Cara Menghitung HPP Makanan, Komponen, dan Contohnya
Tahukah kamu berapa biaya sebenarnya untuk memproduksi satu produk makanan yang kamu jual? Nah, itulah yang disebut HPP (Harga Pokok Penjualan). Adapun cara menghitung HPP makanan dengan tepat amat penting karena menentukan harga jual dan margin untung kamu.
Untuk kamu yang akan berbisnis kuliner, artikel ini sudah merangkum rumus dan contoh perhitungannya yang bisa kamu jadikan panduan.
Pengertian HPP untuk Produk Makanan
Nah, sebelum kita masuk ke perhitungan HPP makanan, harus kamu pahami dulu apa sebenarnya HPP itu.
Di ranah kuliner, HPP merujuk pada keseluruhan biaya yang terikat langsung dengan pembuatan produk makanan yang dijual. Periodenya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, entah itu per hari, per minggu, atau per bulan, bergantung pada bagaimana kamu menjalankan bisnis dan mencatat penjualan.
Satu hal yang perlu kamu ingat, HPP hanya mencakup biaya produksi saja. Artinya, biaya-biaya lain seperti pemasaran, administrasi, dan sewa kantor tidak masuk hitungan karena tidak berhubungan langsung dengan aktivitas produksi makanan yang kamu jual.
Komponen-Komponen dalam Perhitungan HPP
Sudah dapat gambaran apa itu HPP, kan? Selanjutnya, simak apa saja yang masuk dalam perhitungan.
Ternyata HPP itu terdiri dari beberapa komponen yang perlu kamu identifikasi satu per satu. Pemisahan yang tepat ini nantinya akan memudahkan kamu menerapkan cara menghitung HPP bisnis makanan dengan akurat. Nah, ini dia komponen-komponennya:
1. Bahan Baku (Direct Materials)
Bahan baku adalah komponen paling jelas dalam HPP. Kamu perlu catat semua yang menjadi pembentuk produk, mulai dari bahan utama seperti daging, tepung, sayur, hingga nasi, lalu ditambah dengan bahan pelengkap berupa bumbu, minyak, dan kemasan.
Untuk itu, kamu perlu tahu berapa biaya bahan baku per porsi. Cara menghitung HPP bahan makanan itu gampang. Hitung berdasarkan gram atau volume yang kamu pakai untuk setiap porsi, lalu kalikan dengan harga per unit.
Misalnya, segelas nasi membutuhkan 100 gram beras, dan 1 kg beras dijual Rp18.000, maka biaya beras per porsi adalah (100 ÷ 1000) × Rp18.000 = Rp1.800.
2. Tenaga Kerja Langsung (Direct Labor)
Selanjutnya, ada upah untuk tenaga dapur yang langsung terlibat dalam kegiatan produksi. Chef atau pekerja yang meracik produk kamu termasuk di komponen ini.
Masalahnya, kamu juga harus mengalokasikan biaya tenaga kerja per porsi. Jika chef kamu dapat upah Rp3.000.000 sebulan dan mampu menghasilkan 1.000 porsi dalam sebulan, maka biaya tenaga kerja per porsi adalah Rp3.000.000 ÷ 1.000 = Rp3.000 per porsi.
3. Biaya Overhead Produksi
Di samping itu, ada biaya yang sayangnya masih sering luput dari perhatian. Ini adalah overhead produksi, yaitu pengeluaran operasional yang mendukung berlangsungnya produksi meskipun tidak langsung terlihat di produk jadi. Listrik, gas, air, sewa dapur, atau pun peralatan masak termasuk dalam kategori ini.
Alhasil, kamu perlu menghitung overhead per porsi supaya HPP benar-benar akurat. Untuk itu, totalkan semua biaya overhead per bulan, lalu bagi dengan jumlah porsi yang diproduksi dalam periode yang sama.
Misal overhead bulanan Rp6.000.000 dengan 1.000 porsi, maka overhead per porsi adalah Rp6.000.000 ÷ 1.000 = Rp6.000 per porsi. Dengan begitu, semua elemen biaya sudah tercermin dalam HPP kamu.
Baca Juga:
- Jualan Live di TikTok vs Facebook, Mana Lebih Baik?
- Sumber Penghasilan Rachel Vennya, dan Strategi Sukses Influencer Jadi Pebisnis
- Ramalan 12 Shio 2026 di Tahun Kuda Api untuk Karier, Keuangan, dan Asmara
Rumus HPP Makanan Paling Dasar
Baru saja kita sudah bahas komponen-komponen HPP. Pertanyaannya, bagaimana cara menghitung HPP makanan dengan menggabungkan ketiganya? Simak rumus berikut.
Rumus HPP Dasar
Rumus ini adalah fondasi setiap perhitungan HPP kamu:
HPP = Biaya Bahan Baku + Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead
Artinya, kamu tinggal jumlahkan ketiga komponen itu untuk mendapat total HPP dari satu batch produksi. Tapi ingat, hasil ini adalah HPP total, belum per porsi.
Misalnya kamu memproduksi lumpia. Untuk satu batch, biaya bahan baku Rp50.000, tenaga kerja Rp20.000, overhead Rp15.000. Maka HPP total batch itu adalah Rp50.000 + Rp20.000 + Rp15.000 = Rp85.000.
Tapi dari batch ini kamu hasilkan 10 lumpia. Dengan kata lain, HPP per lumpia belum ketahuan.
