Cara Membuat Financial Planning agar Keuangan Lebih Teratur

Cara Membuat Financial Planning agar Keuangan Lebih Teratur

Penulis
Danish Syahputra
Tanggal publish
7 Oktober 2025

Pernah dengar istilah "Gaji numpang lewat"?

 

Istilah ini menggambarkan kondisi keuangan banyak orang di saat ini. Hal ini bisa terjadi karena belum memiliki financial planning atau perencanaan keuangan yang baik.

 

Padahal, dengan perencanaan uang yang tepat, kamu bisa lebih tenang menghadapi kebutuhan harian, dana darurat, bahkan untuk tabungan di masa depan tanpa stress soal uang.

 

Lalu, bagaimana sih cara membuat financial planning yang benar dan efektif? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Financial Planning?

 

Financial planning adalah proses mengelola penghasilan, pengeluaran, dan aset agar kamu bisa mencapai tujuan keuangan tertentu, baik jangka pendek maupun panjang.

 

Tujuan itu bisa bermacam-macam dari hal sederhana seperti membeli gadget baru, sampai hal besar seperti membeli rumah, menikah, atau pensiun dengan nyaman. Dengan financial planning, kamu tidak hanya tahu ke mana uangmu pergi, tapi juga bisa memastikan setiap rupiah bekerja sesuai prioritasmu.

Mengapa Financial Planning Itu Penting?

Banyak orang berpikir bahwa financial planning hanya untuk orang kaya. Padahal, justru sebaliknya. Perencanaan keuangan penting untuk siapa pun yang ingin hidup lebih tenang secara finansial.

 

Beberapa alasan mengapa financial planning penting antara lain:

1. Menghindari Kebiasaan Boros

Dengan perencanaan dan evaluasi yang jelas setiap akhir bulan, kamu dapat mengetahui di pos mana saja sekiranya yang dapat dikurangi pengeluarannya. 

2. Mempersiapkan Masa Depan

Baik itu dana darurat, pendidikan anak, atau pensiun. Semuanya butuh perencanaan dari sekarang. Jangan sampai di hari tua nanti tidak memiliki simpanan yang cukup. 

3. Menghadapi Situasi Tidak Terduga

Hidup penuh kejutan, dan dana darurat adalah penyelamat saat hal tak diinginkan terjadi.

4. Mencapai Tujuan Hidup

Tanpa rencana keuangan, cita-cita seperti traveling ke luar negeri atau punya bisnis sendiri bisa terasa jauh dari jangkauan.

 

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Rifqi Fauzan | Long-life learner (@kitamainperan)

Langkah-langkah Membuat Financial Planning

Sekarang kita masuk ke bagian paling penting: bagaimana cara membuat financial planning yang efektif dan realistis.

1. Evaluasi Kondisi Keuangan Saat Ini

Langkah pertama adalah mengetahui posisi keuangan saat ini. Catat semua sumber penghasilan dan pengeluaran tetap setiap bulan, mulai dari gaji, tagihan listrik, sewa rumah, cicilan, hingga langganan streaming.

 

Tujuannya agar dapat diketahui setiap bulannya berapa uang yang tersisa. Jadinya kamu bisa menilai sendiri apakah pengeluaran kamu seimbang atau perlu ada perbaikan. 

2. Tentukan Tujuan Keuangan

Setiap orang punya tujuan keuangan berbeda. Ada yang ingin menabung untuk menikah, membeli rumah, melunasi hutang, atau sekadar punya dana darurat. Pisahkan tujuan keuangan menjadi tiga kategori:

  • Jangka pendek (1–2 tahun): misalnya membeli motor, liburan, atau menabung untuk kursus.
  • Jangka menengah (3–5 tahun): seperti DP rumah atau modal usaha.
  • Jangka panjang (lebih dari 5 tahun): misalnya dana pensiun atau pendidikan anak.

Dengan memisahkan tujuan keuangan seperti di atas, akan membuatmu tahu arah keuangan dan memotivasi untuk konsisten menabung.

3. Buat Anggaran Bulanan (Budgeting)

Setelah tahu pendapatan dan tujuan keuangan, saatnya membuat anggaran. Salah satu rumus populer yang bisa kamu coba adalah 50/30/20 rule:

  • 50% untuk kebutuhan pokok (makan, sewa, transportasi, tagihan).
  • 30% untuk keinginan (hiburan, nongkrong, belanja).
  • 20% untuk tabungan, investasi, atau pelunasan utang.

