Bagi pelaku usaha, mungkin merasa was-was bisa muncul ketika omzet turun. Kadang meskipun berbagai strategi sudah dipraktikan, tapi penjualan tetap saja merosot. Situasi ini tentu bukan hanya memengaruhi arus kas, tapi juga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.
Karena itulah, langkah pertama untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memahami penyebab kenapa omzet bisa turun. Begitu tahu titik masalahnya, kamu bisa menentukan langkah yang efektif agar omzet kembali stabil.
Yuk, pelajari berbagai faktor penyebab penurunan omzet penjualan sekaligus solusinya. Untuk kamu para seller wajib baca sampai habis ya!
Faktor Eksternal yang Membuat Omzet Turun
Seperti yang kamu tahu, faktor eksternal datang dari luar kendali pelaku bisnis, sehingga kadang sulit diatasi. Beberapa faktornya adalah:
1. Kondisi Ekonomi yang Tidak Stabil
Inflasi dan resesi akan memengaruhi daya beli masyarakat secara langsung. Ketika harga bahan baku melonjak, pelaku usaha pun terpaksa menaikkan harga jual atau mengurangi kualitas produk.
Keduanya tentu berisiko membuat pelanggan mencari alternatif yang lebih terjangkau, alias berpaling. Misalnya, bisnis kuliner bisa kehilangan pembeli karena kenaikan harga daging, minyak, dan listrik yang memengaruhi harga menu.
2. Persaingan Pasar yang Semakin Ketat
Kehadiran kompetitor baru dengan strategi harga miring atau promosi besar-besaran bisa membuat pelanggan kamu beralih. Persaingan ini pun makin sengit di era digital, karena penawaran kompetitor bisa langsung terlihat lewat media sosial pelanggan.
Tanpa inovasi produk, desain kemasan menarik, atau layanan yang lebih menjanjikan, bisnis kamu akan sulit bertahan.
3. Perubahan Tren Konsumen
Perilaku konsumen biasanya berubah seiring perkembangan teknologi dan gaya hidup. Tren belanja online yang terus meningkat pun membuat toko fisik sepi jika tidak ikut beradaptasi.
Produk musiman seperti busana lebaran atau makanan khas tertentu juga akan mengalami penurunan permintaan di luar musimnya. Jadi, kamu harus merancang strategi penjualan yang fleksibel.
4. Regulasi dan Kebijakan Pemerintah
Perubahan peraturan pajak, izin usaha, atau kebijakan impor dan ekspor juga bisa memengaruhi kelancaran bisnis.
Misalnya, aturan pembatasan kegiatan saat pandemi membuat banyak bisnis ritel dan kuliner kehilangan pelanggan. Kebijakan tarif impor juga dapat menaikkan harga bahan baku, sehingga margin keuntungan kamu pun menurun.
5. Force Majeure
Kejadian tak terduga seperti bencana alam, kebakaran, kerusuhan, atau pemogokan massal bisa menghentikan operasional dalam waktu lama. Meski jarang terjadi, tapi dampaknya bisa signifikan, seperti rusaknya aset bisnis, kehilangan stok, hingga penurunan kepercayaan pelanggan.
Faktor Internal yang Membuat Omzet Turun
Di sisi lain faktor internal usaha juga bisa jadi alasan omzet turun, seperti:
1. Manajemen Stok yang Buruk
Stok yang terlalu sedikit membuat pelanggan kecewa karena barang tidak tersedia saat mereka butuh. Sementara stok berlebih akan mengikat modal dan berisiko rusak. Ketika hal ini sering terjadi, mereka tidak akan percaya lagi pada tokomu dan memilih beralih ke tempat lain.
Untuk kamu yang kerepotan mengatur stok barang, bisa baca tips berikut: Stok Berantakan Bikin Pusing? Ini Cara Biar Bisnis Kamu Lebih Tertata
2. Strategi Pemasaran yang Tidak Efektif
Promosi yang tidak sesuai dengan target pasar membuat brand tidak dikenal luas. Penggunaan media sosial tanpa strategi yang jelas juga sering kali tidak menghasilkan penjualan. Tanpa riset audiens dan strategi yang tepat, kampanye pemasaran kamu hanya akan membuang anggaran.
3. Kualitas Produk atau Layanan Menurun
Pelanggan akan cepat menyadari penurunan kualitas, baik dari segi bahan, rasa, maupun layanan. Satu saja ulasan buruk di media sosial bisa memicu efek domino, menurunkan reputasi, dan mengurangi kepercayaan pelanggan lama maupun baru.
4. Pengiriman yang Lambat atau Tidak Tepat Waktu
Pengiriman yang molor membuat pelanggan kamu ragu untuk belanja lagi, apalagi jika kebutuhannya mendesak.
Oleh karena itu, penting sekali bekerja sama dengan jasa pengiriman yang punya fitur cek resi secara real-time seperti Lion Parcel, sehingga pelanggan bisa memantau posisi barang setiap saat dan merasa lebih aman. Cek resi di Lion Parcel bisa dilakukan dengan mudah, lewat website atau aplikasi.
