Sertifikat Halal: Lebih dari Sekadar Label, Inilah Perannya untuk Bisnis dan Konsumen

Sertifikat Halal: Lebih dari Sekadar Label, Inilah Perannya untuk Bisnis dan Konsumen

Penulis
Danish Syahputra
Tanggal publish
27 Agustus 2025

Mungkin beberapa dari kita sudah tidak asing dengan istilah sertifikat halal, atau setidaknya pernah sesekali mendengar. Tidak terbatas hanya pada kalangan pelaku usaha makanan dan minuman, tetapi juga industri kecantikan, farmasi, hingga logistik. Nah, di Indonesia sendiri keberadaan sertifikat halal bukan lagi sekedar tren, melainkan kebutuhan. 

 

Hanya saja pasti ada pertanyaan mengenai apakah sertifikat halal hanya sekedar label saja di kemasan produk? Yang pasti jawabannya adalah tidak.

 

Sertifikat halal punya peran penting dalam membangun kepercayaan pelanggan, memperluas jangkauan pasar, bahkan meningkatkan daya saing bisnis. 

 

Artikel ini akan membahas pentingnya sertifikat halal, manfaatnya untuk bisnis dan konsumen, hingga bagaimana proses mendapatkannya. Mari kita bahas lebih dalam.

Apa Itu Sertifikat Halal?

 

Sertifikat halal adalah pengakuan resmi dari lembaga berwenang bahwa sebuah produk memenuhi standar halal sesuai syariat Islam. Di Indonesia, lembaga yang bertanggung jawab adalah Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), yang bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai pihak yang melakukan audit dan fatwa halal.

 

Produk yang mendapatkan sertifikat halal akan berhak mencantumkan label halal pada kemasan. Label ini menjadi tanda bahwa produk tersebut aman dikonsumsi atau digunakan oleh umat Islam.

Mengapa Sertifikat Halal Penting?

Bagi sebagian orang, halal bukan sekadar aturan agama, tetapi juga menyangkut aspek kesehatan, keamanan, dan etika. Berikut alasan mengapa sertifikat halal begitu penting:

  1. Kepastian untuk Konsumen Muslim
    Dengan adanya sertifikat halal, konsumen tidak perlu lagi kebingungan dengan produk yang dijual apakah sudah halal atau belum. Dengan adanya sertifikat halal, tentu akan membuat konsumen menjadi lebih tenang.

  2. Standar Kualitas dan Keamanan
    Proses sertifikasi halal melibatkan pemeriksaan ketat, termasuk higienitas, kebersihan, hingga keamanan bahan baku. 

  3. Meningkatkan Kepercayaan Pasar
    Produk bersertifikat halal cenderung lebih dipercaya, bukan hanya oleh konsumen muslim, tetapi juga masyarakat umum yang peduli kualitas. Karena saat proses audit, tidak hanya bahan baku yang diperhatikan, namun juga proses pembuatan produk juga ikut diperhatikan.

  4. Mendukung Ekspansi Bisnis
    Sertifikat halal bisa membuka peluang ekspor ke negara-negara dengan populasi muslim besar seperti Malaysia, Brunei, Timur Tengah, hingga Afrika. Sebagai pemilik bisnis, kamu juga bisa membaca artikel berikut agar ekspansi bisnis kamu bisa berjalan lancar - 9 Manfaat Fulfillment untuk Bisnis Lebih Efisien dan Siap Ekspansi

 

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Lion Parcel (@lionparcelid)

Manfaat Sertifikat Halal untuk Bisnis


Bagi pelaku usaha, memiliki sertifikat halal bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi juga strategi bisnis. Berikut beberapa manfaatnya:

1. Daya Saing Lebih Tinggi

Di tengah persaingan ketat, produk bersertifikat halal punya nilai jual lebih. Konsumen akan lebih cenderung memilih produk yang jelas status halalnya.

2. Memperluas Pasar Ekspor

Industri halal global diperkirakan bernilai triliunan dolar AS. Dengan sertifikat halal, peluang masuk ke pasar internasional terbuka lebar.

 

Baca juga: Panduan Lengkap Surat Karantina: Syarat Penting dalam Pengiriman dan Ekspor

3. Meningkatkan Reputasi Brand

Brand yang mengedepankan kehalalan dan kualitas akan lebih dihargai. Ini juga bisa meningkatkan brand loyalty.

4. Kepatuhan Terhadap Regulasi

Sejak diberlakukannya UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, banyak kategori produk diwajibkan memiliki sertifikat halal. Dengan demikian, kepemilikan sertifikat halal juga merupakan bentuk kepatuhan hukum.

Industri yang Membutuhkan Sertifikat Halal

Mungkin banyak yang mengira sertifikat halal hanya berlaku untuk makanan dan minuman. Padahal, cakupannya jauh lebih luas, meliputi:

  • Kosmetik dan Skincare: bahan aktif yang digunakan harus dipastikan halal dan aman.
    Obat-obatan dan Suplemen: mulai dari kapsul hingga bahan tambahan harus terjamin halal.
  • Produk Rumah Tangga: seperti sabun, deterjen, atau parfum.
  • Jasa Logistik: khususnya yang menangani distribusi makanan/minuman halal, perlu menjamin tidak ada kontaminasi dengan produk non-halal.

