Sejumlah perusahaan masih belum membedakan antara sales dan marketing. Nyatanya, perbedaan sales dan marketing secara fundamental bagai langit dan bumi.
Untuk itu, keduanya perlu kamu pahami dengan baik. Dengan demikian, pendapatan perusahaan pun bisa lebih optimal dan pertumbuhan jangka panjang pun lebih terjamin.
Sekilas tentang Sales
Sales atau penjualan adalah ujung tombak yang langsung berhadapan dengan calon pembeli. Definisi paling sederhananya, sales adalah proses tukar-menukar produk atau jasa dengan uang. Tetapi di lapangan, sales mencakup banyak hal lain yang jauh lebih kompleks.
Dalam sales, transaksi hanyalah bagian akhir. Yang lebih penting adalah proses menanamkan kepercayaan kepada pembeli bahwa produk yang ditawarkan memang mampu memecahkan masalah mereka.
Adapun fungsi utama sales mencakup:
- Sebagai generator pendapatan utama yang langsung memasukkan uang tunai ke perusahaan.
- Mengonversi prospek menjadi pembeli nyata melalui negosiasi dan persuasi.
- Menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan untuk repeat order.
- Mengumpulkan intelijen pasar dari lapangan yang penting untuk menyusun strategi perusahaan.
Sementara itu, tugas sehari-hari tim sales tak kalah beragam. Tim inilah yang melakukan prospecting untuk mencari calon pelanggan potensial, presentasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik klien, negosiasi harga dan syarat kontrak, hingga menutup penjualan dan memastikan pembayaran terproses.
Selain itu, ruang kerja tim sales mencakup pula pengelolaan akun pelanggan dan penyusunan laporan pipeline penjualan.
Baca: Mengenal After Sales Service, Strategi Kunci Menjaga Kepuasan dan Loyalitas Konsumen
Sekilas tentang Marketing
Di sisi lain, marketing (pemasaran) memiliki cakupan yang lebih luas daripada sales. Menurut American Marketing Association, marketing adalah serangkaian aktivitas untuk menciptakan, mengomunikasikan, dan menyampaikan nilai kepada pelanggan, mitra, dan masyarakat.
Philip Kotler, bapak pemasaran modern, mendefinisikan marketing sebagai seni dan ilmu memilih pasar sasaran, lalu mendapatkan serta menumbuhkan pelanggan melalui penciptaan dan penyampaian nilai unggul.
Dengan kata lain, marketing tidak terbatas pada kegitan promosi atau beriklan, melainkan juga menciptakan ekosistem yang memudahkan terjadinya transaksi secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, fungsi marketing mencakup penciptaan awareness (kesadaran) dan demand (permintaan) di pasar. Tanpa marketing, pasar bahkan tidak tahu produk kamu ada.
Tambah lagi, marketing membangun citra merek dan ekuitas yang menjadi pelumas bagi sales. Maksudnya, dengan kepercayaan yang sudah ada, calon pembeli tidak lagi mempersoalkan berapa pun harga yang ditawarkan.
Seain itu, marketing juga bertanggung jawab melakukan riset pasar dan analisis kompetitif sebelum produk dibuat. Siapa target pasarnya? Berapa harga yang bersedia dibayar? Apa kelemahan kompetitor? Adalah tugas tim marketing untuk menggali informasi-informasi ini.
Di sisi lain, tugas operasional marketing meliputi:
- Mengembangkan strategi produk.
- Menetapkan harga berdasarkan nilai persepsi pelanggan.
- Merancang kampanye promosi lewat berbagai channel (saluran).
- Mengelola distribusi produk.
- Optimasi digital dan SEO.
- Analisis data untuk mengukur efektivitas setiap rupiah yang dikeluarkan.
Baca: Lowongan Kerja Lion Parcel: Dicari Ratusan Posisi Corporate Sales
9 Perbedaan Sales dan Marketing yang Sering Diabaikan
Walaupun sama-sama bertujuan mendongkrak pendapatan perusahaan, pendekatan sales dan marketing tidaklah sama. Berikut 9 aspek fundamental yang membedakan keduanya.
1. Definisi dan Filosofi Dasar
Salah satu perbedaan sales dan marketing paling mendasar terletak pada filosofi eksistensinya. Sales berfilosofi transaksional dan mikro, yaitu pada pertukaran nilai yang terjadi sekarang antara dua pihak.
Sementara itu, marketing berfilosofi transformasional dan makro, yakni menciptakan lingkungan di mana transaksi bisa terjadi secara berkelanjutan dan berskala besar.
2. Fungsi dan Tujuan Utama
Tujuan akhir sales dan marketing boleh jadi sama, yakni keuntungan perusahaan. Namun target jangka pendek yang masing-masing kejar bertolak belakang.
Sales bertujuan mendapatkan pendapatan konkret. Adapun ukuran suksesnya adalah kontrak ditandatangani dan uang masuk ke kas perusahaan. Alhasil, sales berperan sebagai ‘eksekutor’ yang memanen hasil.
Di sisi lain, marketing bertujuan membangun minat dan nilai merek. Oleh sebab itu, kesuksesan marketing diukur dari seberapa dikenalnya merek tersebut, opini publik yang positif, dan seberapa banyaknya prospek berkualitas. Jadi, marketing bertugas ‘menyuburkan tanah’ sebelum masa panen tiba.
