Komdigi Batasi Gratis Ongkir: Ini Alasan dan Ketentuannya
Baru-baru ini, ada aturan baru yang cukup kontroversial soal gratis ongkir. Peraturan baru ini sempat trending di media sosial dan jadi pusat perbincangan di masyarakat. Ada banyak yang pro, namun lebih banyak yang kontra.
Peraturan tersebut membahas soal pembatasan gratis ongkir, dari yang tadinya tidak terbatas menjadi 3 hari per bulan. Hal ini memicu amarah dari masyarakat luas yang menganggap bahwa pemerintah akan melarang program ini. Namun, pihak Komdigi menyatakan bahwa kini masyarakat salah paham.
Karena itu, supaya kamu tidak bingung soal peraturannya, pahami alasan Komdigi membuat aturan gratis ongkir yang baru dan ketentuannya!
Latar Belakang Kebijakan
Sebagai pengguna promo ini, kamu pasti menyadari kalau hampir semua platform e-commerce dan marketplace menggunakan layanan ini. Jadi, wajar rasanya jika hal pertama yang kamu pikirkan adalah gratis ongkir Shopee dan platform lain.
Tapi ternyata, bukan ini yang ingin disampaikan oleh Komdigi. Aturan tentang pembatasan gratis ongkir Komdigi lebih merujuk pada potongan langsung oleh kurir di aplikasi atau loket jasa pengiriman.[1] Jadi, bukan promo yang diberikan langsung oleh platform e-commerce atau marketplace.
Menurut Peraturan Menteri Komdigi Nomor 8 Tahun 2025, ongkir yang dibatasi adalah ongkos nyata pengiriman.[2] Ongkos tersebut termasuk ongkos jasa kurir, angkutan antarkota, penyortiran, dan layanan penunjang lainnya. Pasalnya, promo berlebihan bisa memicu perang tarif antar perusahaan.
Sebelum adanya aturan ini, hampir semua perusahaan berlomba-lomba untuk menawarkan tarif termurah agar dilirik oleh para pengguna. Namun sayangnya, ada efek domino negatif akibat perang tarif ini, seperti kurir yang dibayar murah, ruginya perusahaan, dan kualitas pelayanan yang menurun.
Alasan Komdigi batasi gratis ongkir adalah agar persaingan di antara perusahaan kurir semakin sehat dan terkendali. Jika ada platform e-commerce yang tetap memberi promo subsidi ongkir, pemerintah tidak akan melarang. Masyarakat tetap bisa memanfaatkan promo jika ada.
Pembatasan Gratis Ongkir (Gratong)
Gambaran umum soal aturan baru Komdigi ini bisa kamu temukan di atas. Tapi, supaya kamu lebih paham, berikut adalah penjelasan lengkap soal aturannya!
- Gratis ongkir oleh perusahaan kurir dibatasi maksimal tiga hari dalam sebulan.
- Pembatasan ini berlaku untuk potongan harga yang menyebabkan tarif layanan pos berada di bawah biaya pokok operasional.
- Semua platform e-commerce tetap bisa menawarkan gratong sebagai bagian dari strategi promosi, dengan catatan tidak melanggar ketentuan biaya pokok layanan.
Alasan di Balik Kebijakan
Seperti apa yang sudah disinggung di atas alasan kenapa Komdigi membatasi gratis ongkir adalah untuk menciptakan persaingan yang sehat. Terutama persaingan di industri e-commerce dan logistik.
Namun, selain itu ada beberapa alasan lain yang tak kalah penting untuk kamu ketahui, yaitu:
1. Mencegah Praktik “Bakar Uang”
Tahukah kamu kalau promo gratong adalah salah satu praktik “bakar uang” yang sangat umum di Indonesia? Pada konteks bisnis, “bakar uang” adalah ketika suatu perusahaan menghabiskan uang yang tersedia. Pada saat yang sama, nilai penghasilan mereka lebih sedikit dari nilai yang dibelanjakan.[3]
Praktik ini bisa sangat mengganggu kegiatan operasional perusahan jika dilakukan secara terus-terusan. Hal ini bisa membuat perusahaan kurir merugi, karena biaya pokok operasional negatif. Akibatnya, kualitas layanan bisa menurun, kurir dibayar murah, hingga perusahaan bangkut.
2. Menjamin Kurir Mendapatkan Upah Layak
Tidak bisa dipungkiri jika praktik “bakar uang” melalui promo gratis ongkir merupakan salah satu penyebab upah kurir tidak layak. Karena biaya pokok operasional negatif, hanya sedikit yang tersisa untuk kurir. Padahal, kurir adalah salah satu kunci utama keberhasilan perusahaan logistik.
Karena alasan tersebut, Komdigi membuat aturan ini. Harapannya, aturan ini bisa menjamin kurir mendapatkan upah yang layak dan membuat perusahaan logistik tetap berkelanjutan.