Hal ini menunjukkan bahwa sertifikat halal sudah menjadi standar penting di berbagai lini industri.

Dasar Hukum Sertifikat Halal di Indonesia

Berikut ini beberapa dasar hukum yang menetapkan pentingnya sertifikasi halal bagi perusahaan, selain untuk kepercayaan pelanggan juga sebagai bukti legal perusahaan atau produk karena sudah sesuai dengan syariat islam. 

1. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal

Intinya pada undang-undang ini dibahas bagaimana sebuah perusahaan seharusnya menyediakan produk yang halal berdasarkan bahan baku yang halal pula. 

2. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal

Pada Peraturan Pemerintah ini, telah diatur kepastian hukum terhadap kehalalan suatu produk yang dibuktikan dengan adanya sertifikat halal yang diterbitkan oleh MUI. 

 

Jadi secara dasar hukum, sertifikat halal di Indonesia telah memiliki dasar hukum yang kuat dan sudah memiliki kepastian hukum. 

Proses Mendapatkan Sertifikat Halal

Bagaimana cara mendapatkan sertifikat halal? Prosesnya memang tidak instan, tetapi cukup jelas:

 

1. Pengajuan ke BPJPH
Pelaku usaha mendaftarkan produknya untuk dilakukan pemeriksaan halal. Pastikan di sini kamu memiliki email aktif dan NIB Berbasis Risiko, jika belum kamu bisa daftar di https://oss.go.id.

 

2. Pemeriksaan Dokumen
Meliputi bahan baku, proses produksi, hingga fasilitas yang digunakan.

 

3. Audit Halal oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH)
Auditor akan mengecek secara langsung ke lapangan, termasuk proses produksi secara terperinci jadi pastikan bahwa semua proses produksi sudah aman. 

 

4. Penetapan Fatwa oleh MUI

Berdasarkan hasil audit, MUI akan memutuskan status halal produk lewat sidang yang nantikan akan ditandatangani oleh MUI.

 

5. Penerbitan Sertifikat Halal
Jika dinyatakan halal, produk resmi mendapatkan sertifikat dan bisa mencantumkan logo halal.

 

Proses ini menjamin bahwa produk halal tidak hanya klaim sepihak dari produsen, tetapi sudah melewati verifikasi resmi.

Sertifikat Halal dalam Logistik: Jasa Pengiriman Barang Lion Parcel

Sektor logistik juga mulai menerapkan konsep halal, terutama pada rantai pasok makanan dan minuman. Misalnya, jasa ekspedisi seperti Lion Parcel mendukung distribusi barang UMKM makanan yang sudah bersertifikat halal. Dengan jaringan distribusi yang luas, produk halal bisa sampai ke konsumen dengan aman tanpa khawatir tercampur dengan produk non-halal.

 

Hal ini membuktikan bahwa sertifikat halal tidak hanya penting di tahap produksi, tetapi juga hingga distribusi.

Tantangan dalam Sertifikasi Halal

Memang banyak manfaat yang didapat dari sertifikasi halal, namun terdapat tantangannya juga. 

  1. Biaya dan Proses yang Rumit
    Ketentuannya adalah dari bisnis biasanya akan menanggung akomodasi dari auditor, selain itu juga jumlah auditor yang belum pasti tentu akan meningkatkan cost yang akan ditanggung oleh pemilik bisnis. 

  2. Kurangnya Pengetahuan
    Tidak banyak pemilik bisnis yang paham dengan alur pendaftaran sertifikasi halal, bahkan kurang tahu bahwa sebenarnya sertifikasi halal ini diperlukan jika ingin melakukan ekspansi.

  3. Rantai Pasok yang Kompleks
    Tantangan selanjutnya adalah bahan baku yang kompleks, karena setiap daerah tentu menggunakan vendor bahan baku yang berbeda-beda. Jadi perlu adanya standarisasi dari UMKM sebelum melakukan sertifikasi halal.

Sebenarnya tantangan-tantangan di atas sangat bisa dihadapi dengan proses, kolaborasi, dan konsistensi yang panjang. Karena untuk proses standarisasi rantai pasok saja perlu edukasi yang menyeluruh agar proses sertifikasi bisa berlangsung dengan baik. 

Tren dan Masa Depan Industri Halal

Industri halal terus berkembang pesat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dunia. Beberapa tren yang terlihat:

  • Halal Lifestyle: mulai dari makanan, kosmetik, fashion, hingga travel.
  • Halal Supply Chain: logistik halal semakin mendapat perhatian untuk menjamin kehalalan produk hingga ke konsumen akhir.
  • Digitalisasi Sertifikasi: proses pengajuan sertifikat halal kini semakin mudah dengan sistem online.

Ke depan, sertifikat halal bukan hanya sekadar kebutuhan, tapi akan menjadi standar global.

 

#tipsbisnis #jasaekspedisi
Mau kirim paket tapi males keluar rumah?
Cobain Pick-up sekarang!
logo-btn.png
Kirim sekarang

Lihat promo spesial!

logo-btn.png
Semua promo