3. Jangka Waktu Kerja
Perspektif waktu adalah sumber utama gesekan antara kedua divisi ini. Contoh perbedaan sales dan marketing dalam aspek ini terlihat jelas dari rentang waktu yang menjadi patokan kerja masing-masing.
Sales mengincar hasil jangka pendek. Tim ini bergerak dalam siklus harian, mingguan, hingga bulanan. Maka dari itu, target utamanya adalah menutup periode dengan capaian positif berdasarkan strategi berdampak instan.
Sebaliknya, marketing bermain untuk jangka panjang. Membangun reputasi merek, SEO, atau komunitas pelanggan setia tidak terjadi dalam semalam. Begitu juga kampanye branding yang baru terlihat hasilnya setelah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
4. Strategi dan Pendekatan
Selain itu, cara yang digunakan untuk mencapai tujuan masing-masing juga berbeda. Sales bersifat ‘mendorong’, seperti aktif menghubungi calon pelanggan, presentasi, dan negosiasi. Semua dilakukan serba langsung dan cepat.
Sebaliknya, marketing bersifat ‘menarik’, seperti melalui konten, iklan, SEO, dan PR. Marketing menganalisis data pasar agar pesan yang disampaikan tepat sasaran sehingga sales tidak perlu susah payah meyakinkan pelanggan dari nol.
5. Orientasi Pasar dan Target Audiens
Siapa yang sebenarnya mereka sasar? Dalam hal ini, perbedaan sales dan marketing adalah pada granularitas target.
Sales bekerja untuk individu atau akun tertentu. Pendekatannya personal dan spesifik sesuai kebutuhan individu.
Sementara itu, marketing bekerja untuk kelompok besar. Adapun pendekatannya sendiri berdasarkan data segmen dan persona. Dari sanalah tim marketing menyusun satu pesan universal yang bisa menjangkau banyak orang sekaligus.
6. Interaksi dan Hubungan dengan Pelanggan
Sales menjalankan interaksi langsung secara tatap muka. Kepercayaan terbangun lewat hubungan personal dan empati. Di sini, komunikasi berjalan dua arah secara intens.
Sedangkan marketing membutuhkan media untuk menjangkau banyak orang dalam waktu bersamaan. Jadi, pelanggan lebih dekat dengan merek daripada dengan pembuat pesannya. Hal ini karena komunikasi cenderung berjalan satu arah, atau hanya sebatas klik dan komentar.
7. Posisi dalam Sales Funnel
Kemudian, apa perbedaan sales dan marketing dilihat dari tahapan funnel?
Sales berada di posisi paling akhir, yaitu bottom of the funnel. Pada tahap ini, calon pelanggan sudah sadar dan tinggal mempertimbangkan atau mengambil keputusan. Sebaliknya, marketing bergerak dari top of the funnel hingga middle of the funnel. Singkatnya, marketing yang membuka jalan, dan sales-lah yang menuntaskannya.
8. Keterampilan dan Kompetensi yang Dibutuhkan
Karena sifat pekerjaannya berbeda, profil kompetensi SDM-nya pun tak sama. Di sini, perbedaan marketing dan sales adalah dari sisi keahlian. Maksudnya, perbedaan tugas sales dan marketing menuntut skill yang berbeda.
Sales membutuhkan soft skills interpersonal seperti kecerdasan emosional, komunikasi verbal persuasif, active listening, ketahanan mental terhadap penolakan, kemampuan negosiasi, dan networking. Kesimpulannya, sales adalah people person.
Sementara itu, marketing membutuhkan gabungan analisis data dan kreativitas. Alhasil, kompetensi utamanya meliputi kemampuan membaca data statistik, riset pasar, pemahaman algoritma digital, strategi konten, desain visual, copywriting, dan perencanaan strategis.
9. KPI dan Metrik Pengukuran
Terakhir, perbedaan tugas marketing dan sales tercermin jelas dalam metrik yang digunakan.
Sales menggunakan metrik keuangan yang bersifat hasil akhir. Contohnya pendapatan, jumlah kontrak tertutup, win rate, nilai transaksi rata-rata, dan realisasi kuota. Dengan demikian, tim sales baru berhasil jika uang sudah di tangan.
Di sisi lain, marketing menggunakan metrik kinerja kampanye yang lebih luas. Mulai dari awareness merek, pengunjung website, biaya per lead, conversion rate, interaksi media sosial, sampai ROI marketing. Jadi, sukses marketing berarti atensi publik tercapai, kolam prospek penuh, dan biaya akuisisi senantiasa terkendali.
Walaupun terdapat banyak perbedaan utama sales dan marketing, kamu tidak perlu memisahkan keduanya secara ekstrem. Sebaliknya, kamu justru harus melihat perbedaan sales dan marketing ini sebagai spesialis yang saling melengkapi satu sama lain.
Adapun untuk mendukung operasional bisnis, kamu membutuhkan jasa logistik perusahaan yang andal seperti Lion Parcel. Dimana jasa pengiriman ini bisa bantu kamu untuk pengiriman barang dari ukuran kecil hingga besar/cargo. Kamu bisa gunakan layanan pengiriman BIGPACK dan BIGPACK FAST dari Lion Parcel siap membantu pengiriman dalam skala besar dengan efisien.
Alhasil, tim sales dan marketing pun bisa fokus sepenuhnya mengembangkan strategi pertumbuhan bisnis kamu. Yuk, kirim paket sekarang di Lion Parcel.