Apa Itu Abandoned Cart dan Cara Agar Konsumen Segera Checkout

Apa Itu Abandoned Cart dan Cara Agar Konsumen Segera Checkout

Penulis
Rizki Astuti
Tanggal publish
8 Desember 2025

Salah satu hal yang membuat seller online frustasi adalah ketika memantau calon konsumen yang sudah pilih produk, memasukkan produk ke keranjang, atau sampai halaman checkout; namun transaksi belum juga terjadi. Nah, istilah ini disebut sebagai abandoned cart.

 

Sebagai pemilik bisnis, kamu tentu tidak mau hal ini terus terjadi di bisnis, kan? Sebab, perilaku konsumen ini bagi penjual itu ibarat di-PHP-in.

 

Nah, biar fenomena ini tidak terus terjadi di bisnismu, yuk kita kenali soal abandoned cart, penyebab, sampai cara mengatasinya melalui artikel di bawah!

Apa itu Abandoned Cart?

Apa itu Abandoned Cart?

 

Abandoned cart artinya sebuah kondisi ketika calon konsumen sudah memasukkan produk ke keranjang mereka, tetapi tidak menyelesaikan pembayaran. 

 

Sebenarnya fenomena ini tidak aneh, karena banyak orang yang memakai fitur keranjang ini sebagai lokasi sementara menyimpan produk incaran, membandingkan harga, atau sekadar mempertimbangkan pembelian. 

 

Walaupun tidak membuatmu langsung rugi, tapi potensi omzet yang diperkirakan sebelumnya tidak terpenuhi. Karena itulah, dalam dunia bisnis online kondisi seperti ini merupakan salah satu indikator penting untuk menilai apakah proses checkout berjalan lancar atau justru membuat pengguna berhenti di tengah jalan. 

 

Jika terus dibiarkan, tentu pergerakan konversi di toko kamu tidak akan maksimal, bukan?

Penyebab Abandoned Cart

Penyebab Abandoned Cart

 

Beberapa alasan yang membuat fenomena abandoned cart ini sering terjadi di bisnis online adalah:

1. Biaya Tambahan yang Tidak Terduga atau Terlalu Tinggi

Konsumen lumayan sering kaget saat melihat jumlah ongkir, pajak, atau biaya tambahan lain yang baru muncul di tahap akhir pemesanan produk. Nah, perubahan total harga secara mendadak membuat mereka ragu melanjutkan transaksi.

 

Seringkali dilema ini terjadi ketika ongkir ternyata lebih besar daripada harga paket, atau ongkir terlalu tinggi karena lokasi pembeli yang jauh.

2. Proses Checkout Rumit atau Terlalu Panjang

Akibat form terlalu banyak, halaman tidak jelas, atau tidak adanya progress bar membuat proses checkout terasa melelahkan dan ribet. Jika begini, otomatis konsumen yang ingin proses checkout lebih cepat tidak akan mau lanjut.

3. Kurangnya Pilihan Pembayaran

Saat metode pembayaran terbatas, beberapa konsumen memilih batal belanja daripada harus sibuk mengurus alternatif untuk bayar. Sebab, mereka butuh opsi pembayaran yang lebih beragam, seperti e-wallet, virtual account otomatis, QRIS, atau cicilan digital.  

4. Ketidakpercayaan terhadap Keamanan Pembayaran

Jika kamu jualan di website yang masih amatir, kadang ada perasaan was-wasa bagi calon pembeli. Ketika tidak ada badge keamanan, SSL, atau tampilan yang, maka konsumen cenderung merasa ragu memasukkan data pribadi maupun kartu mereka.

5. Pengiriman Terlalu Lama atau Tidak Transparan

Saat akan checkout, biasanya barulah estimasi pengiriman tercantum secara  detail. Jika estimasi waktunya terlalu lama atau tidak sesuai keinginan calon pembeli, mereka akhirnya cenderung membatalkan belanja.  

6. Website Error, Crash, atau Loading Lambat

Masalah teknis seperti di atas pasti membuat calon konsumen tidak puas, apalagi ketika hampir melakukan pemesanan. Alhasil, meskipun belanjaan sudah masuk keranjang, mereka malas melanjutkan transaksi.

 

7. Calon Konsumen Terdistraksi

Saat belanja online, konsumen cenderung mudah terdistraksi oleh notifikasi atau aktivitas lain. Jika belanjaannya tidak terlalu penting, mereka akhirnya lupa checkout. 

8. Kartu Kredit Ditolak

Masalah verifikasi bank atau pembayaran error membuat pelanggan gagal menyelesaikan transaksi. Jika tidak punya opsi pembayaran lain, otomatis mereka tidak jadi belanja

9. Menjadikan Keranjang untuk Wishlist

Seperti yang sempat disebutkan sebelumnya, banyak calon konsumen yang akhirnya menggunakan keranjang untuk menyimpan produk incaran mereka. Ketika sudah mantap belanja, di saat itulah akhirnya mereka checkout.  

