apa itu impor: pengertian, tujuan, dan jenisnya

Mengenal Impor, Proses Masuknya Barang dari Luar Negeri ke Indonesia

Penulis
Rizki Astuti
Tanggal publish
29 Januari 2026

Dalam aktivitas perdagangan internasional, istilah impor bukanlah hal asing lagi. Entah itu dalam konteks bisnis, industri, maupun kebutuhan harian.

 

Buat kamu yang berjualan, menjalankan usaha, atau sekadar ingin memahami alur barang dari luar negeri, tidak ada salahnya mengenal konsep impor yang benar. Siapa tahu, istilah ini akan membantu kamu berbisnis. 

 

Nah, artikel ini akan mengupas lengkap segala hal soal impor, mulai dari definisi, tujuan, manfaat, jenis-jenis, dan informasi penting lainnya. Yuk, simak detailnya!

Apa itu Impor?

apa itu impor

 

Berdasarkan Undang-Undang No. 17 Tahun 2006, impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah kepabeanan. [1]

 

Daerah pabean sendiri merupakan wilayah darat, ruang, dan perairan di Indonesia. Daerahnya juga termasuk tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku Undang-Undang ini.

 

Tujuan memasukkan produk tersebut biasanya untuk diperdagangkan, pemakaian, atau material olahan ke tahapan selanjutnya.

 

Aktivitas ini diatur oleh ketentuan kepabeanan dan melibatkan proses administrasi, pemeriksaan, serta pembayaran bea masuk berdasarkan regulasi yang berlaku.

 

Agar lebih paham, yuk lihat apa saja contoh impor yang kerap ditemui di kehidupan sehari-hari:

  • Bahan baku, misalnya kedelai dan gandum bagi industri makanan
  • Mesin dan alat produksi pabrik
  • Elektronik, gadget, dan spare part kendaraan
  • Produk fashion dan makeup dari luar negeri

Melihat contoh di atas, kamu tentu sadar jika impor punya dampak besar demi keberlangsungan negara kita, kan?

 

Ya, kehadiran impor membantu agar ketersediaan barang dan jasa bisa tetap terjaga meskipun produksi dalam negeri tidak memadai. Selain itu, impor turut membantu industri nasional mengakses bahan baku atau teknologi terkini yang belum tersedia.

 

Selain itu, pengelolaan produk impor secara optimal juga dapat meningkatkan perekonomian bangsa. Misalnya, menolong menjaga stabilitas harga, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, hingga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui aktivitas perdagangan dan penerimaan negara.

Manfaat dan Tujuan Impor

apa itu impor: manfaatnya

 

Saat ini setidaknya ada tujuh manfaat dan tujuan impor, yaitu:

1. Mencukup Kebutuhan Dalam Negeri  

Impor hadir untuk membantu mencukupi kebutuhan barang dan jasa yang belum mampu diproduksi di dalam negeri atau ketika kuantitas produksinya masih terbatas. 

 

Ya, bukan hal aneh jika setiap negara memiliki keterbatasan sumber daya alam, teknologi, maupun keahlian tertentu. Alhasil, impor lah yang jadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri tanpa hambatan.

2. Menyediakan Bahan Baku dan Barang Modal Industri

Beberapa sektor industri lokal kita masih sangat bergantung pada pasokan bahan baku dan barang modal dari luar negeri. 

Melalui impor bahan baku dan mesin produksi ini, maka industri dalam negeri berpotensi mempertahankan kapasitas produksi, meningkatkan kualitas produk, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

3. Mendukung Penggunaan Teknologi dan Peralatan Modern

Impor memberikan akses bagi bisnis dan negara terhadap teknologi dan peralatan modern yang belum tersedia di tanah air. Peralatan-peralatan tersebut biasanya terkenal mampu membuat operasional bisnis makin efisien.

 

Jadi, dengan memanfaatkan mesin, alat produksi, dan teknologi canggih dari luar negeri, para pelaku usaha dapat meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta daya saing produk di pasar domestik maupun internasional.

4. Menjaga Ketersediaan Barang serta Stabilitas Harga

Masuknya barang impor membantu negara menjaga pasokan produk di pasar, terutama saat produksi lokal tidak mencukupi. Tindakan ini dapat menekan lonjakan harga dan menjaga stabilitas ekonomi, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

5. Meningkatkan Daya Saing  

Melalui impor, pelaku usaha bisa mendapat pasokan bahan baku berkualitas, teknologi terkini, dan produk yang harganya kompetitif. Hal ini otomatis membuat  kualitas dan efisiensi produksi meningkat, sehingga produk dalam negeri mampu bersaing di pasar global.

6. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Penerimaan Negara

Kegiatan impor juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi melalui aktivitas perdagangan, distribusi, dan industri. Selain itu, negara pun mendapatkan pemasukan dari bea masuk dan pajak impor, yang biasanya berguna untuk pembangunan dan layanan publik.

7. Memperluas Pilihan Barang dan Jasa bagi Masyarakat

Impor memberikan akses yang lebih luas terhadap berbagai jenis barang dan jasa dari berbagai negara. Keberagaman produk ini membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dengan kualitas, fungsi, dan harga yang bervariasi sesuai kebutuhan.

 

Jadi, setiap orang punya hak menemukan produk dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya.

Jenis-Jenis Impor

apa itu impor: jenis impor

 

Dalam praktik perdagangan internasional, impor terbagi ke dalam tiga kategori, yaitu:

1. Berdasarkan Kegunaan

Berdasarkan kegunaannya, impor terbagi menjadi:

  • Impor barang konsumsi: barang jadi yang langsung digunakan oleh masyarakat, seperti makanan, pakaian, makeup, hingga perangkat elektronik.
  • Impor bahan baku: bahan mentah atau setengah jadi yang berguna di proses produksi, seperti kapas, gandum, kedelai, serta bahan kimia untuk industri.
  • Impor barang modal, mesin, alat berat, dan peralatan produksi yang berguna sebagai investasi jangka panjang untuk menunjang kegiatan industri dan meningkatkan kapasitas produksi.

2. Berdasarkan Kegiatan Kepabeanan

Berdasarkan aspek kepabeanan, impor terbagi jadi lima, yaitu:

  • Impor untuk dipakai: yaitu barang yang masuk ke Indonesia untuk dimiliki dan digunakan secara permanen.
  • Impor sementara, barang impornya hanya untuk jangka waktu tertentu dan akan kembali ke negara tujuan melalui ekspor.  
  • Impor untuk re-ekspor: barang impor yang dikirim kembali ke luar negeri, biasanya karena rusak, salah kirim, atau tidak sesuai pesanan.
  • Impor angkut lanjut atau transit: barang yang hanya melintasi wilayah pabean Indonesia tanpa ada pembongkaran atau pemakaian di dalam negeri.
  • Impor untuk ditimbun: barang impornya tersimpan sementara di gudang berikat sebelum pemakaian, distribusi, atau diekspor kembali.

3. Berdasarkan Bentuk Barang

Sementara itu, berdasarkan bentuk barangnya, impor terbagi dua, yaitu:

  • Impor CBU (Completely Built Up): barang impornya dalam kondisi utuh dan siap pakai, misalnya mobil dan berbagai peralatan elektronik.
  • Impor CKD (Completely Knock Down), barang impor dalam keadaan terurai dan nantinya dirakit kembali di dalam negeri.

Peran INTERPACK dalam Mendukung Kegiatan Impor

apa itu impor: peran INTERPACK

 

Dalam proses impor, pengiriman barang dari luar negeri menjadi tahap krusial yang perlu diperhatikan. Karena itu, kamu tidak boleh asal pilih jasa kirim agar proses pengiriman berjalan aman.

 

Nah, buat kamu yang masih merintis atau mau impor kecil-kecilan dari Malaysia ke Indonesia, maka INTERPACK Maxi Lion Parcel bisa jadi pilihan. Sebab pengiriman dari Malaysia ini tidak membebani kamu dengan biaya tambahan bea cukai dan pajak. Alhasil, ongkir jadi lebih hemat.

 

Sementara itu, jika kamu berencana mengirim paket dari Indonesia ke negara lain, maka ada INTERPACK Lion Parcel yang biasa. Dengan jangkauan pengiriman hingga ke 51 negara, kamu bisa menjangkau konsumen dari mana pun.

 

Asalkan tidak mengirim produk terlarang, berbobot maksimal 30 kg, dan dikemas rapi, paketmu bisa sampai dengan aman ke negara tujuan.

 

Oleh karena itu, yuk pahami seluk beluk impor di atas, dan jadikan INTERPACK Lion Parcel sebagai partner pengirimanmu.

#pengirimancepat #interpack #kiriminterpack
Mau kirim paket tapi males keluar rumah?
Cobain Pick-up sekarang!
logo-btn.png
Kirim sekarang

Lihat promo spesial!

logo-btn.png
Semua promo