Berbisnis di e-commerce sudah tidak asing dengan model jualan dropship yang jadi salah satu cara populer untuk memulai usaha tanpa harus menyimpan stok barang dan modal besar.
Dropship memungkinkan penjual untuk menjual produk ke pelanggan tanpa harus memiliki persediaan sendiri, sebagai gantinya, penjual hanya perlu meneruskan pesanan dan detail pengiriman ke pemasok atau produsen yang akan mengirimkan produk langsung kepada pelanggan.
Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah dari pebisnis dropship adalah: apakah bisnis dropship bisa menggunakan metode pembayaran cash on delivery (COD)?
Penasaran dengan jawaban lengkapnya? Yuk simak pembahasannya di bawah ini!
Apa Itu Cash on Delivery?
Cash on delivery, atau biasa disingkat COD, adalah metode pembayaran yang mana pelanggan membayar produk yang dibeli pada saat barang tersebut saat sampai rumah mereka.
Metode ini sangat populer di Indonesia, karena memberikan rasa aman bagi pelanggan yang khawatir dengan penipuan atau kualitas produk yang tidak sesuai dengan ekspektasinya.
View this post on Instagram
Tantangan Menggunakan Cash on Delivery Bagi Bisnis Dropship
Pada dasarnya, bisnis dropship menghadapi beberapa tantangan dalam mengimplementasikan metode cash on delivery. Berikut adalah beberapa alasan mengapa penggunaan cash on delivery dalam bisnis dropship mungkin sulit diterapkan:
1. Waktu Pengiriman yang Tidak Konsisten
Salah satu masalah utama dalam bisnis dropship adalah waktu pengiriman yang tidak selalu konsisten. Karena produk dikirim langsung dari pemasok ke pelanggan, penjual seringkali tidak memiliki kontrol penuh atas durasi pengiriman.
Ketidakpastian ini bisa menjadi masalah besar jika pelanggan mengharapkan pengiriman cepat dan memilih cash on delivery sebagai metode pembayaran. Penundaan pengiriman bisa menyebabkan ketidakpuasan pelanggan dan potensi pembatalan pesanan.
2. Biaya Pengiriman dan Pengembalian Barang
Dalam bisnis dropship, penjual seringkali harus menanggung biaya pengiriman dari pemasok ke pelanggan. Jika pelanggan menolak untuk menerima atau membayar barang yang dikirim melalui cash on delivery, penjual bisa terjebak dengan biaya pengiriman dan pengembalian barang. Ini bisa menjadi beban finansial yang signifikan, terutama jika volume penjualan tinggi dan banyak pesanan yang dikembalikan.
3. Risiko Penolakan Pembayaran
Cash on delivery juga membawa risiko tinggi penolakan pembayaran oleh pelanggan. Karena pelanggan hanya diwajibkan membayar saat barang tiba, mereka mungkin menolak membayar jika produk tidak sesuai dengan ekspektasi atau jika mereka berubah pikiran. Ini bisa menjadi masalah besar dalam model bisnis dropship, yang mana produk mungkin sudah dibayar ke pemasok, tetapi uang dari pelanggan belum diterima.
Baca Juga:
- Bagaimana Memulai Usaha Dropship Tanpa Modal?
- 6 Kesalahan Dropship yang Bikin Sepi Pelanggan, Wajib Tahu!
- 5 Alasan Pentingnya Seller Handphone Punya Fitur Cek Resi!
Solusi
Meskipun ada tantangan dalam menggunakan cash on delivery dalam bisnis dropship, bukan berarti hal ini mustahil untuk dilakukan. Berikut beberapa solusi yang mungkin bisa diterapkan:
1. Kerja Sama dengan Pemasok Terpercaya
Memilih pemasok yang andal dan berpengalaman dalam menangani pengiriman cash on delivery bagi pebisnis dropship dapat membantu mengurangi risiko. Pemasok yang memiliki sistem yang baik dan dapat menjamin pengiriman tepat waktu akan membantu mengatasi masalah yang terkait dengan cash on delivery.
2. Menerapkan Syarat dan Ketentuan yang Jelas
Sebelum menawarkan cash on delivery, pastikan kamu memiliki syarat dan ketentuan yang jelas terkait pengembalian barang, biaya pengiriman, dan kebijakan penolakan pembayaran. Ini akan membantu mengurangi risiko dan memastikan bahwa semua pihak memahami tanggung jawab mereka.
3. Evaluasi Risiko dan Pengembalian Investasi
Sebelum memutuskan untuk menawarkan cash on delivery, pertimbangkan risiko dan potensi pengembalian investasi. Jika kamu merasa risiko terlalu tinggi, mungkin lebih baik untuk fokus pada metode pembayaran lainnya seperti transfer bank atau pembayaran melalui dompet digital.
Dalam memilih layanan cash on delivery bagi pebisnis dropshipper memang agak rumit, maka pastikan terlebih dahulu produsen yang kamu dropship menggunakan ekspedisi terpercaya, seperti Lion Parcel.
Karena di Lion Parcel tersedia dua metode cash on delivery, yaitu cash on delivery ongkir + barang dan cash on delivery ongkir, sehingga bisa menekan resiko sebagai dropshipper dan membuat pelanggan merasa nyaman saat berbelanja.
COD Ongkir & Barang Lion Parcel
Dengan menggunakan layanan ini, kamu bisa membayar biaya ongkos kirim (ongkir) & harga barang secara tunai langsung saat paket sampai di tujuan. Kamu tidak perlu memikirkan resiko yang akan terjadi karena kamu bisa memastikan paketmu sampai terlebih dahulu sebelum melakukan pembayaran.
COD Ongkir Lion Parcel
COD (Cash on Delivery) ongkir merupakan layanan pembayaran terbaru dari Lion Parcel. Sekarang, kamu bisa membayar ongkos kirim saja secara tunai lho! Cocok banget nih untuk para seller sehingga ongkir bisa ditanggung pembeli dan terpisah dengan harga barang.