Tentu angka ini bisa disesuaikan dengan kondisi keuanganmu. Pastikan kamu selalu menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dan investasi, sekecil apapun jumlahnya.

4. Siapkan Dana Darurat

Dana darurat adalah tabungan khusus yang digunakan hanya saat keadaan mendesak, seperti kehilangan pekerjaan, biaya pengobatan, atau perbaikan rumah mendadak. Idealnya, dana darurat minimal sebesar:

  • 3–6 bulan pengeluaran rutin untuk lajang.
  • 6–12 bulan pengeluaran rutin untuk yang sudah berkeluarga.

Pisahkan dana ini di rekening berbeda agar tidak tercampur dengan uang harian ya!

 

Baca Juga: 

5. Kelola Utang dengan Bijak

keuangan dengan bijak

 

Punya utang tidak selalu buruk, asalkan dikelola dengan benar. Yang penting, total cicilan tidak melebihi 30% dari penghasilan bulanan.

 

Bila memungkinkan, lunasi utang dengan bunga tinggi terlebih dahulu (seperti kartu kredit) agar beban bunga tidak terus menumpuk.

6. Mulai Berinvestasi

Menabung saja tidak cukup, karena nilai uang bisa tergerus inflasi. Itulah mengapa investasi penting untuk jangka panjang.

 

Kamu bisa mulai dari investasi berisiko rendah seperti reksa dana pasar uang, lalu beralih ke saham, emas, atau obligasi setelah memahami risikonya.

 

Kuncinya, pilih produk investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan finansialmu. Jangan ikut-ikutan tren tanpa riset yang matang.

7. Rutin Evaluasi dan Koreksi

Financial planning bukan sesuatu yang statis. Kamu perlu mengevaluasi rencana keuangan secara rutin, misalnya setiap tiga atau enam bulan sekali.

 

Cek apakah pengeluaran masih sesuai rencana, apakah ada kebutuhan baru, atau apakah target tabungan perlu disesuaikan. Dengan begitu, keuanganmu tetap adaptif terhadap perubahan hidup.

Tips Tambahan agar Financial Planning Berjalan Lancar

 

Selain langkah-langkah di atas, ada beberapa tips yang bisa membantu kamu tetap konsisten:

1. Gunakan Aplikasi Keuangan

Banyak aplikasi, seperti Money Lover, Spendee, atau Catatan Keuangan Harian yang bisa membantu mencatat pemasukan dan pengeluaran.

2. Otomatisasi Tabungan

Gunakan fitur autodebet agar sebagian gaji langsung masuk ke rekening tabungan atau investasi.

3. Hindari Gaya Hidup Impulsif

Belanja boleh, tapi pastikan memang butuh, bukan sekadar “ingin”.

4. Diskusikan dengan Pasangan

Jika sudah menikah, pastikan rencana keuangan dibuat bersama agar lebih transparan dan terarah.

 

Membuat financial planning bukan berarti kamu harus hidup super ketat dan tidak menikmati hasil kerja kerasmu. Justru sebaliknya, perencanaan keuangan yang baik membantu kamu menikmati hidup dengan lebih tenang dan terencana.

 

Mulailah dari hal sederhana seperti catat pengeluaran, buat anggaran, dan sisihkan tabungan setiap bulan. Lambat laun, kamu akan terbiasa mengelola uang dengan bijak dan mencapai tujuan finansial yang kamu impikan.

Siapkan Perencanaan Keuangan yang Lebih Matang Bersama Lion Parcel

Merintis usaha tidak cukup hanya dengan semangat, tapi juga perlu perencanaan keuangan yang matang agar bisnis terus berkembang. Dengan menjadi Mitra Lion Parcel, kamu bisa mulai membangun bisnis pengiriman yang potensial dengan modal terjangkau dan dukungan sistem yang jelas.

 

Hanya bermodal 10 juta saja, kamu bisa menjadi bos logistik dengan peluang penghasilan sampai  30-40 juta setiap bulannya.

 

#jadiagenlionparcel #mitralionparcel
Mau kirim paket tapi males keluar rumah?
Cobain Pick-up sekarang!
logo-btn.png
Kirim sekarang

Lihat promo spesial!

logo-btn.png
Semua promo