Cara Jualan di Shopee Agar Cuan, Bukan Sekadar Bakar Uang Iklan

Cara Jualan di Shopee Agar Cuan, Bukan Sekadar Bakar Uang Iklan

Penulis
Rizki Astuti
Tanggal publish
10 November 2025

Banyak seller di Shopee berpikir bahwa cara satu-satunya untuk meningkatkan penjualan adalah dengan beli iklan lebih banyak. Tapi faktanya, saat semua brand beriklan, siapa yang akan lebih banyak menarik pelanggan?

 

Nah, inilah kesalahan paling umum yang dilakukan ribuan seller di Indonesia. Kalau kamu merasa sudah habis puluhan juta untuk iklan tapi penjualan tetap seret, kamu tidak sendiri. Simak di bawah ini ya.

Shopee Masih Jadi Ladang Emas, Tapi Tidak untuk Semua Orang

jualan di shopee

Shopee masih menjadi salah satu platform e-commerce favorit. Menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), 30,34% masyarakat Indonesia bertransaksi online beberapa kali dalam sebulan, 24,76% beberapa kali dalam beberapa bulan, dan 2,41% bahkan berbelanja setiap hari.

 

Jika dikalikan dengan jumlah penduduk Indonesia, itu berarti ada lebih dari 6,8 juta orang Indonesia yang berbelanja online setiap hari. Nah, kamu bisa bayangin betapa besar peluangnya kan?

 

Tapi kenapa ya, meskipun pasarnya besar, banyak penjual justru rugi bahkan berhenti jualan di Shopee?

Banyak orang Beriklan, Tapi Bukan Kamu Pemenangnya

iklan di shopee yang efektif

 

Misalnya dari 1.000 penjual yang ada semua pakai iklan Shopee, semua berusaha tampil di halaman teratas. Budgetnya juga beragam, mulai dari Rp100 ribu per hari, ada yang Rp1 juta, bahkan ada juga yang beriklan dengan mengeluarkan Rp10 juta.

 

Jika begini, semua beriklan, yang punya modal terbesar pasti paling terlihat. Budget yang kecil sudah pasti tenggelam perlahan. Tapi di balik itu, yang benar-benar menang hanyalah platform-nya. Karena setiap seller bayar biaya iklan dan biaya platform, ujung-ujungnya margin tipis, bahkan habis.

 

Seller merasa “jualan rame tapi untung nggak ada.” Mungkin kamu pernah mengalami hal yang sama. Penjualan naik, tapi saldo tetap kosong karena semua dimakan biaya iklan. 

 

Inilah kenyataan yang seringkali orang terlewat: Jika semua beriklan, tidak ada yang benar-benar menang kecuali Shopee itu sendiri.

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Lion Parcel (@lionparcelid)

Hukum Permintaan dan Penawaran, Kenapa Banyak Seller “Kalah Sebelum Mulai”

Sebenarnya, jualan online tidak sesulit itu. Semua bisa kembali ke ke hukum ekonomi dasar: permintaan dan penawaran. Jika di pasar ada 1.000 pembeli dan 1.000 penjual yang menjual barang serupa, hampir mustahil semuanya bisa untung.

 

Yang bertahan hanyalah yang:

  • Sudah duluan mulai,
  • Punya modal lebih besar,
  • Atau kebetulan dapat visibilitas dan menjual produk yang sedang tren (momentum product).

Sisanya akan terjebak di perang harga, perang iklan, dan ujung-ujungnya menyerah. Banyak seller di media sosial mengeluh karena mereka berjualan produk yang sudah terlalu ramai, tanpa tahu data pasar dan tren permintaan

 

Mereka ikut jualan barang yang sedang viral tahun lalu, padahal tahun ini sudah sepi pembeli.

Akibatnya?

  • CPC naik karena kompetisi tinggi.
  • Conversion rate turun karena pembeli punya terlalu banyak pilihan.
  • Margin tipis karena semua orang menurunkan harga.

Dan semua ini terjadi hanya karena tidak tahu kapan harus masuk dan kapan harus keluar dari sebuah kategori.

Bukan Kurang Iklan, Tapi Kurang Data

Banyak orang berpikir: “Kalau penjualan sepi, berarti harus tambah budget iklan.”