5. Kualitas SDM Kurang
Karyawan yang kurang terlatih, tidak disiplin, atau tidak memahami SOP akan menurunkan produktivitas dan kualitas layanan bisnis. Akibatnya, pelanggan merasa tidak dihargai dan beralih ke kompetitor yang lebih profesional.
Baca Juga:
- 10 Ide Bisnis Ibu Rumah Tangga yang Bisa Hasilkan Cuan Tambahan Tiap Bulan
- Cara Cek Ongkir Lion Parcel Terbaru dan Akurat untuk Kirim Paket
- Cara Cek Ongkir dan Membership Lion Parcel, Banyak Bonusnya!
Cara Mengantisipasi dan Mengembalikan Omzet yang Turun
Lalu, apa yang harus dilakukan jika omzet penjualan menurun? Nah, kamu bisa coba strategi ini:
1. Meningkatkan Kualitas Produk atau Layanan
Ketika omzet turun, langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah memastikan kualitas produk atau layanan benar-benar memenuhi atau bahkan melampaui ekspektasi pelanggan.
Lakukanlah evaluasi rutin terhadap bahan baku, proses produksi, hingga layanan purna jual. Jika sudah menemukan masalahnya, segera lakukan perbaikan agar produk dan layanan bisa langsung dilepas ke pasar.
2. Perkuat Hubungan dengan Pelanggan
Pelanggan lama adalah “harta karun” yang sering terlupakan, padahal mereka bisa jadi jalan pintas untuk menaikkan omzet kamu lagi. Sebab, mereka sudah percaya pada produkmu, sehingga peluang repeat order jauh lebih tinggi.
Kamu bisa memperkuat hubungan dengan pelanggan melalui layanan after-sales, program loyalitas, serta memberikan respons cepat pada mereka. Dengan menjaga komunikasi yang baik ini, maka pelanggan akan merasa diperhatikan dan tetap setia, meski ada banyak kompetitor yang menggoda.
View this post on Instagram
3. Mengoptimalkan Kinerja Tim
Tim yang solid adalah mesin penggerak omzet, jadi kamu harus membuat mereka solid. Pastikanlah semua anggota tim memahami perannya dengan jelas dan memiliki motivasi tinggi untuk bekerja. Kamu bisa memberikan pelatihan rutin, memberikan tanggung jawab yang jelas, serta melakukan evaluasi berkala.
Dengan tim yang bekerja maksimal, operasional bisnis akan berjalan lebih lancar dan berdampak positif pada omzet.
4. Optimalkan Sistem Pengiriman dan Cek Resi
Pengiriman yang cepat, aman, dan transparan akan meningkatkan kepercayaan pelanggan kamu. Jadi, gunakanlah jasa ekspedisi yang punya reputasi baik, tarif kompetitif, dan fitur cek resi real-time.
Nah, salah satu opsi jasa kirim yang bisa kamu pertimbangkan adalah Lion Parcel, yang menawarkan layanan dengan estimasi waktu pengiriman jelas dan update status pengiriman secara langsung. Dengan sistem ini, pelanggan tidak perlu khawatir barangnya terlambat atau hilang. Tingkat kepercayaan ke bisnismu pun makin melonjak!
Kesimpulan
Omzet turun memang menakutkan bagi pelaku usaha, tapi penyebabnya bisa diidentifikasi dan diantisipasi.
Dari sisi eksternal, kamu perlu waspada terhadap kondisi ekonomi, tren pasar, persaingan, hingga kebijakan pemerintah. Sementara itu dari sisi internal, umumnya berkaitan dengan manajemen stok yang jelek, strategi pemasaran tidak efektif, pengiriman lambat, hingga SDM yang kurang.
Untuk mengatasinya, kamu harus bertindak cepat dan tepat, jangan menunggu sampai omzet makin anjlok. Jadi, kamu harus menganalisis penyebabnya, buat rencana perbaikan, dan pastikan setiap elemen bisnis berjalan sesuai standar. Termasuk dalam urusan pengiriman, pastikan kamu memilih jasa pengiriman tepercaya seperti Lion Parcel.
Lion Parcel sudah dilengkapi fitur cek resi paket real-time dan layanan yang oke, sehingga pelanggan merasa aman, nyaman, dan puas. Jadi, pastikan kamu melakukan semua cara mengatasi omzet turun di atas, lalu kirim paket lewat agen Lion Parcel terdekat. Yuk, cek layanan Lion Parcel dan pastikan pengiriman bisnis kamu selalu aman, cepat, dan tepat waktu.
Selain menggunakan agen Lion Parcel sebagai jasa pengiriman andalan untuk bisnis para seller. Kamu juga bisa lho membuka usaha baru menjadi bos ekspedisi dengan modal Rp10 juta. Kamu bisa dapatkan keuntungan atau omzet hingga puluhan juta per bulan. Mau? Daftar jadi agen Lion Parcel di sini.