Kebakaran dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, ini menjadi salah satu risiko paling serius yang bisa terjadi di berbagai tempat: rumah, kantor, gudang, bahkan kendaraan dapat terbakar. Meski tidak ada yang berharap mengalaminya, tetap penting sekali untuk selalu siap dengan pencegahannya.
Salah satu bentuk penanggulangannya adalah dengan menyediakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) di lokasi yang rawan kebakaran. Banyak anggapan bahwa APAR sering dianggap sebagai peralatan formalitas saja, padahal fungsinya menjadi penentu keselamatan banyak orang.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai apa itu APAR, jenis-jenisnya, cara penggunaannya, hingga bagaimana peran APAR dalam mendukung sistem keselamatan di berbagai sektor, termasuk logistik dan pengiriman barang.
Apa Itu Alat Pemadam Api Ringan atau APAR?
APAR adalah singkatan dari Alat Pemadam Api RIngan, alat yang digunakan untuk memadamkan kebakaran api mulai dari skala kecil agar tidak menjadi kebakaran besar. Biasanya APAR ini berbentuk tabung yang berisi bahan pemadam dengan tekanan tertentu, sehingga bisa langsung disemprotkan ke sumber api.
Fungsinya APAR adalah memutuskan salah satu unsur segitiga api yaitu panas, bahan bakar, dan oksigen agar nyala api berhenti. Jadi dengan adanya APAR yang diletakan di tempat yang tepat, kebakaran dapat ditangani dengan cepat dan tanpa menimbulkan kerugian yang berarti.
Mengapa APAR Penting?
Ada beberapa alasan kenapa setiap rumah, kantor, gudang, hingga kendaraan wajib memiliki APAR:
1. Respon Cepat Terhadap Kebakaran Awal
Api kecil bisa menjadi kebakaran besar hanya dalam waktu 3–5 menit. APAR memberikan solusi penanganan instan sebelum petugas pemadam tiba.
2. Mencegah Kerugian Besar
Kerugian akibat kebakaran bukan hanya materi, tapi juga bisa mengganggu operasional bisnis. Bayangkan jika gudang logistik terbakar dan ribuan barang pelanggan rusak.
3. Memberikan Waktu untuk Evaluasi
Penggunaan APAR memberikan waktu berharga untuk orang-orang setidaknya mendengar alarm dan melakukan evakuasi dengan aman.
4. Meningkatkan Rasa Aman
Mengetahui bahwa tersedia APAR di sekitar kita membuat karyawan, penghuni, atau pelanggan merasa lebih terlindungi.
5. Kepatuhan Hukum
Di Indonesia, Permenaker No. PER.04/MEN/1980 mewajibkan perusahaan menyediakan APAR sebagai bagian dari sistem keselamatan kerja.
Lihat postingan ini di Instagram
Jenis-Jenis APAR Berdasarkan Media Pemadam
Tidak semua api bisa dipadamkan dengan cara yang sama. Oleh karena itu, APAR memiliki beberapa jenis, antara lain:
1. APAR Berbasis Air
APAR jenis yang pertama ini mengandung air yang terdapat dalam bentuk store pressure type atau tersimpan bertekanan serta cartridge type atau tabung gas. APAR berbasis air ini cocok digunakan untuk kebakaran kelas A (kayu, kertas, kain) dan perlu diingat juga bahwa jenis pemadam ini tidak boleh digunakan pada kebakaran listrik karena bisa menyetrum.
2. APAR Berbasi Busa
Kedua, APAR jenis busa adalah bahan pemadam api yang efektif untuk digunakan pada kebakaran dengan material utama minyak (bensin, minyak, dan cat). Pemadaman api menggunakan busa ini merupakan sistem isolasi, yaitu untuk mencegah oksigen untuk tidak ikut dalam reaksi rantai kimia.
3. APAR Berbasis Bahan Kimia
Terakhir, jenis ini efektif untuk kebakaran kelas A, B, dan C, biasanya APAR jenis ini yang paling umum digunakan di rumah, kantor, hingga gudang. Mengandung bahan kimia kering seperti bubuk kimia atau gas yang non-korosif, yang dapat memadamkan api lewat menghambat rantai reaksi kimia.
Cara Menggunakan APAR dengan Benar
APAR memang terlihat sederhana, tapi banyak orang bingung saat harus benar-benar menggunakannya. Untuk memudahkan, ada panduan PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep):
- Pull (Tarik)
Tarik pin pengaman pada tabung. - Aim (Arahkan)
Arahkan nozzle ke sumber api, fokus pada pangkal api, bukan ke nyala apinya. - Squeeze (Tekan)
Tekan tuas untuk menyemprotkan bahan pemadam. - Sweep (Sapukan)
Sapukan semprotan dari kiri ke kanan hingga api benar-benar padam.
Tips tambahan: selalu berdiri dengan jarak aman (sekitar 2–3 meter) dari api saat menggunakan APAR.
Perawatan dan Pengecekan APAR
APAR hanya berguna jika kondisinya baik. Banyak kasus di mana APAR tersedia, tapi gagal berfungsi karena tidak dirawat. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:
- Periksa tekanan tabung minimal sebulan sekali. Jarum indikator harus berada di area hijau.
- Cek segel dan pin apakah masih terpasang dengan baik.
- Pastikan lokasi penyimpanan strategis, mudah dijangkau, dan tidak terhalang barang.
- Lakukan refill (isi ulang) setelah digunakan atau minimal setiap 1 tahun sekali meski tidak digunakan.
- Latih karyawan atau penghuni agar tahu cara menggunakan APAR.
APAR dalam Lingkungan Bisnis dan Logistik
Di dunia bisnis, terutama logistik, keberadaan APAR menjadi hal yang sangat vital. Gudang adalah tempat dengan risiko kebakaran cukup tinggi karena terdapat barang mudah terbakar, listrik, hingga aktivitas operasional yang padat.
Bayangkan jika sebuah gudang logistik tidak memiliki APAR yang memadai. Begitu api muncul, ribuan paket pelanggan bisa hangus dalam sekejap. Oleh karena itu, penyedia jasa logistik profesional seperti Lion Parcel selalu memperhatikan aspek keselamatan, termasuk ketersediaan APAR di gudang dan armadanya.
Komitmen seperti ini bukan hanya tentang melindungi aset perusahaan, tapi juga menjaga kepercayaan pelanggan yang menitipkan barang mereka untuk dikirim dengan aman.
Tips Memilih APAR yang Tepat
Kalau kamu ingin membeli APAR untuk rumah atau bisnis, berikut tips singkatnya:
- Sesuaikan dengan risiko lingkungan
- Rumah: APAR powder serbaguna.
- Kantor/gudang: kombinasi powder + CO₂.
- Restoran: APAR foam atau powder.
- Pilih ukuran tabung yang sesuai
- 2–3 kg cukup untuk rumah.
- 6–9 kg lebih cocok untuk kantor atau gudang kecil.
- Cek sertifikasi dan standar
Pastikan APAR memiliki standar SNI atau internasional. - Pertimbangkan kemudahan isi ulang
Pilih merek APAR yang mudah direfill di kotamu.