bahan bakar jadi lebih hemat dalam jangka panjang karena kendaraan listrik lebih efisien.
Ya, meski biaya awalnya mahal, tapi bisa jadi investasi jangka panjang yang menguntungkan.
2. Optimasi Rute Pengiriman untuk Efisiensi BBM
Menggunakan GPS atau software route optimization bisa membantu kurir memilih jalur tercepat, menghindari kemacetan, dan mengurangi waktu tempuh. Dengan begitu, konsumsi BBM bisa ditekan dan emisi kendaraan pun berkurang. Pada akhirnya, pengiriman pun jadi lebih cepat dan hemat biaya.
3. Pemakaian Kemasan Daur Ulang atau Ramah Lingkungan
Pengirim paket atau bisnis sebaiknya mulai memakai kardus daur ulang, plastik biodegradable, atau kertas pelindung yang mudah terurai. Jangan lupa, pilih kemasan yang sesuai ukuran barang agar tidak boros bahan.
4. Digitalisasi Proses untuk Mengurangi Kertas dan Limbah
Proses pengiriman seperti resi, invoice, hingga tracking paket kini bisa dilakukan digital. Jadi, penggunaan e-resi dan invoice digital bisa mengurangi limbah kertas dan lebih efisien.
Sementara itu, pelacakan online juga membantu agar proses kirim barang jadi lebih transparan, rapi, dan efisien.
5. Edukasi Kurir dan Agen tentang Prinsip Sustainability
Karena merupakan ujung tombak dalam penerapan green logistic, maka kurir dan agen ekspedisi perlu dibekali pelatihan soal pentingnya hemat energi, cara mengelola sampah, dan proses pengiriman yang ramah lingkungan.
Ketika semuanya serentak, otomatis efek positif terhadap lingkungan akan lebih besar.
6. Kolaborasi dengan Supplier atau Mitra Bisnis Ramah Lingkungan
Pilihlah supplier atau mitra yang punya komitmen yang pada sustainability. Kerja sama ini bisa berupa pemakaian bahan kemasan ramah lingkungan, kendaraan hemat energi, atau sistem digital yang minim limbah. Kolaborasi seperti inilah yang menjadikan rantai distribusi lebih hijau dan kuat.
Baca juga:
-
Apa Itu First Mile Delivery? Ini Pengertiannya dalam Logistik
-
Solusi Pengiriman Andal: Ini Cara Memilih Layanan Lion Parcel yang Sesuai
-
Apa Itu Logistik? Ini Penjelasan Lengkap Mulai dari Fungsi hingga Jenis-jenisnya
Langkah-Langkah Lion Parcel Menuju Green Logistic
Nah, sebagai salah satu pelaku ekspedisi ternama, jasa ekspedisi Lion Parcel juga tidak mau ketinggalan untuk menerapkan green logistic ini. Lewat campaign #LogistikBaik, Lion Parcel mulai bergerak ke arah green logistic dengan beberapa upaya nyata ini:
- Fokus digitalisasi untuk kurangi kertas.
- Manajemen limbah logistik untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA.
- Program donasi barang bekas layak pakai, sehingga usia pakai barang lebih panjang dan mengurangi limbah.
- Uji coba kendaraan ramah lingkungan.
- Opsi packaging ramah lingkungan buat konsumen.
Peran Konsumen dalam Mendukung Green Logistic
Tidak cuma pelaku bisnis, kamu sebagai konsumen juga bisa ambil bagian untuk mendukung gerakan ini melalui langkah berikut:
- Pilih jasa ekspedisi yang berkomitmen ke sustainability.
- Gunakan kemasan ulang yang masih layak.
- Kirim paket dalam jumlah optimal agar efisien.
- Mengedukasi orang sekitar agar peduli tentang pentingnya logistik ramah lingkungan.
Dukung Green Logistic Bersama Lion Parcel
Nah, kalau kamu lagi cari jasa ekspedisi yang peduli lingkungan, sudah pasti Lion Parcel bisa jadi pilihan tepat. Dengan berbagai langkah menuju sistem logistik berkelanjutan, layanan Lion Parcel tidak cuma kirim cepat, tapi juga peduli bumi.
Yuk, kirim paketmu sekarang lewat ekspedisi terdekat seperti Lion Parcel dan jadi bagian dari gerakan green logistic di Indonesia!