Tunjangan Hari Raya (THR) adalah kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap pengusaha kepada karyawannya menjelang hari raya, termasuk Lebaran.
Bagi pemilik bisnis, memahami cara hitung THR yang benar bukan hanya kewajiban, tetapi bentuk apresiasi kepada karyawan atas kerja kerasnya sepanjang tahun.
Dalam artikel ini, kita akan membahas pentingnya membayar THR dengan adil, risiko jika pemberian THR terlambat, serta 5 cara menghitung THR Lebaran untuk karyawan bisnismu. Selain itu, ada juga tips memberikan THR yang sesuai dapat menjadi strategi bisnis yang menguntungkan.
Kenapa Membagi THR Dengan Adil Itu Penting?
Memberikan THR dengan adil kepada seluruh karyawan bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban hukum, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa alasan mengapa pembagian THR yang adil itu penting:
Meningkatkan loyalitas karyawan
Karyawan yang merasa dihargai akan lebih termotivasi untuk bekerja dan memberikan loyalitas yang lebih dari sebelumnya.
Mencegah konflik internal
Ketidakadilan dalam pembagian THR dapat menimbulkan kecemburuan sosial di antara karyawan, maka dari itu terapkan pembagian yang transparan penilaiannya.
Menjaga reputasi bisnis
Perusahaan yang dikenal adil dan memperhatikan kesejahteraan karyawannya cenderung memiliki reputasi yang lebih baik di mata masyarakat dan calon pekerja.
Karena itulah, sebagai pemilik bisnis, penting untuk memastikan bahwa jatah karyawan jelang Lebaran diberikan sesuai dengan aturan dan secara merata.
Tidak Ingin Hal Buruk Terjadi? Maka Usahakan Memberi THR Tepat Waktu
Keterlambatan pembayaran THR dapat berdampak negatif pada bisnismu, misalnya ada aksi mogok kerja, maka hal itu akan membuat operasional bisnismu terhambat.
Untuk menghindari hal buruk terjadi, berikut beberapa risiko yang wajib kamu pahami apabila THR tidak diberikan tepat waktu:
Sanksi hukum
Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2016, perusahaan yang terlambat membayar THR akan dikenakan denda 5% dari total THR yang harus dibayarkan.
Menurunnya semangat kerja karyawan
Karyawan yang tidak mendapatkan haknya tepat waktu bisa kehilangan motivasi, sehingga produktivitas kerja menurun.
Tingkat turnover tinggi
Karyawan yang merasa tidak diapresiasi cenderung tidak akan loyal dan cenderung mencoba untuk mencari pekerjaan baru dengan kondisi yang lebih menguntungkan.
Agar dapat terhindar dari masalah, pastikan untuk mengatur keuangan bisnis dengan baik dan menjadwalkan pembayaran THR jauh-jauh hari sebelum Lebaran.
View this post on Instagram
5 Cara Menghitung THR Lebaran Untuk Karyawan Bisnismu
Setelah memahami pentingnya THR, kini saatnya mengetahui cara hitung THR yang benar. Berikut adalah lima cara yang dapat digunakan untuk menghitung THR karyawan:
1. Menggunakan Aturan Pemerintah
Menurut peraturan yang berlaku di Indonesia, karyawan yang telah bekerja selama 12 bulan atau lebih berhak menerima 1 bulan gaji penuh sebagai THR.
Sementara itu, bagi karyawan yang bekerja kurang dari 12 bulan, THR dihitung secara proporsional dengan rumus:
(Masa kerja dalam bulan / 12) × 1 bulan gaji
Contoh: Jika seorang karyawan telah bekerja selama 6 bulan dengan gaji Rp5.000.000, maka THR yang diterima adalah:
(6/12) × Rp5.000.000 = Rp2.500.000
2. Menyesuaikan dengan Jabatan dan Kinerja
Beberapa perusahaan memberikan THR lebih dari 1 bulan gaji, terutama bagi karyawan dengan jabatan tinggi atau kinerja yang melebihi target. Cara ini dapat meningkatkan loyalitas karyawan dan memotivasi mereka untuk bekerja lebih baik.
3. Menghitung THR untuk Karyawan Kontrak dan Harian
Bagi karyawan kontrak atau harian, perhitungan THR dilakukan berdasarkan rata-rata gaji per bulan selama 12 bulan terakhir. Jika masa kerja kurang dari 12 bulan, maka rata-rata gaji dihitung dari total penghasilan selama masa kerja dibagi jumlah bulan bekerja.
