Mengenal Strategi Cross Selling, Cara Cerdas Tambah Cuan Bisnismu

Mengenal Strategi Cross Selling, Cara Cerdas Tambah Cuan Bisnismu

Penulis
Danish Syahputra
Tanggal publish
30 Mei 2025

Penjualan dalam bisnis itu bukan cuma soal menjual produk utama atau yang lagi di-highlight, tapi bagaimana kamu bisa memaksimalkan setiap transaksinya. Salah satu cara yang sering dipakai brand-brand besar dan terbukti ampuh ialah strategi cross selling.

 

Strategi ini bukan cuma cocok buat perusahaan besar, tapi juga bisa sekali diterapkan di berbagai skala bisnis, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan toko online. Jadi meskipun usaha kamu masih merintis, strategi ini bisa untuk ditiru.

 

Nah, apabila kamu mau tahu lebih dalam tentang pengertian strategi pemasaran cross selling, bedanya dengan upselling,  manfaat, strategis efektif, sampai contoh penerapannya, mari ikuti artikel ini sampai habis!

Apa Itu Strategi Cross Selling?

pengertian strategi cross selling

 

Cross selling adalah strategi menjual atau penawaran pada produk tambahan yang nyambung dengan produk utama yang pelangganmu beli. Tujuannya bukan sekadar jualan lebih banyak, tapi sekaligus berikan nilai tambah buat konsumen, menambah nilai transaksi, sampai membangun loyalitas ke brand-mu.

 

Baca juga: Biar Tidak Kalah Saing, Tingkatkan Brand Awareness Kamu dengan Cara Ini!

 

Apabila masih bingung, ada tiga contoh sederhana strategi cross selling yang mungkin sering kamu temui:

  • Ketika membeli smartphone, kamu ditawari case atau tempered glass.
  • Ketika pesan makanan online, kamu disarankan nambah minuman atau dessert.
  • Ketika booking hotel, ada opsi sewa mobil atau paket wisata.
 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Lion Parcel (@lionparcelid)

Perbedaan Cross Selling dan Upselling

beda strategi cross selling dan upselling

 

Saat mendengar istilah cross selling, beberapa dari kamu sepertinya berpikir ini sama dengan upselling. Padahal, keduanya berbeda, loh!

 

Biar tidak tertukar, kamu harus tahu bedanya dulu, nih. Strategi cross selling adalah upaya menawarkan produk tambahan atau pelengkap yang relevan dengan produk utama.

 

Sementara upselling ialah menawari konsumen produk yang lebih mahal atau versi upgrade dari yang telah mereka pilih sebelumnya.

 

Contohnya saat kamu beli laptop, nih. Upselling itu saat kamu ditawari seri yang lebih bagus dengan spek lebih canggih. Sedangkan jika penjual memakai cross selling, kamu akan ditawari tas laptop atau mouse.

 

Karena keduanya beda, maka penting sekali buat pebisnis untuk memahami perbedaan keduanya supaya strategi yang dijalankan tepat sasaran.

 

Baca juga: Cara Branding Bisnis Online: Tingkatkan Daya Tarik Produkmu!

Manfaat Strategi Cross Selling bagi Bisnis

manfaat strategi cross selling

 

Apabila kamu memutuskan menerapkan strategi ini, ada beberapa sejumlah manfaat yang akan dirasakan bisnis, yaitu: 

  • Meningkatkan pendapatan dari satu transaksi: Dengan mamasukkan produk pelengkap, kamu bisa menambah total belanjaan per transaksi tanpa harus cari pelanggan baru.
  • Memberikan nilai tambah ke pelanggan: Produk tambahan yang sesuai akan membuat pelanggan merasa lebih puas karena kebutuhannya terpenuhi dalam satu waktu.
  • Memperpanjang customer lifetime value (CLV): Apabila  pelangganmu nyaman dan puas, mereka akan lebih mungkin belanja ulang di tempat kamu.
  • Mengurangi biaya akuisisi pelanggan baru: Fokus ke pelanggan yang ada bisa membantumu hemat budget promosi dibanding terus-terusan cari pelanggan baru.
  • Meningkatkan loyalitas dan kepuasan pelanggan: Pelanggan pasti senang apabila merasa diperhatikan. Ketika mereka merasa mendapatkan rekomendasi produk yang sesuai dengan kebutuhan, pelanggan bukan hanya merasa puas, mereka juga kemungkinkan akan lebih loyal dengan bisnismu. 

Strategi Cross Selling yang Efektif untuk Bisnis Kamu

strategi cross selling

 

Jika kamu mau coba strategi ini, pastikan ya untuk mengikuti tujuh strategi ini agar hasilnya efektif:

1. Pahami Kebutuhan Pelanggan Secara Mendalam

Langkah pertama, kamu perlu benar-benar mengenali siapa pelangganmu dan apa saja kebutuhan mereka. Lakukan riset dengan melihat data transaksi sebelumnya untuk mencari tahu produk apa yang sering dibeli bersamaan atau apa saja kebiasaan belanja mereka.

 

Misalnya, jika banyak pelanggan beli sepatu, biasanya mereka juga tertarik sama kaos kaki atau produk perawatan sepatu. Data-data ini bisa kamu manfaatkan buat membuat rekomendasi produk tambahan yang lebih relevan dan sesuai.