 

Padahal justru di situlah jebakan terbesar. Karena masalahnya, bukan di jumlah iklan, tapi strategi produk yang dimiliki. 

 

Iklan hanya mempercepat apa yang sudah terjadi. Kalau produkmu salah, maka kamu cuma mempercepat kerugian.

Jadi, yang perlu diubah bukan budget, tapi data yang kamu pakai untuk ambil keputusan.

 

Kamu harus tahu:

  • Produk apa yang sedang naik permintaan di Shopee dan TikTok.

  • Kira-kira berapa banyak kompetitor yang menjual produk itu.

  • Siapa penjual terbesar di kategori tersebut.

  • Berapa harga pasar rata-rata dan apa ulasan produk dari waktu ke waktu.

Semua informasi ini harus bedasarkan dengan data nyata dari marketplace. 

Solusi yang Terbukti: Gunakan Data Sebelum Beriklan

cuan bisnis di shopee

 

Untuk menang di marketplace yang padat seperti Shopee, bukan tentang siapa yang paling agresif, tapi siapa yang paling bijak.

Kamu harus tahu kapan harus maju, dan kapan sebaiknya mundur.

 

Kalau kamu terus maju tanpa analisis, modalmu akan habis sebelum kamu sadar penyebabnya. Jadi langkah pertama bukan beriklan, tapi riset produk.

Riset Produk = Pondasi Cuan

Kamu tidak bisa membangun rumah tanpa pondasi, dan kamu tidak bisa membangun bisnis tanpa riset.

Kabar baiknya: sekarang riset produk jauh lebih mudah berkat tools seperti DataPinter.com.

 

Dengan DataPinter, kamu bisa:

  • Melihat produk paling laku dan trending di Shopee, TikTok, Tokopedia, Lazada, Blibli, dan Toco secara real-time. Sebelum diketahui mayoritas orang, banyak orang bilang timing adalah kunci kesuksesan, dan timing didapatkan dari kecepatan bertindak.
  • Mengetahui tingkat kompetisi setiap niche market sebelum kamu ikut jualan.
  • Menemukan produk tren baru sebelum meledak di pasar.

Inilah alasan kenapa banyak praktisi dan expert e-commerce menggunakan DataPinter, karena mereka tahu data adalah bahan bakar keputusan. Kalau kamu sudah tahu winning product-nya, barulah kamu pasang iklan dengan strategi jelas. Kamu tidak lagi menebak, bisa eksekusi berdasarkan bukti. 

Beriklan Tanpa Strategi = Donasi ke Platform

Banyak seller gagal karena tidak menyadari bahwa iklan bukan solusi awal, iklan hanya amplifier. Kalau produkmu sudah bagus dan terbukti laku, iklan akan memperbesar hasil.

 

Tapi kalau produkmu salah sejak awal, iklan hanya memperbesar kerugian. Inilah sebabnya DataPinter menjadi “senjata wajib” sebelum kamu beriklan. Dengan tools ini kamu bisa tahu:

  • Produk mana yang layak diiklankan,
  • Produk mana yang sebaiknya ditinggalkan,
  • Dan seberapa besar potensi pasar sebelum kamu mengeluarkan uang.

Kesimpulan: Jadilah Penjual yang Bijak, Bukan Sekadar Nekat

Shopee masih punya potensi besar, tapi hanya untuk mereka yang tahu cara bermainnya. Kamu tidak bisa lagi mengandalkan insting atau ikut-ikutan tren dari TikTok.

 

Kamu perlu data, analisis, dan strategi yang matang. Mulailah dari langkah yang benar:

  1. Riset produk dengan DataPinter.com untuk menemukan peluang pasar.

  2. Uji produk kecil-kecilan.

  3. Pasang iklan dengan data dan strategi, bukan nekat.

Ingat: Beriklan tanpa riset = bakar uang. Riset sebelum beriklan = langkah menuju profit berkelanjutan.

 

Jadilah penjual yang bijak, bukan yang cepat panik. Karena di dunia marketplace, yang menang bukan yang paling ramai iklannya, tapi yang paling paham datanya.

 

#bisnisonline
Mau kirim paket tapi males keluar rumah?
Cobain Pick-up sekarang!
logo-btn.png
Kirim sekarang

Lihat promo spesial!

logo-btn.png
Semua promo