Kamu pasti sering lihat iklan atau promosi produk di internet yang langsung membuatmu tertarik membelinya, kan? Nah, ternyata itu bukan kebetulan, tapi hasil dari seni menulis kata-kata persuasif yang disebut copywriting, lho.
Buat seller, kemampuan ini bisa jadi senjata supaya produk tidak hanya dilirik, tapi juga laris manis diserbu pembeli. Untuk membantu kamu belajar copywriting dari awal, kami sudah siapkan beberapa panduannya, nih. Yuk, cek detailnya!
Apa Itu Copywriting?
Secara sederhana, copywriting adalah seni menulis kata-kata promosi yang persuasif agar pembaca melakukan tindakan tertentu, seperti membeli, daftar, atau klik link.
Dari pengertiannya, kamu mungkin merasa tulisan ini sama saja dengan deskripsi produk, kan? Tapi, ternyata keduanya berbeda, nih. Perbedaannya terletak pada strategi dan tujuan akhir penulisannya.
Jika deskripsi produk biasanya hanya menjelaskan fitur, maka copywriting lebih fokus menggali manfaat, membangun koneksi emosional, sampai mengajak audiens untuk segera melakukan tindakan tertentu. Dengan begitu, teks promosi ini bukan sekadar tulisan informatif, tapi juga mampu menggerakkan pembaca buat bertindak!
Pentingnya Copywriting dalam Dunia Jualan Online
Agar lebih jelas, cek yuk beberapa alasan kenapa copywriting jadi kunci penting buat jualan online:
- Membantu produk lebih menonjol di tengah persaingan.
- Bisa meningkatkan konversi dan penjualan melalui kata-kata persuasifnya.
- Membantu mengkomunikasikan nilai dan manfaat produk kepada calon pembeli.
- Membangun emosi dan koneksi dengan pelanggan melalui storytelling dalam copy.
- Meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas produk maupun bisnismu.
- Meningkatkan efektivitas promosi.
- Fleksibel untuk berbagai media promosi, seperti marketplace, brosur, website, hingga sosial media.
Teknik Copywriting yang Membuat Seller Cuan
Saat mulai membuat copywriting, kamu perlu menerapkan beberapa teknik ini:
1. Gunakan Formula AIDA (Attention, Interest, Desire, Action)
Formula AIDA merupakan kerangka klasik copywriting yang terbukti ampuh di dunia marketing. Prinsipnya adalah:
- Attention (Menarik perhatian): Kamu harus mulai dengan headline atau kalimat pembuka yang membuat audiens berhenti scroll. Bisa pakai pertanyaan, data mengejutkan, atau pernyataan berani.
- Interest (Bangkitkan minat): Setelah dapat perhatian, kamu bisa lanjut membuat audiens tertarik dengan fakta unik, keunggulan produk, atau cerita yang relate dengan masalah mereka.
- Desire (Ciptakan keinginan): Tunjukkan manfaat nyata produk yang bisa dirasakan pembaca. Di sini kamu juga harus membuat audiens merasa produkmu adalah solusi yang mereka cari.
- Action (Arahkan tindakan): Tutup dengan CTA (call to action) yang jelas, seperti “Pesan sekarang”, “Klik link ini”, atau “Daftar hari ini juga”.
Untuk gambarannya, kamu bisa lihat penerapannya pada produk skincare ini:
- Attention: “Wajah kusam bikin minder?
- Interest: Coba pakai Glowwy Skincare yang mengandung Vitamin C murni untuk mencerahkan kulit dalam 14 hari.
- Desire: Kulit kamu akan jadi lebih glowing, sehat, dan bebas kusam.
- Action: Klik Pesan Sekarang dan dapatkan diskon 30% khusus hari ini!
2. Fokus pada Manfaat, Bukan Hanya Fitur
Fitur itu penting, tapi audiens biasanya lebih peduli pada manfaat yang mereka dapatkan. Jadi, jika kamu hanya menyebut fitur, maka audiens akan bingung soal apa untungnya bagi mereka.
Dengan fokus pada manfaat, produkmu jadi lebih mudah dipahami nilainya. Alhasil audiens akan merasa “Oh, ini yang aku butuhkan.”
Misalnya kamu jual rice cooker yang fiturnya punya kapasitas 2 liter dengan 5 mode masak. Jangan sekadar tulis fitur di atas, tapi fokuslah ke manfaatnya.
Contohnya: Masak nasi lebih cepat, tetap hangat seharian, dan bisa membuat sup atau kue dengan satu alat. Jadi lebih praktis untuk keluarga kecil hingga besar.”
3. Tulis dengan Bahasa yang Dekat dengan Audiens
Dalam copywriting bahasa adalah jembatan ke hati pembeli. Jadi, kamu perlu menggunakan gaya bahasa yang sesuai dengan target pasar.
