Memahami Sunk Cost: Kenapa Kita Sulit Melepaskan yang Sudah Terlanjur?

Memahami Sunk Cost: Kenapa Kita Sulit Melepaskan yang Sudah Terlanjur?

Penulis
Danish Syahputra
Tanggal publish
11 Desember 2025

Idealnya, sebuah keputusan yang diambil selalu berdasarkan data dan peluang kedepannya. Namun pada kenyataan, manusia tidak selalu bertindak rasional. Nah, ada suatu konsep psikologis yang sering menjadi batu sandungan dalam pengambilan keputusan, baik di level personal maupun perusahaan.  

 

Istilah ini mungkin terdengar teknis, tetapi sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kita semua pernah berada di situasi di mana kita mempertahankan sesuatu hanya karena sudah terlanjur mengeluarkan uang, waktu, atau tenaga. Padahal, keputusan terbaik justru sering kali adalah berhenti.

 

Lalu sebenarnya apa itu sunk cost? Mengapa manusia mudah terjebak di dalamnya? Dan bagaimana cara menghindarinya dalam konteks bisnis? Mari kita bahas lebih dalam.

Apa Itu Sunk Cost?

 

Sunk cost adalah biaya yang sudah dikeluarkan dan tidak bisa dikembalikan lagi. Biaya ini tidak seharusnya mempengaruhi keputusan masa depan, karena apapun keputusan kita, biaya tersebut sudah hilang.

 

Secara teori ekonomi, sunk cost memang seharusnya diabaikan walaupun kadang dalam praktiknya manusia cenderung mengaitkan masa depan dengan apa yang sudah terlanjur dikorbankan di masa lalu. 

 

Di sinilah muncul istilah sunk cost fallacy, yaitu bias psikologis ketika seseorang tetap melanjutkan sesuatu hanya karena sudah mengeluarkan banyak investasi sebelumnya.

 

Misalnya:

  • Tetap menonton film yang membosankan di bioskop karena “sudah bayar tiket”.

  • Bertahan pada proyek bisnis yang tidak menguntungkan karena “modalnya sudah besar”.

  • Melanjutkan langganan software yang jarang digunakan karena “sayang sudah dibayar tahunan”.

  • Perusahaan mempertahankan mesin lama karena “harganya mahal dulu”.

Kelihatannya sederhana, tetapi efeknya bisa besar—baik bagi individu maupun bagi perusahaan.

Kenapa Orang Mudah Terjebak Sunk Cost?

Nah, masalah sunk cost bukan hanya soal uang tapi juga tentang emosi, persepsi, dan bias kognitif. Ada beberapa alasan kenapa manusia sulit melepaskan sesuatu yang sudah terlanjur:

1. Faktor Emosional

Orang sering merasa usaha mereka berubah jadi identitas. Akibatnya, berhenti dianggap sebagai kegagalan, padahal berhenti justru bisa menjadi keputusan paling rasional.

2. Takut Terlihat Salah

Dalam organisasi, mengakui keputusan sebelumnya kurang tepat dianggap memalukan. Jadi ini membuat banyak proyek buruk tetap berjalan hanya karena tidak ada yang mau menghentikannya.

3. Harapan Akan Perubahan

Kadang kita optimis berlebihan, berharap keadaan akan membaik. Namun sayangnya, harapan bukan strategi bisnis.

4. Loss Aversion

Secara psikologis, manusia lebih tidak suka kehilangan daripada senang mendapatkan. Maka, biaya yang sudah hilang terasa lebih menyakitkan sehingga orang ingin “balik modal”, meskipun itu sudah mustahil.

Contoh Sunk Cost dalam Dunia Bisnis

Agar lebih jelas, berikut beberapa situasi nyata di mana sunk cost sering terjadi:

  • Proyek yang Tidak Efisien

Bayangkan sebuah perusahaan sudah membangun teknologi internal selama dua tahun, menghabiskan miliaran rupiah. Setelah dibandingkan dengan solusi SaaS di pasar, ternyata teknologi internal itu jauh lebih mahal dan kurang efektif. 

 

Secara rasional, perusahaan harus berhenti dan beralih ke solusi lain. Tetapi banyak yang tetap melanjutkan proyek hanya karena sudah mengeluarkan banyak resources.

  • Produk yang Tidak Laku

Brand terus melakukan promosi untuk produk yang sebenarnya tidak diminati pasar. Kenapa? Karena mereka merasa sayang dengan biaya riset, pengembangan, dan produksi yang sudah dikeluarkan.

  • Investasi Peralatan

Mesin pabrik lama yang sering rusak tetap dipertahankan karena dulu membelinya mahal, padahal biaya maintenance jauh lebih besar dibanding membeli mesin baru.

 

Semua ini bisa menghambat pertumbuhan bisnis—bahkan membuat perusahaan rugi besar.

 

Cara Menghindari Jebakan Sunk Cost

Sunk cost tidak bisa dihindari, karena setiap keputusan memang memiliki biaya. Namun jebakan psikologisnya bisa diminimalkan. Berikut beberapa pendekatan yang umum digunakan:

1. Fokus pada Future Value, Bukan Past Investment

Pertanyaan yang perlu ditanyakan: “Keputusan ini menguntungkan ke depan atau tidak?”


Bukan: “Sayang dong sudah keluar banyak biaya.”

2. Gunakan Data

Keputusan bisnis sebaiknya berbasis pada laporan keuangan, proyeksi, dan analisis risiko. Jika data menunjukkan kerugian berkelanjutan tanpa prospek membaik, berhenti adalah pilihan rasional.

3. Tetapkan Exit Criteria Sejak Awal

Misalnya:

  • Jika proyek tidak mencapai target dalam 6 bulan, hentikan.

  • Jika ROI tidak terlihat dalam 1 tahun, evaluasi ulang total.

Dengan kriteria yang jelas, keputusan tidak akan terpengaruh faktor emosional.

4. Libatkan Pihak Ketiga atau Konsultan

Penilaian eksternal cenderung lebih objektif karena tidak terbebani masa lalu.

5. Berani Cut Loss

Di dunia investasi, cut loss adalah hal biasa. Dalam bisnis pun sama. Berhenti pada waktu yang tepat adalah tanda kedewasaan strategi, bukan kelemahan.

 

Baca juga: 

Kenapa Memahami Sunk Cost Penting bagi Bisnis?

1. Mencegah Kerugian Berkelanjutan

Dengan memahami sunk cost, bisnis lebih cepat menyadari kapan harus mengubah strategi.

2. Mempercepat Pertumbuhan

Keputusan yang lebih objektif memudahkan perusahaan fokus pada hal yang benar-benar menghasilkan.

3. Mengurangi Pemborosan Anggaran

Terutama dalam marketing, operasional, dan investasi teknologi.

4. Membuat Organisasi Lebih Adaptif

Perusahaan yang tidak terjebak sunk cost lebih lincah menghadapi perubahan pasar.

Siap Melangkah Lebih Ringan? Kirim bersama Lion Parcel

 

Jika kamu ingin bisnis berjalan lebih efisien tanpa terbebani keputusan lama, pastikan proses pengiriman juga sudah lebih cepat, praktis, dan hemat. Gunakan layanan Lion Parcel untuk kirim paket dengan jaringan luas, tracking real-time, dan pilihan layanan sesuai kebutuhanmu.

 

#bisnisonline
Mau kirim paket tapi males keluar rumah?
Cobain Pick-up sekarang!
logo-btn.png
Kirim sekarang

Lihat promo spesial!

logo-btn.png
Semua promo