2. Gunakan Data dan Rekomendasi Otomatis (AI/Algoritma)

Di era digital seperti sekarang, kamu bisa memanfaatkan fitur "Rekomendasi Produk" di toko online atau marketplace untuk cari tahu kebutuhan konsumen. Sekalian manfaatkan algoritma atau AI yang bisa membaca pola belanja pelanggan dan menyarankan produk pelengkap secara otomatis.

 

Jangan lupa, lakukan juga segmentasi pelanggan berdasarkan kategori produk atau jenis belanjaan mereka supaya kamu bisa lebih mudah menyasar produk pelengkap yang tepat ke tiap segmen ini.

3. Tawarkan di Waktu yang Tepat (Saat Checkout atau Follow-up)

Timing itu salah satu faktor penentu keberhasilan cross selling, lho. Karena itu, kamu tidak boleh asal tawarin produk tambahan terlalu cepat atau terlalu lambat.

 

Nah, momen yang paling pas biasanya saat konsumenmu berada di halaman checkout, karena mereka sudah siap melakukan pembelian, atau setelah transaksi lewat follow-up.

 

Namun, pastikan kamu tidak terkesan memaksa ya, karena ini malah membuat mereka merasa kurang nyaman.

4. Buat Paket Bundling yang Menarik

Kamu bisa menggabungkan beberapa produk sekaligus dengan harga lebih ekonomis dalam satu paket.

 

Bukan hanya membuat pelanggan merasa lebih hemat, bundling ini juga bisa meningkatkan rata-rata nilai transaksi di bisnismu.

 

Contohnya, buat paket spesial saat promo musiman seperti Lebaran, Natal, Back to School, atau Harbolnas. Paket seperti ini biasanya lebih menarik karena pelanggan merasa dapat penawaran yang lebih untung.

 

Baca juga: 3 Cara Branding Produk yang Bikin Bisnismu Cepat Dikenal

5. Komunikasikan Manfaat Produk Tambahan dengan Jelas

Waktu menawarkan produk tambahan, jangan cuma kasih daftar harga. Jelaskan juga apa manfaatnya, kenapa konsumenmu butuh produk tersebut, dan bagaimana produk itu bisa membantu mereka.

 

Karena itu, pastikan kamu berfokus pada nilai guna, bukan sekadar harganya. Misalnya, apabila pelanggan beli tas, kamu bisa jelaskan bahwa dengan membeli rain cover, tasnya bakal lebih awet dan tidak gampang rusak saat hujan.

6. Gunakan Email Marketing untuk Follow-up

Setelah transaksi selesai, jangan langsung lepas konsumen begitu saja. Kamu bisa kirim email berisi rekomendasi produk tambahan yang masih relevan dengan pembelian sebelumnya.

 

Tambahkan juga penawaran menarik seperti diskon eksklusif, limited offer, atau gratis ongkir supaya pelanggan makin tertarik buat belanja lagi. Cara ini efektif dalam membangun hubungan jangka panjang dan meningkatkan repeat order dari pelanggan loyalmu.

7. Latih Tim Sales atau Admin Toko

Jika kamu punya tim sales atau admin toko, pastikan mereka paham cara menawarkan produk tambahan dengan sopan dan ramah. Hindari cara yang terlalu memaksa karena bisa bikin pelanggan tidak nyaman.

 

Latihlah mereka untuk membaca situasi, mengenali tipe pelanggan, serta mampu menyampaikan manfaat produk pelengkap dengan cara yang halus tapi tetap persuasif.

 

Baca juga: 

Contoh Penerapan Cross Selling di Berbagai Bisnis

penerapan  strategi cross selling

 

Supaya makin kebayang dan penjelasan sebelumnya masuk akal, ini beberapa contoh contoh strategi cross selling di berbagai bisnis:

  • Bisnis toko online: Saat pelanggan beli baju, tawarkan juga aksesoris atau sepatu yang cocok.
  • Bisnis makanan dan minuman: Saat pelanggan pesan burger, kamu bisa menawarkan kentang goreng atau minuman spesial.
  • Bisnis jasa pengiriman: Saat pelanggan pesan paket kirim barang, tawarkan tambahan asuransi, atau pengiriman lebih cepat.

Optimalkan Pengiriman Produk dengan Lion Parcel

strategi cross selling: pengoptimalannya

 

Setelah menerapkan strategi cross selling, jangan lupa memastikan pengiriman produk kamu juga berjalan lancar. Karena itulah, jasa pengiriman Lion Parcel siap bantu bisnis kamu dengan layanan pengiriman cepat, aman, dan jangkauan luas ke seluruh Indonesia.

 

Kamu bisa kirim produk ke pelanggan tanpa ribet, dan lebih percaya diri soal keamanannya. Layanan Lion Parcel yang beragam pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengirimanmu, nih.   

 

Jadi, tunggu apa lagi? Saatnya maksimalkan bisnismu dengan strategi cross selling yang tepat dan kirim paketnya bersama jasa ekspedisi Lion Parcel!

 

#strategibisnis #tipsmemulaibisnis #jasapengiriman
Mau kirim paket tapi males keluar rumah?
Cobain Pick-up sekarang!
logo-btn.png
Kirim sekarang

Lihat promo spesial!

logo-btn.png
Semua promo