Lihat postingan ini di Instagram
Dampak bagi Pelaku Usaha dan Konsumen
Meskipun tujuannya tidak salah, namun ada beberapa dampak pembatasan gratis ongkir yang akan dirasakan, baik oleh pelaku usaha maupun oleh konsumen. Beberapa dampak tersebut adalah:
Dampaknya bagi Pelaku Usaha
Bagi pelaku usaha, ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan oleh perusahaan, seperti:
1. Menyesuaikan Strategi Pemasaran dan Promosi
Setelah gratis ongkir dibatasi, semua perusahaan kurir, e-commerce, dan usaha terdampak lain perlu segera menyesuaikan strategi pemasaran mereka. Ada kebijakan baru yang perlu mereka taati, sehingga strategi promosi lama yang memanfaatkan gratong untuk kirim paket harus mereka ubah.
Baca juga: 3 Trik Marketing yang Membuat Bisnismu Dikira Menerapkan "S3 Marketing"
2. Kerja Sama dengan Jasa Pengiriman dengan Sistem Transparan & Efisien
Meskipun ada pembatasan soal promo ongkir, sistem logistik harus tetap bisa berjalan seperti di hari-hari biasanya. Itulah kenapa para pemilik usaha perlu bekerja sama dengan jasa pengiriman dengan sistem yang transparan dan efisien seperti jasa ekspedisi Lion Parcel.
Dampaknya bagi Konsumen
Sedangkan bagi pihak konsumen, beberapa dampak aturan ini adalah sebagai berikut!
1. Gratis Ongkir Bisa Dinikmati melalui Promo E-Commerce
Jika kamu khawatir tidak bisa bebas belanja online lagi, maka kekhawatiran tersebut bisa kamu lupakan. Pasalnya, kamu tetap bisa mendapatkan gratong melalui promo dari e-commerce. Jika mereka bersedia melakukan subsidi, kamu tidak perlu belanja 3 kali sebulan untuk menikmati promo ini.
Baca juga: 5 Tips Sebelum Jadi Seller E-Commerce yang Sukses!
2. Mendapatkan Layanan yang Lebih Berkualitas dan Tepat Waktu
Karena biaya pokok operasional yang terpenuhi, perusahaan kurir harus bisa memberikan layanan yang lebih berkualitas dan pengiriman yang lebih tepat waktu. Para konsumen berhak untuk mendapatkan hal-hal tersebut. Tidak ada lagi kehilangan barang dan keterlambatan akibat keteledoran perusahaan.
Solusi Pengiriman dengan Lion Parcel
Bagi kamu yang bingung harus memilih jasa kirim paket apa mengingat aturan baru Komdigi, maka Lion Parcel adalah jawabannya. Sebab, Lion Parcel menyediakan layanan pengiriman yang transparan dan sesuai dengan regulasi pemerintah. Agen Lion Parcel selalu menaati peraturan yang ada.
Baca juga:
-
Lion Parcel Komitmen Menghubungkan Indonesia Timur Lewat Jaringan Logistik yang Kuat
-
Tips Bisnis Jastip Saat Liburan Panjang, Cuan Maksimal Tanpa Harus Buka Toko
-
Supply Chain: Proses Panjang di Balik Kiriman Cepat ke Rumahmu
Selain itu, ada banyak pilihan layanan yang efisien dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan pengiriman kamu. Bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan budget.
Beberapa layanannya adalah:
- BOSSPACK: Kiriman paket prioritas antarkota dan antarpulau dengan estimasi waktu pengiriman 1-2 hari.
- REGPACK: Kiriman paket reguler antarkota dan antarpulau dengan estimasi waktu pengiriman 2-3 hari.
- JAGOPACK: Kiriman paket ekonomis antarkota dan antarpulau dengan ongkir lebih murah. Estimasi waktu pengiriman 2-7 hari.
- INTERPACK: Kiriman paket ke luar negeri dengan estimasi waktu pengiriman 6-9 hari.
- BIGPACK: Kiriman paket besar minimal 10 kg antarkota dan antarpulau dengan estimasi waktu pengiriman 6-9 hari.
- JUMBOPACK: Kiriman paket besar minimal 30 kg antarkota dan antarpulau dengan estimasi waktu pengiriman 6-9 hari.
- OTOPACK150: Kiriman motor kurang dari 150cc antarkota dan antarpulau dengan estimasi waktu pengiriman 7-10 hari.
- OTOPACK250: Kiriman motor 150cc sampai 250cc antarkota dan antarpulau dengan estimasi waktu pengiriman 7-10 hari.
- VIPPACK: Kiriman paket same day antarkota dan antarpulau dengan pesawat untuk makanan, obat, dokumen, pakaian, dan ASI.
Dengan sistem yang terintegrasi, Lion Parcel memastikan proses pengiriman berjalan lancar dan tepat waktu. Kamu tetap bisa menikmati program gratis ongkir dan promosi lain sesuai dengan aturan pemerintah yang terbaru. Jadi, ayo pilih layanan favoritmu!