Siapa yang setuju, kalau kirim barang ke luar negeri saat ini sudah tak sesulit dulu. Entah itu barang pribadi atau yang bersifat komersial dan bisnis, kamu bisa mengirimnya ke negara lain dengan aturan tertentu. Tapi, gimana dengan kirim obat ke luar negeri?
Penting untuk kamu catat, bahwa kirim paket ke luar negeri itu ada aturannya, mengingat ada banyak yang rentan disalahgunakan. Jadi, sebelum mengirimkannya, kamu wajib paham apa saja syarat dan aturannya. Karena itu, temukan cara kirim obat ke luar negeri yang bisa kamu pelajari, termasuk jenis obat, syarat dokumen, aturan di negara tujuan, dan lain di sini!
Apakah Bisa Kirim Obat ke Luar Negeri?
Bagi kamu yang masih bingung tentang apa boleh kirim obat ke luar negeri, maka jawabannya adalah boleh. Tapi, ada syarat dan regulasi khusus yang wajib kamu patuhi. Proses pengirimannya tidak boleh dilakukan sembarangan, karena ada pengawasan ketat dari lembaga yang berwenang.
Berbeda dengan barang lain, kamu hanya bisa mengirim paket obat untuk keperluan pribadi, tidak boleh untuk kebutuhan komersial dan bisnis. Biasanya, hanya perusahaan farmasi berizin saja yang dapat melakukan impor-ekspor obat, tentu saja dengan persyaratan ketat sesuai aturan negara masing-masing.
Setiap negara punya aturan khusus terkait hal ini. Jika kamu tidak mematuhinya, maka kemungkinan besar obat tersebut akan disita atau dihancurkan. Selain itu, semua ekspedisi internasional juga punya kebijakan masing-masing khusus untuk obat. Tidak semua obat bisa bergerak bebas.
Baca juga: Panduan Penjual: Barang yang Tidak Boleh Dikirim ke Luar Negeri
Jenis Obat-obatan yang Umumnya Diperbolehkan
Setelah tahu apakah bisa kirim obat ke luar negeri, yaitu bisa, langkah selanjutnya adalah tahu apa saja jenis obat-obatannya. Sebab, tak semua obat bisa kamu kirim ke luar negeri seenaknya.
Hanya ada beberapa jenis obat yang umumnya diperbolehkan, yaitu:
1. Obat Pribadi (Prescription Medication)
Jika kamu, temanmu, atau anggota keluargamu jatuh sakit di luar negeri dan butuh obat dari Indonesia, maka kamu bisa mengirimnya dari sini. Tapi, jangan lupa buat memasukkan resep dokter ke dalam paket, ya! Pastikan bahwa jumlahnya tidak banyak, biasanya maksimal 2kg.
Jumlah maksimal tersebut mungkin berbeda di setiap negara. Terlebih untuk kategori sirup, mengingat hampir semua paket dikirimkan via jalur udara. Ada batasan cairan yang bisa kamu bawa ke pesawat, sehingga perlu diperhatikan.
Jadi, jangan ragu buat bertanya ke admin ekspedisi terdekat. Tujuannya agar lembaga berwenang di negara tujuan tidak menaruh curiga pada paket yang kamu kirimkan.
2. Obat Bebas (OTC)
Berbeda dengan obat pribadi, pengiriman obat bebas seperti paracetamol, vitamin, suplemen, dan lain-lain tidak perlu resep dokter. Tapi, jumlahnya juga terbatas jika untuk penggunaan pribadi. Jangan lupa untuk mengecek aturan tiap negara mengenai batas pengiriman obat bebas.
3. Obat Herbal
Kamu juga bisa mengirim obat herbal dari Indonesia ke negara lain. Dengan catatan, obat tersebut sudah punya izin edar dari BPOM. Apabila belum atau tidak punya izin edar, kamu tidak bisa mengirimnya. Jumlah obatnya pun terbatas, tidak boleh banyak-banyak.
Baca juga: 5 Tips Kirim Paket ke Luar Negeri Melalui Ekspedisi Terdekat
Jenis Obat yang Dilarang
Selain jenis obat yang boleh dikirim ke luar negeri, ada juga beberapa jenis obat yang tidak boleh kamu kirimkan. Beberapa contohnya adalah obat narkotika, psikotropika, dan obat-obatan terlarang. Pengiriman obat-obatan tersebut dilarang keras. Kamu bisa terkena ancaman pidana jika mengirimnya.
Baca juga: Ciri Modus Penipuan Paket Luar Negeri & Tips Menghindarinya
Syarat dan Dokumen Pengiriman
Lalu, apa saja syarat kirim obat ke luar negeri? Sebelum mengirim, pastikan kamu punya dokumen umum dan persyaratan negara tujuan berikut!
