Rahasia Agar Bisnismu Gampang Diingat!
Di dunia bisnis yang serba cepat, positioning dalam pemasaran akhirnya jadi pondasi penting agar bisnismu stand out di tengah lautan kompetitor. Tanpa menerapkan strategi ini, bisnis dan produkmu ibaratnya hanya jadi NPC game, ada tapi tidak terlihat.
Bayangkan kamu lagi di rak minuman di supermarket. Semua botol air mineral tampak sama, kan? Tapi entah kenapa, tanganmu justru memilih satu merek tertentu. Bukan karena harganya, tapi karena kesan yang sudah terbentuk di pikiranmu, seperti airnya premium, enak, atau kesan lainnya.
Nah, inilah bukti yang menunjukkan bahwa positioning yang kuat bisa membuat sebuah usaha lebih diingat. Di sini kamu akan dibantu agar lebih paham soal apa yang dimaksud positioning dalam pemasaran, elemen, hingga cara membuatnya. Yuk, simak sampai habis!
Apa Itu Positioning dalam Pemasaran?
Secara sederhana, positioning adalah strategi bisnis untuk bisa menciptakan persepsi tertentu di benak atau pikiran konsumen. Dengan positioning ini, brand akan berusaha membentuk pandangan tertentu agar konsumen melihat produk atau bisnis berbeda dari kompetitor.
Tujuannya strategi ini adalah menanamkan citra dan nilai yang membuat audiens lebih mudah mengingat bisnis dan menjadikannya sebagai pilihan utama.
Nah, beberapa elemen utama yang membentuk positioning ini adalah:
- Nilai unik merek (unique value proposition): Alasan utama kenapa konsumen memilih kamu, bukan pesaing. Elemen ini menggambarkan keunggulan kualitas, layanan, atau inovasi.
- Target Audiens yang tepat: Audiens ini bukan sekadar demografi, tapi juga perilaku, motivasi, dan kebutuhan mereka. Sebab, positioning yang kuat berangkat dari empati terhadap konsumen.
- Analisis pesaing (competitor analysis): Kamu wajib tahu siapa saja pesaing di luaran sana dan bagaimana mereka tampil di pasar. Dengan analisis ini, kamu akhirnya bisa menemukan celah untuk menonjolkan keunikan produk atau bisnis.
- Citra dan persepsi konsumen (brand image and perception): Citra brand akan terbentuk dari cara konsumen memaknai merek kamu, entah itu melalui pesan, desain visual, atau pengalaman yang mereka rasakan. Apabila konsisten melakukannya, maka persepsi positif pasti dapat melekat di benak konsumen.
- Diferensiasi (differentiation): Diferensiasi merupakan indikator yang menunjukkan perbedaan bisnismu dengan kompetitor. Jika sudah terpenuhi, strategi brand positioning akan lebih mudah terwujud.
- Kategori dan relevansi pasar: Keduanya akan membantu audiens agar lebih paham arah bisnismu. Sebab, jika memakai kategori umum dan kurang relevan dengan kebutuhan, audiens akan kesulitan mengenali nilai produk dan bisnismu.
Mengapa Positioning Penting?
Positioning bukan sekadar istilah keren yang menunjukkan bahwa bisnismu ikut tren. Sebab, ada banyak manfaat yang akan kamu rasakan, seperti:
- Menciptakan keunggulan kompetitif dibanding pesaing
- Memperjelas target pasar
- Meningkatkan loyalitas konsumen
- Meningkatkan penjualan dan omzet bisnis
- Membantu memahami kebutuhan konsumen
Baca Juga:
- Bagaimana Jika Paket Tidak Sampai Padahal Sudah Lewat Estimasi?
- Mengenal Brand Image: Kunci Persepsi dan Kepercayaan Pelanggan
- Kirim Paket Cargo vs Reguler: Mana yang Cocok untuk Kirim Barang Besar
Jenis-jenis Strategi Positioning
Saat ini setidaknya ada tiga jenis strategi positioning yang lazim diaplikasikan bisnis, yaitu:
1. Brand Positioning
Brand positioning berfokus pada cara perusahaan menempatkan mereknya di benak konsumen. Strategi ini dapat membantu menciptakan citra yang konsisten dan menarik untuk jangka panjang.
Contohnya ada Nike dengan slogan “Just Do It” yang berhasil memposisikan dirinya sebagai merek olahraga yang identik dengan semangat juang dan prestasi.
2. Product Positioning
Product positioning merupakan cara kamu dalam menempatkan produk agar terlihat berbeda daripada kompetitor. Karena itulah, strategi ini lebih menonjolkan fitur, manfaat, atau pengalaman unik dari produk yang ditawarkan.
Sebagai contoh, ada Bumble yang memposisikan aplikasinya sebagai platform aman. Sebab, pengguna perempuanlah yang berhak mengambil kendali saat memulai percakapan. Aspek ini membuatnya terlihat berbeda dari Tinder, yang lebih menonjolkan aspek santai, sehingga lebih riskan.