Jika targetmu anak muda, pakailah bahasa yang ringan, singkat, dan penuh energi. Untuk target pasar ibu rumah tangga, kamu perlu memakai bahasa yang menekankan kenyamanan dan kepraktisan.
Di sisi lain, bahasa untuk target profesional, maka gaya bahasanya harus elegan dan formal atau semi formal. Dengan memakai bahasa yang tepat, maka pesanmu akan lebih relate dan lebih dipercaya calon pembeli.
4. Gunakan Storytelling untuk Membangun Emosi
Manusia itu gampang terhubung lewat cerita, sehingga teknik storytelling bisa membuat produkmu lebih hidup dan dekat dengan audiens. Dengan storytelling yang relate dengan audiens, maka produkmu tidak lagi terasa sekadar barang, tapi solusi emosional yang mereka butuhkan.
Coba contohnya dengan produk di bawah ini:
“Bayangkan setelah seharian kerja, kamu pulang ke rumah dan langsung rebahan di sofa empuk berbahan premium leather ini. Capek hilang, waktu bersama keluarga pun jadi lebih hangat. Sofa ini bukan sekadar furnitur, tapi ruang nyaman untuk setiap momen berhargamu!”
5. Tambahkan Call to Action yang Jelas
CTA adalah kunci akhir yang menentukan apakah audiens akan membeli atau hanya lewat begitu saja. Alhasil, kamu harus membuat CTA yang tegas, singkat, dan memberi rasa urgensi bagi audiens. Jika CTA jelas, audiens langsung tahu langkah berikutnya tanpa ragu.
Ini beberapa contohnya:
- “Pesan sekarang, stok terbatas!”
- “Daftar hari ini dan nikmati bonus spesial.”
- “Klik link ini untuk coba gratis 7 hari.”
Baca Juga:
- 5 Tips Copywriting WhatsApp Bisnis yang Menarik untuk Pelanggan
- Cara Membuat Template Invoice yang Rapi dan Profesional untuk Pemula
- 6 Sifat Virgo yang Menguntungkan di Dunia Bisnis
Contoh Copywriting untuk Jualan Online
Agar lebih mudah dipahami, ini beberapa contoh copywriting singkat untuk berbagai produk:
- Produk fashion (dress):: “Tampil anggun tanpa ribet! Dress Isabella hadir dengan bahan adem dan potongan elegan yang membuat kamu percaya diri di setiap acara. Pilihan warna pastel ready semua ukuran. Pesan hari ini, GRATIS ongkir ke seluruh Indonesia!”
- Peralatan masak (air fryer): “Mau makan gorengan tanpa rasa bersalah? Air Fryer SmartCookie bisa jadi pilihan karena mampu membuat makanan kamu crispy tanpa minyak! Sehat, hemat, dan tetap enak! Pesan sekarang, bonus buku resep eksklusif untuk 100 pembeli pertama.”
- Makanan (bakso frozen): Lapar tengah malam bikin bete? Tenang, ada Bakso Frozen Sehati siap saji cuma 5 menit. Kuah gurih, daging empuk, halal, dan bikin nagih! Klik pesan sekarang, stok terbatas!
View this post on Instagram
Copywriting + Logistik yang Tepat = Cuan Maksimal
Setelah berhasil closing lewat copywriting, langkah berikutnya adalah mengirimkan produkmu ke pelanggan. Jangan sampai strategi jualanmu sukses, tapi pengiriman bermasalah. Karena itu, seller butuh jasa logistik yang cepat, aman, dan hemat.
Nah, di sinilah Lion Parcel bisa jadi solusi. Untuk seller online, kamu bisa pakai layanan REGPACK, BOSSPACK, dan VIPPACK pengiriman aman, cepat, dan lancar. Selain itu, masih banyak layanan Lion Parcel yang bisa dipilih sesuai kebutuhan bisnismu.
Jadi, tidak perlu pusing soal opsi layanannya.
Mau Tambah Cuan? Jadi Agen Lion Parcel
Selain berjualan dengan memakai copywriting untuk promosi, kamu juga bisa menambah penghasilan lewat peluang usaha logistik sebagai agen Lion Parcel. Agen Lion Parcel juga bisa jadi opsi pekerjaan sampingan online yang fleksibel, sehingga cocok buat siapa saja, termasuk kamu para seller online.
Malah, jadi lebih seru ketika kamu punya double job sebagai seller sekaligus agen, karena pengiriman paket jadi lebih mudah!
Untuk jadi agen atau mitra Lion Parcel, kamu bisa klik di sini buat cek keuntungan dan syarat pendaftarannya, ya.
Nah, setelah menguasai copywriting, kamu bisa berharap agar jumlah konversi jualan makin naik. Dan jika mau nambah penghasilan lebih besar lagi, daftarkan dirimu sebagai agen Lion Parcel. Sudah siap buat mendulang cuan besar-besaran?
GIVEAWAY! Lion Parcel Bagi-bagi Tiket Nonton Syncronize Fest