4. Memastikan Anggaran Bisnis Mencukupi
Sebelum menghitung THR, penting untuk memastikan bahwa bisnis memiliki anggaran yang cukup. Jika perlu, lakukan evaluasi keuangan atau cari solusi alternatif seperti pengiriman bayar di tempat bagi pelanggan yang ingin bertransaksi tanpa membayar langsung.
5. Mengatur Pembayaran THR Secara Bertahap
Jika keuangan bisnis belum stabil, kamu bisa mengatur pembayaran THR secara , misalnya dengan sistem prorata. Namun, pastikan metode ini dikomunikasikan dengan baik kepada karyawan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Dengan menerapkan salah satu dari lima metode di atas, kamu bisa menghitung THR dengan lebih akurat dan adil bagi semua karyawan.
Baca juga:
- 5 Aspek Evaluasi Performa Bisnis Pasca Lebaran
- Daftar Bisnis Berpotensi Cuan Pasca Lebaran, Dijamin Sukses!
- 3 Strategi Bisnis Tetap Cuan Pasca Lebaran
Memberikan Hak Karyawan Secara Tepat Juga Bisa Jadi Strategi Bisnismu Untuk Bertahan
Banyak pebisnis menganggap THR hanya sebagai kewajiban yang membebani keuangan. Padahal jika dikelola dengan baik, pemberian THR justru bisa menjadi strategi bisnis untuk meningkatkan loyalitas karyawan dan menjaga keberlangsungan usaha.
Mau dong usaha makin cuan? Berikut beberapa manfaat jangka panjang dari memberikan THR secara tepat antara lain:
Meningkatkan kepuasan kerja
Karyawan yang puas dengan kondisi kerja dan hak mereka akan lebih produktif, yang berdampak langsung pada performa bisnis dan mungkin saja bisa berkontribusi lebih dengan pembuatan program atau produk baru.
Menarik calon pekerja berkualitas
Perusahaan yang dikenal memberikan hak karyawan secara adil dan tepat waktu lebih menarik bagi pencari kerja, sehingga lebih mudah menarik minat talenta terbaik untuk berkerja di bisnismu.
Menjaga hubungan baik dengan karyawan
Memberikan hak karyawan secara tepat menunjukkan bahwa bisnis kamu peduli terhadap kesejahteraan mereka, yang dapat menciptakan hubungan kerja yang harmonis.
Pada akhirnya, THR bukan hanya sekadar pengeluaran, tetapi juga investasi dalam keberlangsungan bisnis.
Dengan memastikan pembayaran THR dilakukan dengan baik, bisnismu tidak hanya menaati aturan, tetapi juga membangun lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Ada satu cara lain agar bisa mengefisienkan biaya operasional dalam bisnismu, yaitu dengan menjalin kerjasama dengan jasa pengiriman barang yang memiliki fitur pengiriman bayar di tempat. Apa kegunaan fitur pengiriman bayar di tempat bagi efisiensi biaya operasional bisnis?
Dengan menggunakan fitur bayar di tempat, maka ongkir akan langsung ditanggung oleh penerima paket, yang membuat bisnismu tidak perlu lagi menanggung biaya ongkir tersebut.
Dengan begitu biaya operasional yang dimiliki bisnismu akan lebih efisien, dan bisa digunakan untuk kepentingan yang lain.
Kesimpulan
Menghitung dan memberikan THR dengan benar adalah tanggung jawab setiap pengusaha. Dengan menerapkan cara hitung THR yang sesuai aturan, memastikan pembayaran dilakukan tepat waktu, serta melihat THR sebagai bagian dari strategi bisnis.
Bisnismu bisa menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif dan bisnis yang lebih stabil, sehingga bisnismu bisa berkembang ke arah yang lebih baik.
Jangan lupa untuk selalu mempersiapkan anggaran dengan baik agar jatah karyawan jelang Lebaran dapat diberikan tanpa kendala.
Jika keuangan bisnis masih dalam tahap pemulihan, pertimbangkan strategi pembayaran bertahap atau opsi lain seperti pengiriman bayar di tempat untuk meningkatkan arus kas bisnis.
Yuk segera praktikkan cara-cara di atas dan mulai kembangkan bisnismu dengan mulai dengan menghargai kinerja karyawanmu!