View this post on Instagram
3. Market Positioning
Market positioning punya cakupan yang lebih luas, karena fokus pada bagaimana merek berinteraksi dengan pasar dan konsumennya. Strategi ini bertujuan untuk memengaruhi persepsi konsumen terhadap merek daripada pesaing.
Misalnya, ada Lion Parcel yang memposisikan jasa ini sebagai layanan logistik yang mudah diakses, cepat, dan terjangkau, dengan target pasar individu maupun bisnis. Nah, market positioning-nya adalah “layanan pengiriman tepercaya dengan harga bersahabat”, bukan sekadar ekspedisi pengiriman biasa.
Contoh Penerapan Positioning dalam Bisnis
Untuk lebih mudah membayangkan penerapannya dalam bisnis kamu, mari kita buat contoh sederhana, ya.
Nah, coba bayangkan ada dua merek kopi, A dan B. Kopi A menjual produk dengan kemasan premium, harga tinggi, dan menghadirkan atmosfir eksklusif di setiap gerainya. Sementara merek B menjual produk dalam kemasan ekonomis untuk pasar umum.
Sekilas, keduanya memang sama-sama menjual kopi, kan? Tapi jika ditelusuri, posisi mereka pasti berbeda di benak konsumen. Yang satu terkesan premium, dan satunya lebih ramah di kantong.
Contoh ini menunjukkan bahwa positioning bukan hanya soal harga atau produk, tapi tentang citra dan nilai yang ingin ditonjolkan. Jadi, jika sudah menentukan positioning, maka target konsumen pun akan lebih jelas.
Cara Menentukan Positioning untuk Bisnis Sendiri
Sekarang, saatnya kamu memahami bagaimana menentukan positioning yang tepat untuk bisnis sendiri. Cek langkah-langkah berikut:
1. Kenali Target Audiens
Pahami dulu siapa pelanggan idealmu, masalah yang mereka hadapi, dan apa yang mereka cari dari produk atau layananmu. Semakin detail kamu mengenal mereka, maka akan semakin mudah kamu dalam menentukan posisi yang relevan.
2. Analisis Kompetitor
Pelajari strategi pesaing dan cari tahu celah yang bisa kamu manfaatkan. Temukan hal yang membuat bisnismu tampil beda. Dengan begitu, produkmu tidak akan tumpang tindih dengan pesaing.
3. Tentukan Keunggulan Utama
Pastikanlah untuk fokus pada aspek yang menjadi kekuatan produkmu, entah itu kualitas, pelayanan, inovasi, atau harganya. Keunggulan utama inilah yang akan jadi pembeda utama dalam pasar.
4. Definisikan Brand Purpose dan Nilai Inti (Core Values)
Setiap produk dalam bisnis harus punya tujuan keberadaannya. Tujuan atau nilai intinya bisa berupa kejujuran, inovasi, atau tanggung jawab sosial. Ketika sudah ada nilai inti dan tujuannya, kamu akan lebih mudah membentuk citra yang kuat di benak konsumen.
5. Bangun Pesan Komunikasi yang Konsisten
Pastikan semua saluran komunikasi ke audiens menyampaikan pesan yang sama, sehingga citra merek jadi konsisten, kuat dan tidak membingungkan.
6. Evaluasi dan Sesuaikan Seiring Waktu
Pasar dan konsumen pasti selalu berubah, alias dinamis. Jadi, pastikanlah kamu selalu melakukan evaluasi dan menyesuaikan strategi positioning agar tetap relevan dan kompetitif.
Bangun Positioning yang Kuat Bersama Ekspedisi Lion Parcel
Dari penjelasan artikel ini, terlihat bahwa dalam dunia bisnis yang kompetitif, usaha kecil sekalipun bisa punya posisi kuat di pasar jika kamu tahu nilai yang ingin ditonjolkan dan konsisten menjalankannya.
Nah, salah satu langkah nyata untuk memperkuat kredibilitas bisnis adalah bekerja sama dengan jasa ekspedisi tepercaya, seperti Lion Parcel.
Lion Parcel sendiri berhasil membangun market positioning sebagai penyedia jasa pengiriman yang cepat, aman, dan terjangkau untuk berbagai kalangan. Karena itu, layanan Lion Parcel bisa jadi andalan buat kamu yang ingin membangun positioning yang lebih kuat di pasar.
Apalagi saat ini Lion Parcel memiliki virtual CEO LIOLIO, dimana brandnya semakin dikenal. Selain itu, layanan yang membuat pelanggan tetap setia menggunakan ekspedisi Lion Parcel.
Jadi, pastikanlah kamu paham soal apa itu positioning dalam pemasaran, terapkan tipsnya, dan jadikan Lion Parcel sebagai jasa kirim andalanmu!