Selama ini, saham dan emas selalu dianggap sebagai pilihan utama untuk melakukan investasi. Keduanya sangat populer dikarenakan cukup liquid dan memiliki potensi keuntungan yang menjanjikan.
Tapi tahukah kamu jika sebenarnya banyak pilihan instrumen investasi lainnya yang bisa dijadikan sebagai alternatif yang dapat disesuaikan dengan tujuan finansial setiap individu.
Artikel ini akan membahas beberapa pilihan investasi selain saham dan emas, mulai dari yang berorientasi pada aset riil hingga instrumen finansial lain yang terus berkembang.
Mengapa Perlu Melirik Investasi Alternatif?
Diversifikasi adalah salah satu prinsip dalam melakukan investasi. Apa itu diversifikasi? Diversifikasi adalah strategi untuk tidak menaruh semua dana pada satu jenis instrumen saja. Dengan diversifikasi, risiko kerugian bisa diminimalisir meski salah satunya sedih merugi.
Selain itu, kondisi ekonomi global yang sedang fluktuatif sehingga harga saham dan emas bisa berubah sewaktu-waktu. Jadi kamu bisa membuka peluang keuntungan dari satu pintu saja dan menjaga stabilitas keuangan meskipun instrumen sedang tidak baik.
1. Properti
Investasi properti merupakan salah satu pilihan yang paling klasik dan masih relevan hingga saat ini. Baik berupa rumah, apartemen, ruko, maupun tanah, properti memiliki kecenderungan mengalami kenaikan nilai dari tahun ke tahun.
Keuntungan dari investasi properti:
- Nilai aset cenderung naik dalam jangka panjang.
- Bisa menghasilkan pendapatan pasif melalui penyewaan.
- Memiliki nilai riil yang jelas dan bisa dijadikan agunan.
- Bisa diwariskan ke keluarga.
Namun, perlu dicatat bahwa investasi properti membutuhkan modal yang relatif besar serta likuiditas yang rendah. Artinya, jika ingin menjual, tidak bisa langsung cair seperti halnya menjual saham atau emas.
2. Reksa Dana
Bagi yang tidak punya banyak waktu untuk menganalisis pasar, reksa dana bisa menjadi pilihan menarik. Instrumen ini memungkinkan investor menitipkan dana kepada manajer investasi yang berpengalaman untuk dikelola pada berbagai instrumen, baik obligasi, saham, maupun pasar uang.
Jenis-jenis reksa dana:
- Reksa Dana Pasar Uang: risiko rendah, cocok untuk jangka pendek.
- Reksa Dana Pendapatan Tetap: fokus pada obligasi, cocok untuk risiko moderat.
- Reksa Dana Campuran: gabungan saham, obligasi, dan pasar uang.
- Reksa Dana Saham: risiko lebih tinggi, cocok untuk jangka panjang.
Reksa dana sangat cocok bagi pemula yang ingin berinvestasi tanpa perlu repot melakukan analisis mendalam.
Lihat postingan ini di Instagram
3. Obligasi
Obligasi atau surat utang adalah instrumen investasi berupa pinjaman yang diberikan investor kepada penerbit, baik pemerintah maupun swasta. Investor akan mendapatkan imbal hasil berupa bunga (kupon) secara berkala.
Jenis obligasi yang cukup populer di Indonesia antara lain:
- ORI (Obligasi Ritel Indonesia).
- SBR (Savings Bond Ritel).
- Obligasi korporasi.
Obligasi relatif lebih aman, terutama jika diterbitkan pemerintah, karena pembayaran bunga dan pokok utang dijamin. Cocok untuk investor yang menginginkan pendapatan tetap dengan risiko lebih rendah dibanding saham.
4. Deposito
Deposito sering disebut sebagai instrumen investasi paling aman, meskipun keuntungannya relatif kecil. Produk perbankan ini memberikan bunga tetap dengan jangka waktu tertentu.
Kelebihan deposito:
- Risiko rendah karena dijamin oleh bank dan LPS (hingga batas tertentu).
- Cocok untuk menyimpan dana darurat dalam jumlah besar.
- Lebih stabil dibanding instrumen lain.
Kekurangannya, dana tidak bisa ditarik sewaktu-waktu tanpa terkena penalti.
5. Tabungan Emas Digital
Meskipun emas sudah disebutkan di awal, kini ada inovasi baru berupa tabungan emas digital. Perbedaannya, emas tidak perlu disimpan secara fisik, melainkan dititipkan di platform terpercaya. Investor bisa membeli emas dengan nominal kecil, bahkan mulai dari Rp10.000.
Ini menjadi alternatif investasi yang lebih fleksibel bagi generasi muda yang ingin berinvestasi emas tanpa perlu khawatir soal penyimpanan.
6. Investasi Pendidikan dan Pengembangan Diri
Tidak kalah penting, ada bentuk investasi non-finansial yang justru memberikan dampak jangka panjang: investasi pada diri sendiri. Misalnya, mengambil kursus, pelatihan, atau sertifikasi untuk meningkatkan keterampilan.
Keuntungan dari investasi ini memang tidak langsung terlihat dalam bentuk uang, tetapi akan meningkatkan potensi penghasilan di masa depan begitu sudah menginjak usia tertentu.
7. Investasi di Sektor Riil (Franchise atau Kemitraan Bisnis)
Selain instrumen keuangan, Anda juga bisa melirik investasi di sektor riil, salah satunya melalui bisnis franchise atau kemitraan. Contoh yang populer antara lain kemitraan di bidang kuliner, minimarket, atau jasa logistik.
Keuntungan investasi di sektor riil:
- Potensi keuntungan lebih tinggi.
- Bisa ikut serta dalam bisnis yang nyata dan berkembang.
- Membuka peluang lapangan kerja.
Jadi Bos Logistik dengan Kemitraan dari Lion Parcel
Salah satu jenis investasi di sektor riil adalah menjadi mitra Lion Parcel, jadi tugas seorang mitra adalah nantinya menyediakan tempat drop-off dan pick-up paket yang akan dikirim atau diterima pelanggan.
Dengan menjadi mitra Lion Parcel, kamu akan berpotensi mendapatkan penghasilan yang menjanjikan dengan rata-rata Rp30-Rp40 juta per bulan yang berasal dari komisi pengiriman, layanan tambahan, dan up-selling.
Cukup Rp10 juta saja, kamu sudah bisa langsung menjadi seorang bos logistik dengan bisnis model yang sudah teruji dan kamu tidak perlu stok barang, kamu hanya perlu menyediakan layanan kirim paket saja. Tak cuma itu, kamu juga bisa menikmati berbagai program dari Lion Parcel untuk mendapatkan banyak hadiah salah satunya: Jadi Agen Jagoan Lion Parcel X AstraPay dan Menangkan Hadiah Grand Prize
Yuk, daftar sekarang jadi agen Lion Parcel!