Cara Menghitung THR Karyawan Tetap, Kontrak, dan Freelance

Cara Menghitung THR Karyawan Tetap, Kontrak, dan Freelance

Penulis
Rizki Astuti
Tanggal publish
27 Februari 2026

Cara menghitung THR (Tunjangan Hari Raya) merupkan hot topic menjelang Lebaran. Bukan hanya karyawan yang ingin memastikan haknya terpenuhi, tapi juga pemilik usaha dan penjual yang perlu mengatur arus kas dengan lebih rapi. Jika keliru, bisa-bisa ada masalah ketenagakerjaan.

 

Di sisi lain, THR juga merupakan momentum krusial untuk mengatur keuangan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun pengembangan usaha. 

 

Karena itu, buat para karyawan dan pemilik bisnis, yuk cek dulu cara menghitung THR sesuai aturan, contoh, sampai tips memaksimalkan THR agar tidak menyesal di kemudian hari!

Mengenal Konsep THR di Indonesia

apa itu THR

 

Sebelum masuk ke hitung-hitungan, mari kita bahas dulu soal beberapa konsep dasar THR yang berlaku di Tanah Air.

Pengertian THR

Tunjangan Hari Raya atau THR merupakan pendapatan non-upah yang wajib perusahaan berikan kepada karyawan menjelang hari raya keagamaan sesuai dengan agama yang pekerjanya anut. 

 

Jika kita sederhanakan, THR bukanlah bonus sukarela yang bisa diberikan atau tidak, tapi hak normatif karyawan yang dilindungi oleh aturan ketenagakerjaan di Indonesia.

 

Beberapa fungsi dan tujuan THR bagi karyawan ataupun pemilik bisnis antara lain:

  • Menolong karyawan memenuhi kebutuhan finansial mereka saat menyambut hari raya keagamaan.
  • Menunjang biaya perayaan hari besar, entah untuk kebutuhan ibadah maupun keluarganya.
  • Menjaga kesejahteraan serta stabilitas ekonomi pekerja pada periode pengeluaran tinggi
  • Wujud apresiasi perusahaan atas kontribusi karyawan selama ini.
  • Mendorong loyalitas  karyawan sekaligus dan hubungan industrial yang lebih sehat di perusahaan.

Pihak yang Berhak Menerima THR

Biasanya THR diberikan kepada pekerja yang memiliki hubungan kerja aktif dan telah bekerja minimal satu bulan, yang biasanya mencakup:  

  • Karyawan tetap.
  • Karyawan kontrak.
  • Karyawan harian lepas atau freelance.
  • Pekerja paruh waktu (part-time).
  • Karyawan yang sedang cuti, selama bukan cuti tidak dibayar.
  • Karyawan yang resign atau terkena PHK, dengan syarat tertentu sesuai aturan.

Sementara itu, perusahaan tidak wajib membayarkan THR untuk karyawan magang, kecuali perusahaan punya kebijakan internal yang mengaturnya.

Dasar Hukum THR di Indonesia

Pemberian THR di Indonesia memiliki landasan hukum yang jelas dan saling melengkapi. Beberapa regulasi yang mengatur THR antara lain:

Jika ada perusahaan yang tidak membayarkan THR sesuai aturan di atas, maka berisiko membayar denda sebesar lima persen dari total THR yang wajib mereka keluarkan dan, sanksi administratif, hingga pembekuan kegiatan usaha.

 

Baca Juga: 

Ketentuan Penerima THR di Indonesia

Ketentuan penerima THR di Indonesia

 

Nominal THR tidak sama antar karyawan, karena menyesuaikan beberapa ketentuan:

1. Masa Kerja Sama Dengan atau Lebih dari 12 Bulan

Jika masa kerjanya sudah mencapai 12 bulan, maka pekerja berhak mendapatkan THR sebanyak sebulan gaji penuh. Gaji tersebut sudah mencakup gaji pokok dan tunjangan tetap yang mereka dapatkan dengan rutin.

2. Masa Kerja Kurang dari 12 Bulan (Proporsional)

Bagi karyawan yang belum bekerja setahun, maka perhitungan THR secara proporsional. 

 

Rumus menghitung THR untuk mereka adalah: Masa Kerja ÷ 12 × Gaji Bulanan

2. Status Hubungan Kerja

Penentuan THR bergantung pada jabatan atau posisi pekerja, tapi masa kerja dan status hubungan kerja yang masih aktif. Selama karyawan masih terdaftar sebagai pekerja aktif, hak THR mereka tetap melekat.