 

Baca Juga: 

Cara Mengatasi Customer yang Gagal Checkout

Cara Mengatasi Customer yang Gagal Checkout

 

Supaya risiko calon konsumen yang batal checkout dapat ditekan, kamu bisa coba terapkan beberapa langkah ini:

1. Permudah Proses Checkout

Untuk kamu yang punya website sendiri, mulailah dengan menghilangkah langkah checkout yang tidak penting, buat formulir singkat, aktifkan autofill, dan sediakan guest checkout agar konsumen tidak perlu membuat akun. 

 

Sediakan juga progress bar untuk membantu mereka melihat sudah sejauh mana proses belanjanya.  

2. Transparansikan Biaya Sejak Awal

Tampilkan ongkir di halaman produk agar mereka tahu sejak awal estimasinya. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan kalkulator ongkir otomatis agar calon konsumen tahu estimasi harga sebelum checkout.  

3. Tambah Opsi Pembayaran yang Lengkap dan Aman

Buatlah beragam metode pembayaran agar bisa menjangkau lebih banyak pembeli. Kamu bisa sediakan virtual account otomatis, e-wallet, QRIS, kartu debit/kredit, atau paylater

 

Tambahkan juga badge keamanan seperti SSL secure dan verified payment agar calon pembeli lebih merasa aman saat membayar.  

4. Jalankan Email Recovery Otomatis (Abandoned Cart Email)

Fitur email recovery terbilang efektif untuk “mengingatkan” calon pembeli bahwa keranjang mereka masih menunggu. Kamu bisa pakai alur yang simpel namun terstruktur, yaitu:

  • Email pertama satu jam  setelah keranjang ditinggalkan sebagai pengingat ringan.
  • Email kedua setelah 24 jam untuk mendorong mereka kembali dengan nada lebih persuasif.
  • Email ketiga dalam 72 jam dengan penawaran opsional seperti voucher kecil atau gratis ongkir.

Email seperti ini bisa membantu konsumenmu menyelesaikan transaksi tanpa terasa seperti spam.

5. Retargeting Ads untuk Mengambil Kembali Minat

Jalankan retargeting menggunakan Facebook Pixel, Google Remarketing, atau TikTok Ads. Iklan retargeting ini bekerja dengan cara menampilkan kembali produk yang sudah mereka lihat atau masukkan ke keranjang, sehingga minat mereka bangkit lagi.

 

Tambah sedikit urgensi, seperti batas waktu promo, atau tampilkan manfaat utama produk agar mereka terdorong untuk kembali melanjutkan checkout.

6. Tawarkan Insentif yang Mendorong Checkout

Insentif kecil  seperti diskon terbatas, gratis ongkir, atau hadiah bisa menjadi motivasi checkout bagi konsumen yang hampir pergi. 

7. Gunakan Pop-Up Exit Intent

Pop-up ini akan muncul ketika konsumen ingin menutup tab. Di momen ini, cobalah menawarkan promo sederhana seperti “Gratis Ongkir Jika Checkout Sekarang!” untuk mempertahankan mereka.

8. Tingkatkan Kepercayaan Pembeli

Tampilkan review, rating, testimoni, dan konten promo agar konsumen makin yakin untuk belanja di tempat kamu. Informasikan juga soal kebijakan retur yang jelas, sehingga mereka dapat merasa lebih aman untuk belanja.

Kurangi Risiko Abandoned Cart dengan Layanan COD

ilustrasi kirim paket lion prcel cod cash on delivery

 

Salah satu cara paling efektif untuk mengurangi cart abandonment adalah menyediakan opsi pembayaran yang lebih fleksibel. Sebab, banyak calon pembeli batal checkout karena tidak punya akses ke metode pembayaran digital atau merasa lebih nyaman membayar saat barang tiba.

 

Di sinilah layanan COD (cash on delivery) Lion Parcel bisa menjadi solusi untukmu. Dengan menambahkan opsi pembayaran tunai Lion Parcel ini, konsumen yang kesulitan memakai metode digital tetap bisa menyelesaikan transaksi. 

 

Selain itu, layanan Lion Parcel ini juga bisa meningkatkan kepercayaan pembelimu, karena kamu berani kirim barang lebih dulu.

Tidak hanya itu, selama proses pengiriman paket masih berlangsung, kamu dan pembeli bisa memantau perjalanannya dengan fitur tracking. Dengan begitu, kamu bisa segera ambil tindakan apabila ternyata ada masalah saat pengiriman. 

 

Karena itulah, jika tidak ingin fenomena abandoned cart ini terus menghantui bisnismu, pastikanlah ikuti semua solusi di atas. Jangan lupa, gunakan  sistem bayar COD Lion Parcel agar transaksi lebih beragam, aman, dan mudah! 

 

#belanjaonline #bisnisonline
Mau kirim paket tapi males keluar rumah?
Cobain Pick-up sekarang!
logo-btn.png
Kirim sekarang

Lihat promo spesial!

logo-btn.png
Semua promo