Usaha dari Nol, Brand Lokal Jackersfield Sukses Masuk Pasar Ritel

Usaha dari Nol, Brand Lokal Jackersfield Sukses Masuk Pasar Ritel

Penulis
Rizki Astuti
Tanggal publish
3 Januari 2022

Konsisten menjadi salah satu kunci kesuksesan bisnis. Hal ini dilakukan oleh Jackhammer, brand lokal asal Bandung yang sukses bertahan hingga 10 tahun. Meskipun banyak persaingan muncul, Jackhammer tetap menjadi brand favorit generasi muda.

 

Jackhammer didirikan tahun 2012 oleh Putra, Dhany, Naufal dan Solah. Mereka yang masih berkuliah ini tergabung dalam forum Darahkubiru by INDIGO (Indonesia Denim Group), yaitu pecinta denim yang akhirnya memutuskan untuk membuka bisnis. 

 

Saat itu pasar berlomba-lomba membuat denim, Jackhammer justru mengambil langkah berbeda dengan brand lainnya, yaitu membuat kemeja. Ya, kemeja chambray menjadi produk pertama Jackhammer. Kemudian disusul celana cargo yang merupakan produk best seller sampai saat ini.

 

Kini Jackhammer memiliki lebih dari ratusan koleksi. Mulai dari celana, jaket, t-shirt, work vest, topi hingga aksesoris. Bahkan Jackhammer semakin dikenal setelah mengikuti banyak event di berbagai kota dan terjun ke pasar ritel.

 

“Kami rutin ikutin offline event dari 2013, walaupun belum tentu event itu ramai, untung-ruginya belum tahu tapi kita konsisten untuk ikutan. Sampai akhirnya di tahun 2017 Jackhammer bergabung menjadi salah satu supplier  The Goods Dept. Berawal masuk tiga toko sampai akhirnya bisa ada di 8 toko,” cerita Akbari J Faisal, Marketing Director saat berbincang dengan Lion Parcel.

 

Tak hanya Indonesia, koleksi Jackhammer juga laris di luar negeri, seperti Malaysia, Singapura dan Australia. Para penggemar koleksi Jackhammer rela mengeluarkan ongkir untuk mendapatkan koleksi terbaru mereka.

 

“Biasanya mereka langsung pesan banyak karena kan harga ongkir juga mahal. Selain itu kita juga ada kolaborasi dengan beberapa brand besar dan seniman kaligrafi untuk beberapa desain di koleksi kita,” ujar Akbari.

 

Jatuh Bangun Jackhammer

 

Jackersfield

 

Kesuksesan yang diraih Jackhammer tidak luput dari proses jatuh bangun yang dialami oleh para tim. Jackhammer yang mengandalkan produksi lewat penjahit langganan keluar di Bekasi, kemudian pindah ke Bandung. Selain lebih dekat, terjadi beberapa masalah di tempat produksi tersebut, seperti kebanjiran dan tempat yang kurang memadai.

 

Di tahun 2014-2015 yang menjadi titik terendah Jackhammer. Satu persatu tim yang mulai lulus kuliah, mereka bimbang untuk melanjutkan di dunia kerja atau berada di Jackhammer. 

 

Tak hanya itu, di masa pandemi akibat COVID-19 yang semuanya dilakukan serba online. Jackhammer harus mengubah strategi penjualan yang baru.

 

“Sebelum era COVID kita jualan itu 80% di toko/store. Jadi kita produksi terus tinggal kirim dan tinggal lihat laporan penjualannya aja. Akhirnya covid, mall tutup kemudian kita harus survive dari 20% penjualan dari online. Itu pengalaman yang tak bisa dilupakan sih,” tutur Akbari.

 

Jackhammer to Jackersfield 

 

Jackersfield

10 tahun sudah Jackhammer hadir sebagai brand lokal dengan produk berkualitas dan harga affordable. Memiliki identity Pride & Hard Worker dimana bagi Jackhammer setiap orang berhak bangga dengan pekerjaan yang dimiliki. 

 

Di usianya yang 1 dekade ini, Jackhammer memutuskan untuk memperkuat asosiasi hingga re-branding. Jackhammer kini berubah nama menjadi Jackersfield. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi batasan untuk segmentasi pengguna produk Jackersfield.

 

“Fashion itu luas dipakai siapa aja. Misalnya kemeja pria yang ternyata bisa digunakan oleh wanita dan disebut kemeja oversize. Jadi kita rebranding brand kita untuk memperbesar market. Selain itu kita juga mau, konsumen tak hanya sekedar membeli tapi juga bercerita,” tutur Akbari.

 

Jadi, baik itu pria dan wanita bisa menggunakan produk dari jackersfield. Ke depannya juga Jackersfield akan menghadirkan koleksi lengkap dari atas kepala hingga bawah kaki. 

 

“Kita mau kasih apa yang mereka cari. Selain itu di tahun ke-10 ini kita akan hadirkan kolaborasi terbaru bersama salah satu komik atau cartoon,” katanya.

 

Kata Jackersfield Tentang Lion Parcel

 

Jackersfield

 

Bicara soal perubahan bisnis yang dilakukan jackersfield secara online tak luput dari pengiriman produk. Jackersfield merupakan salah satu brand lokal yang menggunakan jasa pengiriman Lion Parcel. 

 

“Kerja sama dengan Lion Parcel kita happy banget. Engagementnya bagus, pengiriman juga mudah tidak ribet,” katanya.

 

Kemudahan pengiriman dirasakan jackersfield. Apalagi Lion Parcel bisa pick up paket di rumah secara gratis atau tanpa dipungut biaya.

 

“Bisa dijemput dan kita pilih waktu pick up jadi enak. Kita bisa maintain sendiri jam berapa mau dijemput paketnya. Benar-benar praktis dan tidak membuang waktu. Selain itu tracking posisi paket yang real time,” katanya.

 

Nah untuk kamu para pebisnis lokal yang ingin mencari jasa pengiriman aman terpercaya dan harga ongkir murah Lion Parcel bisa jadi pilihan. Ada berbagai jenis layanan yang dihadirkan di Lion Parcel, seperti REGPACK, JAGOPACK, ONEPACK, BIGPACK, INTERPACK dan DOCUPACK

 

Selain itu, ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan, salah satunya dengan mengaktifkan Lion Parcel di e-commerce (Tokopedia). Karena para seller bisa mendapatkan keuntungan 10% lho!

#lionparcel #jasapengiriman #idebisnis #jackersfield #brandlokal #ceritasukses
Mau kirim paket tapi males keluar rumah?
Cobain Pick-up sekarang!
logo-btn.png
Kirim sekarang

Lihat promo spesial!

logo-btn.png
Semua promo