3. THR Tidak Berdasarkan Jabatan

Rumus THR staf, supervisor, maupun manajer menggunakan rumus yang sama. Bedanya hanya pada besaran gaji yang menjadi dasar perhitungan THR masing-masing jabatan.

Rumus dan Contoh Perhitungan THR Karyawan Tetap, Kontrak, dan Freelance

rumus dan cara menghitung thr

 

Nah, ini contoh dan cara menghitung THR karyawan tetap, kontrak, serta freelance:

1. Karyawan Tetap

Bagi karyawan tetap yang sudah bekerja minimal setahun, maka sesuai ketentuan sebelumnya, dia berhak mendapatkan THR sebanyak sebulan gaji.

 

Contoh: Azka telah bekerja selama tiga tahun di sebuah perusahaan periklanan dengan gaji Rp6.000.000 per bulan. Maka, menjelang hari raya, THR yang berhak Azka dapatkan adalah Rp6.000.000.

2. Karyawan Kontrak

Karena perhitungan THR karyawan kontrak berlangsung proporsional sesuai masa kerja, maka rumusnya tadi adalah masa kerja ÷ 12 x gaji bulanan.

 

Maka, contoh dan cara menghitung THR karyawan kontrak ini adalah:

 

Sinta bekerja selama 7 bulan di perusahaan jual beli alat kesehatan dengan gaji Rp4.000.000 per bulan. Maka THR yang ia dapatkan adalah:

 

 6 ÷ 12 x Rp4.000.000 = Rp2.000.000.

3. Karyawan Harian Lepas atau Freelance

Bagi karyawan harian lepas atau freelance, perhitungan THR-nya berdasarkan jumlah hari kerja dalam satu tahun.

 

Rumusnya: (Jumlah hari kerja dalam 1 tahun ÷ 365) x Rata-rata gaji bulanan.

 

Misalnya, Budi bekerja selama 200 hari dalam setahun dengan rata-rata gaji bulanan Rp3.000.000. Maka THR yang diterima adalah:

 

(200 ÷ 365) x Rp3.000.000 = Rp1.645.000.

Tips Menggunakan THR Dengan Bijak dan Anti Menyesal

tips menggunakan thr secara optimal

 

Jika kamu adalah karyawan yang menerima THR, jangan langsung hamburkan uang untuk bersenang-senang. Sebab, hal seperti ini mendatangkan penyelasan di akhir. Karena itu, kamu bisa ikuti beberapa tips ini:

1. Prioritaskan Kewajiban Utama

Gunakan THR untuk membayar zakat, cicilan, atau utang yang sudah jatuh tempo agar kondisi keuanganmu tetap sehat setelah hari raya.

2. Buat Anggaran Sebelum Belanja

Merencanakan anggaran membantumu mengontrol pengeluaran dan menghindari pemborosan yang tidak saat hari raya.

3. Sisihkan untuk Tabungan dan Dana Darurat

Usahakan menyisihkan minimal 10 hingga 20% dari THR untuk tabungan atau dana darurat. Dana ini bisa kamu manfaatkan untuk perlindungan keuangan jangka panjang.

4. Hindari Belanja Impulsif

Diskon musiman saat hari raya memang menggoda, tetapi kamu harus tetap mengendalikannya agar pengeluaran tidak melampaui rencana.

5. Evaluasi Pengeluaran Setelah Lebaran

Melakukan evaluasi akan membantu kamu belajar mengelola THR dengan lebih baik di tahun berikutnya.

 

Maksimalkan Kirim Barang dalam Jumlah Banyak dengan BIGPACK Lion Parcel

Menjelang hari raya, aktivitas bisnis biasanya ikut meningkat, mulai dari penambahan stok hingga volume pengiriman yang lebih besar. Pada kondisi ini, kamu butuh jasa logistik perusahaan yang profesional dan efisien.  

 

Nah, khusus pengiriman barang besar dan berat atau cargo dalam jumlah banyak, BIGPACK FAST Lion Parcel dapat menjadi pilihan yang praktis dengan ongkir yang lebih terjangkau. Berkat jaringan Lion Parcel yang luas, proses pengiriman pun lebih mudah melalui Lion Parcel terdekat sesuai kebutuhan usahamu. Kamu bisa kirim paket besar dan cepat pakai BIGPACK FAST.

 

Nah, pada akhirnya cara menghitung THR yang tepat dan pengelolaan operasional yang baik, pelaku usaha dapat menjaga kewajiban finansial sekaligus memastikan distribusi barang tetap berjalan optimal. 

 

 

#tipskeuangan
Mau kirim paket tapi males keluar rumah?
Cobain Pick-up sekarang!
logo-btn.png
Kirim sekarang

Lihat promo spesial!

logo-btn.png
Semua promo