Rumus HPP Per Unit atau Per Porsi
Di sini letak kunci sebenarnya, pasalnya cara menghitung HPP jualanan makanan itu harus per produk. Rumusnya sederhana:
HPP Per Porsi = Total HPP ÷ Jumlah Produk yang Dihasilkan
Dengan rumus ini, kamu bisa tahu berapa biaya produksi setiap satu lumpia atau setiap satu cup es krim dari bisnismu. Kembali ke contoh lumpia tadi, HPP per lumpia adalah Rp85.000 ÷ 10 = Rp8.500 per lumpia. Nah, dari sini kamu bisa tentukan harga jual dan berapa margin untung yang kamu inginkan.
Catatan untuk Bisnis yang Sudah Berkembang
Walaupun demikian, bila bisnis makanan kamu mulai berkembang dan semakin besar, ada hal yang perlu kamu pertimbangkan lagi. Inventaris awal dan akhir akan berpengaruh pada perhitungan HPP.
Inventaris awal adalah stok bahan baku dan produk jadi yang kamu miliki di awal periode. Sementara inventaris akhir adalah stok yang tersisa di akhir periode.
Ketika sudah ada inventaris awal dan akhir, rumus HPP berubah sedikit:
HPP = Inventaris Awal + Pembelian Bahan Baku Periode Ini – Inventaris Akhir
Tak perlu khawatir jika rumus di atas terasa rumit sekarang, sebab kamu bisa fokus pada rumus dasar dulu sampai bisnis berkembang lebih besar dan perlu tracking inventaris yang lebih detail.
Contoh Cara Menghitung HPP Makanan
Supaya lebih jelas, mari kita hitung HPP untuk satu porsi seblak step by step.
Nah, untuk produksi sehari-hari kita targetkan 50 porsi seblak ceker campur bakso dengan takaran standar. Nantinya semua biaya harus kamu hitung terlebih dulu, baru kamu bagi rata menjadi HPP per porsi agar harga jualnya pas.
1. Biaya Bahan Baku
- Kerupuk mentah: Rp45.000 (2,5 kg)
- Ceker ayam: Rp90.000 (3 kg)
- Bakso: Rp70.000 (2 kg)
- Telur: Rp60.000 (30 butir)
- Bumbu: Rp40.000 (estimasi)
- Minyak goreng: Rp25.000 (estimasi)
- Sayuran pelengkap: Rp20.000 (estimasi)
Total bahan baku per hari: Rp350.000
2. Tenaga Kerja Langsung
Misalnya:
- 1 orang juru masak
- Waktu kerja: 6 jam per hari
- Upah harian: Rp80.000
Total tenaga kerja langsung: Rp80.000
3. Overhead Produksi
- Gas LPG: Rp25.000
- Listrik dan air: Rp10.000
- Kemasan (kotak, sendok, plastik): Rp75.000
- Penyusutan alat (kompor, panci, blender, dll): Rp10.000
- Biaya kebersihan dan lain-lain: Rp5.000
Total overhead produksi: Rp125.000
4. Total HPP Produksi per Hari
- Bahan baku: Rp350.000
- Tenaga kerja langsung: Rp80.000
- Overhead produksi: Rp125.000
Total HPP per hari: Rp555.000
5. HPP per Porsi Seblak
- Total produksi: 50 porsi
- Total HPP: Rp555.000
HPP per porsi: Rp555.000 ÷ 50 = Rp11.100
Nah, dari perhitungan tadi ketemu bahwa biaya produksi per porsi seblak ceker campur bakso adalah Rp11.100. Dengan angka ini, kamu sudah bisa mulai menghitung berapa harga jual yang cuan.
Katakanlah kamu menarget margin 70 persen dari HPP. Berapa harga jualnya? Caranya mudah, tambah saja margin yang kamu inginkan ke HPP per porsi. Hasilnya Rp11.100 + (Rp11.100 × 70%) = Rp18.870.
Kamu bisa bulatkan menjadi Rp19.000 per porsi, meski harga segini idealnya untuk gerai di lokasi strategis atau brand yang sudah sudah kuat.
Masukkan Biaya Ongkir ke Perhitungan HPP? Gunakan Layanan Lion Parcel
Jika bisnis makanan kamu melayani pengiriman ke luar kota atau bahkan luar negeri, biaya ongkir juga perlu kamu masukkan ke dalam perhitungan HPP. Lalu, apa pilihan terbaik untuk mengirim produk makanan dengan aman dan terjangkau?
Tenang saja, Lion Parcel solusinya! Lion Parcel menyediakan pengiriman yang menjangkau seluruh Indonesia sampai mancanegara dengan spesialisasi pada UMKM.
Keunggulannya:
- Tarif kompetitif yang ramah untuk usaha kecil maupun besar.
- Layanan beragam dari reguler hingga pengiriman same-day.
- Tracking real-time untuk pantau paket secara langsung.
- Jangkauan luas ke berbagai kota dan daerah lokal maupun internasional.
Selain itu, kamu bisa cek ongkir langsung di website atau aplikasi Lion Parcel sesuai rute tujuan dan berat paket. Dengan begitu, biaya pengiriman yang akurat sudah ada di tangan kamu sebelum menentukan harga jual akhir.
Sekarang kamu sudah selangkah lebih maju dalam menjalankan bisnis kuliner setelah memahami cara menghitung HPP makanan yang benar. Waktunya kamu mencatat komponen biaya dengan detail dan mulai hitung HPP sendiri. Dan jangan lupa, andalkan Lion Parcel untuk pengiriman yang aman dan efisien sehingga produk tiba dengan selamat ke tangan pelanggan!