Dokumen Umum
Beberapa dokumen umum yang harus kamu siapkan adalah:
- Fotokopi resep dokter, khusus untuk obat resep (prescription medication).
- Fotokopi KTP atau paspor pengirim dan penerima.
- Surat pernyataan penggunaan pribadi.
- Izin dari BPOM, khusus untuk obat herbal dan jika negara tujuan memintanya.
Peraturan dari Negara Tujuan
Seperti pada penjelasan di atas, setiap negara punya aturan dan regulasi berbeda saat menerima paket berisi obat.
Beberapa contoh regulasi tersebut adalah:
1. Jepang
Aturan sangat ketat, hanya bisa mengirim obat yang disetujui oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Jepang (MHLW). Jumlah maksimal pengiriman adalah persediaan 1 bulan untuk obat resep dan persediaan 2 bulan untuk obat bebas. Tidak boleh mengandung lebih dari 10% pseudoefedrin.[1]
2. Australia
Aturan sangat ketat, harus melalui proses registrasi dan penilaian oleh TGA jika untuk komersial. Jika untuk penggunaan pribadi, kamu boleh mengirim paket obat untuk persediaan 3 bulan, tapi harus dalam kemasan asli dan mudah dibaca.[2]
3. Singapura
Aturan sangat ketat, kamu butuh faktur yang mencantumkan detail produk, sertifikat pendaftaran jika terdaftar di Singapura, dan bukti resep dokter. Khusus untuk obat pribadi, kamu hanya boleh mengirimkannya ke anggota keluarga. Kamu mungkin perlu mengajukan izin ke Health Sciences Authority (HSA).[3]
Untuk lebih lengkapnya lagi, jangan lupa untuk cekaturan bea cukai negara tujuan agar tahu lebih jauh tentang regulasinya ya! Hal ini untuk menghindari adanya pengiriman paket yang ditolak.
Lihat postingan ini di Instagram
Cara Kirim Obat ke Luar Negeri dengan Aman
Buat kamu yang bertanya-tanya tentang bagaimana cara kirim obat ke luar negeri, ada beberapa langkah yang perlu kamu ikuti:
1. Gunakan Jasa Pengiriman Tepercaya
Hal pertama yang harus perhatikan adalah jasa ekspedisi. Pastikan kamu memilih jasa ekspedisi tepercaya dan punya reputasi baik seperti jasa pengiriman Lion Parcel. Buat kamu yang mau kirim obat ke luar negeri via Lion Parcel, ada layanan INTERPACK yang bisa kamu gunakan. Pengirimannya pasti cepat dan aman.
Baca juga: Tips Kirim Paket Ke Luar Negeri Dengan Efisien
2. Pastikan Pengemasan Obat Rapi
Selanjutnya, kamu perlu memastikan jika pengemasan obat sudah rapi. Gunakan bubble wrap untuk botol atau blister. Jangan lupa untuk memasukkan dokumen dalam satu amplop di dalam paket. Tambahkan label "Personal Use – Medicines" di luar paket untuk mempermudah sorting di negara tujuan.
3. Hindari Kirim Jumlah Besar
Seperti penjelasan di atas, batasi jumlah obat sesuai kebutuhan pribadi agar tidak dicurigai sebagai distribusi komersial. Hanya perusahaan farmasi berizin saja yang boleh melakukan ekspor-impor obat komersial. Syarat dan aturannya jelas lebih ketat dari obat pribadi.
Tips Kirim Obat ke Luar Negeri agar Tidak Tertahan
Masalah yang paling sering terjadi saat mengirim obat ke luar negeri adalah obat tertahan di bea cukai negara tujuan.
Karena itu, kamu bisa mengikuti tips-tips berikut ini!
- Cek aturan negara tujuan di situs resmi bea cukai mereka.
- Jangan kirim obat yang tidak terdaftar di BPOM.
- Gunakan kemasan asli dan jangan memindahkan obat ke wadah lain.
- Kirim melalui jasa yang menyediakan tracking & customer support seperti Lion Parcel.
Kenapa Harus Kirim Paket ke Luar Negeri Pakai Lion Parcel?
Ada banyak alasan kenapa kamu harus menggunakan jasa pengiriman Lion Parcel, yaitu:
- Punya layanan INTERPACK, khusus untuk pengiriman internasional.
- Bisa kirim berbagai jenis barang, termasuk obat pribadi.
- Jangkauan ke lebih dari 50 negara.
- Layanan cepat, tarif kompetitif, dan customer service yang responsif.
- Tersedia fitur cek resi real-time agar pengiriman lebih tenang dan aman.
- Bisa pick up gratis!
Gunakan ekspedisi Lion Parcel sebagai andalan kirim obat ke luar negeri! Kamu bisa tenang karena paket akan sampai ke tujuan dengan aman, karena Lion Parcel Berani Diandelin.